ilustrasi melamar kerja/resume (pexels.com/anna shvets)
Dalam survei Yahoo, juga ditemukan 90 persen HR menyatakan bahwa penggunaan AI generatif dalam materi aplikasi dapat diterima. Sebanyak 44 persen mengatakan bahwa tak masalah menggunakan AI untuk membuat konten wawancara.
Akan tetapi, melansir laman Randstastad, hiring manager berharap agar calon kandidat mempertahankan kualitas dan keaslian resume. Pihak HR melihat banyak alat AI menghilangkan gaya komunikasi individu, padahal proses ini menjadi salah satu tahap seleksi untuk mengevaluasi keterampilan interpersonal kandidat, kesesuaian budaya, dan potensi pertumbuhan.
Dalam sumber yang sama dijelaskan, pada bidang teknis seperti teknologi dan teknik, tercatat adanya penerimaan yang besar untuk resume yang dibantu AI. Pasalnya, bidang ini memprioritaskan kompetensi teknis dan pencapaian yang terukur sehingga tata bahasa bukan menjadi prioritas penilaian. Hal serupa juga berlaku untuk sektor keuangan yang lebih dominan mencari pelamar dengan keterampilan pemecahan masalah dan critical thinking.
Sementara respons berbeda terjadi bagi pelamar di bidang komunikasi dan kreatif. Penggunaan AI dapat menunjukkan kurangnya kreativitas dan rasa percaya diri. Terlebih, penggunaan AI berpotensi menimbulkan kekhawatiran terkait kesesuaian kandidat dengan pekerjaan yang dituju. Hal serupa juga berlaku bagi kandidat di bidang kreatif yang seharusnya menonjolkan konsep asli, kesesuaian desain visual, dan keterampilan estetika.