Menurut Jeffrey Bernstein, Ph.D., psikolog dan relationship therapist, "Keterikatan dengan mantan mulai menjadi masalah ketika sudah memengaruhi hubungan yang sedang dijalani. Pasangan dapat mengakui bahwa masih ada perasaan yang tersisa dan bersama-sama berusaha menyelesaikannya,” dikutip dari Psychology Today.
Pasangan Belum Lepas dari Masa Lalu, Masih Pantas Diperjuangkan?

- Masa lalu pasangan wajar, tetapi menjadi masalah jika keterikatan dengan mantan mengganggu hubungan saat ini, seperti kontak tanpa alasan atau terus membahas cerita lama.
- Rasa tidak nyaman perlu dibicarakan secara terbuka untuk menetapkan batas aman; respons pasangan yang mau mendengarkan dan mencari jalan tengah menunjukkan usaha menjaga hubungan.
- Hubungan masih layak diperjuangkan bila pasangan hadir, menjaga batas dengan mantan, memprioritaskanmu, dan bersama-sama membangun komunikasi serta komitmen di masa kini.
Saat hubungan sedang terasa bahagia dan kamu mulai siap membuka lembaran baru, tentu rasanya ingin fokus pada apa yang sedang kalian bangun. Tapi, bagaimana kalau bayang-bayang masa lalu pasangan ternyata masih terasa? Bukan selalu karena mantan hadir kembali, melainkan dari sikap pasangan yang masih memberi ruang untuk cerita lama.
Kamu mungkin masih sayang dan tidak ingin buru-buru menyerah. Namun, wajar kalau muncul rasa cemburu atau tidak nyaman ketika melihat pasangan masih terlalu dekat dengan mantan, sering membahas hubungan sebelumnya, atau membuatmu merasa harus bersaing dengan seseorang dari masa lalu. Jadi, masih pantaskah hubungan seperti ini diperjuangkan?
1. Punya masa lalu itu wajar, tapi jangan sampai tinggal di sana

Ilustrasi hubungan (freepik.com/rawpixel.com) Punya kenangan dengan mantan sebenarnya bukan masalah. Yang perlu diperhatikan adalah apakah kenangan itu masih punya tempat besar dalam hubungan kalian sekarang. Misalnya, masih sering menghubungi mantan tanpa alasan yang jelas, terlalu mengikuti kehidupannya, atau terus membawa cerita hubungan lama ke dalam hubungan kalian.
Jadi, kamu tidak perlu meminta pasangan menghapus masa lalunya. Cukup lihat apakah dia tahu kapan harus berhenti memberi ruang. Karena ketika seseorang memang ingin membangun hubungan baru, dia akan belajar menempatkan cerita lama tanpa membiarkannya mengganggu cerita yang sedang kalian jalani.
2. Coba bicarakan, bukan dipendam

Ilustrasi hubungan (freepik.com/freepik) Kadang rasa cemburu muncul bukan karena kamu tidak percaya, tetapi karena ada sikap pasangan yang memang membuatmu bertanya-tanya. Daripada terus memikirkan kemungkinan sendiri, lebih baik sampaikan apa yang membuatmu tidak nyaman. Bukan untuk mengatur pasangan, melainkan supaya kalian sama-sama tahu batas yang terasa aman.
Menurut Jeffrey Bernstein, Ph.D., memahami pasangan juga berarti mau benar-benar mendengarkan perasaan dan sudut pandangnya. Ia menyarankan, “Cobalah mendengarkan pasangan dengan tujuan memahami emosi dan sudut pandangnya," dikutip dari Psychology Today.
Dari sini, coba lihat reaksinya. Dia mungkin tidak langsung setuju dengan semua kekhawatiranmu dan itu wajar. Namun kalau dia mau mendengarkan, menjelaskan situasinya, dan mencari jalan tengah, berarti ada usaha untuk menjaga perasaanmu sekaligus hubungan kalian.
3. Jadi, masih pantaskah diperjuangkan?

Ilustrasi hubungan (freepik.com/freepik) Kalau ditanya apakah harus bertahan atau pergi, jawabannya tidak sesederhana “dia belum move on berarti selesai”. Sebab, setiap orang punya proses berbeda dalam berdamai dengan masa lalu. Yang lebih penting adalah apakah pasanganmu sekarang benar-benar hadir dan mau membangun hubungan bersamamu.
Kalau pasangan masih sesekali teringat masa lalu tetapi sudah menjaga batas, mau mendengarkan perasaanmu, dan menunjukkan bahwa kamu adalah prioritasnya, mungkin belum saatnya menyerah. Karena pada akhirnya, yang perlu kamu lihat bukan seberapa besar cerita lamanya, tetapi seberapa serius dia memilihmu di cerita yang baru.
Masa lalu memang bagian dari perjalanan seseorang, tetapi bukan berarti harus ikut menentukan hubungan yang sedang dijalani. Selama ada batas dengan mantan, komunikasi yang terbuka, dan kemauan untuk saling menjaga, rasa yang masih tersisa tidak selalu berarti hubungan ini harus dilepaskan.





















