Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cara Negosiasi Gaji Pertama dengan Percaya Diri, Tanpa Rasa Takut!

Cara Negosiasi Gaji Pertama dengan Percaya Diri, Tanpa Rasa Takut!
ilustrasi negosiasi gaji (freepik.com/pressfoto)
Share Article

Mendapatkan pekerjaan pertama setelah lulus tentu menjadi momen yang membahagiakan. Namun, ketika recruiter menyampaikan nominal gaji, tidak sedikit fresh graduate yang langsung merasa serba salah. Ada rasa takut dianggap terlalu menuntut, khawatir tawaran pekerjaan ditarik, atau merasa belum punya pengalaman yang cukup untuk meminta gaji lebih tinggi.

Padahal, negosiasi gaji pertama bukan berarti kamu tidak bersyukur dengan kesempatan kerja yang diberikan. Justru, ini adalah kesempatan untuk memahami nilai kemampuanmu dan belajar berkomunikasi secara profesional.

1. Ubah pola pikir: Negosiasi bukan berarti meminta lebih karena serakah

ilustrasi negosiasi gaji (pexels.com/MART PRODUCTION)
ilustrasi negosiasi gaji (pexels.com/MART PRODUCTION)

Hal pertama yang perlu kamu ubah adalah cara memandang negosiasi. Banyak fresh graduate merasa tidak enak ketika harus membicarakan gaji karena menganggap perusahaan sudah memberikan kesempatan kerja sehingga mereka seharusnya menerima saja. Padahal, ketika perusahaan memberikan offer, pembicaraan mengenai kompensasi merupakan bagian yang wajar dalam proses kerja profesional.

"Kamu baru saja mendapatkan tawaran pekerjaan pertamamu. Ini adalah saat yang menyenangkan sekaligus menegangkan. Prospek negosiasi gaji terasa sangat menakutkan. Negosiasi gaji sangat penting, terutama di pekerjaan pertama," kata profesor ekonomi Carnegie Mellon University Linda Babcock kepada Harvard Business Review.

"Gaji awal kamu berfungsi sebagai jangkar sepanjang karier, dengan kenaikan gaji, bonus, dan bahkan tabungan pensiun dipengaruhi oleh jumlah awal tersebut. Memulai dengan gaji terlalu rendah bisa menjadi kesalahan yang mahal," tambah Linda.

Oleh karena itu, merasa takut bukan alasan untuk langsung mengiyakan tawaran pertama. Kamu tetap bisa menunjukkan apresiasi terhadap kesempatan kerja sambil menyampaikan bahwa kamu ingin mendiskusikan kompensasi berdasarkan kemampuan dan nilai posisi tersebut. 

2. Riset dulu sebelum menyebut nominal gaji

ilustrasi negosiasi gaji (freepik.com/DC Studio)
ilustrasi negosiasi gaji (freepik.com/DC Studio)

Rasa percaya diri saat negosiasi biasanya tidak muncul begitu saja. Salah satu cara membangunnya adalah datang dengan data. Sebelum menyampaikan angka, cari tahu kisaran gaji untuk posisi yang sama berdasarkan lokasi, industri, tingkat pendidikan, skill, dan tanggung jawab pekerjaan. Kamu juga bisa membandingkan informasi dari lowongan kerja, jaringan alumni, profesional di bidang yang sama, dan laporan pasar kerja yang kredibel.

"Jika kamu terlibat dalam negosiasi gaji, kamu juga perlu melakukan riset terlebih dahulu mengenai berapa seharusnya gaji seseorang dengan peran seperti kamu. Jika organisasi tidak transparan mengenai kisaran gaji, gunakan daftar tanggung jawabmu untuk meneliti berapa gaji yang diterima dengan peran serupa," kata Mary Sharp Emerson, produser konten digital di Harvard DCE dikutip dari Harvard Division of Continuing Education.

3. Tentukan angka ideal, angka realistis, dan batas minimum

ilustrasi negosiasi gaji (freepik.com/yanalya)
ilustrasi negosiasi gaji (freepik.com/yanalya)

Salah satu kesalahan pemula adalah hanya menyiapkan satu angka. Padahal, sebelum masuk ke negosiasi, kamu sebaiknya memiliki tiga patokan: angka ideal yang ingin dicapai, angka realistis yang masih masuk akal, dan batas minimum yang membuat pekerjaan tersebut tetap layak diterima.

Pembagian ini membantu kamu tidak panik ketika recruiter memberikan penawaran berbeda dari ekspektasi. Sementara penelitian Todd J. Thorsteinson, profesor di Department of Psychology and Communication Studies, University of Idaho, menunjukkan bahwa angka awal dapat memengaruhi hasil pembicaraan.

"Dua studi dilakukan untuk meneliti pengaruh acuan yang tidak masuk akal terhadap penawaran gaji awal. Partisipan memberikan penawaran gaji kepada kandidat setelah menerima acuan yang relevan dan acuan yang tidak masuk akal," dikutip dari studinya berjudul "Initiating Salary Discussions With an Extreme Request: Anchoring Effects on Initial Salary Offers" dalam Wiley Online Library.

"Hasil Studi 1 menunjukkan bahwa acuan yang sangat tidak masuk akal memengaruhi penawaran gaji, bahkan dengan adanya acuan yang relevan. Studi 2 meneliti apakah acuan yang lebih ekstrem juga akan memengaruhi penawaran gaji. Hasilnya menunjukkan bahwa baik acuan yang tinggi maupun acuan yang sangat tinggi, menghasilkan penawaran gaji yang lebih tinggi daripada kondisi kontrol," lanjutnya.

Artinya, angka awal memang dapat memberikan pengaruh, tetapi bukan berarti kamu harus menyebut angka yang tidak masuk akal. Karena itu, pilih angka yang cukup tinggi tetapi masih bisa dipertanggungjawabkan dengan data. Jika perusahaan memberikan kisaran gaji, kamu bisa mempertimbangkan posisi pengalaman dan kemampuanmu di dalam rentang tersebut.

Hindari asal menyebut nominal tinggi hanya karena ingin terlihat percaya diri. Percaya diri dalam negosiasi bukan berarti berani meminta sebanyak-banyaknya, melainkan mampu menjelaskan mengapa angka tersebut masuk akal.

4. Latihan sebelum berbicara agar tidak gugup

ilustrasi negosiasi gaji (freepik.com/jcomp)
ilustrasi negosiasi gaji (freepik.com/jcomp)

Jika kamu baru pertama kali bernegosiasi, sangat wajar jika merasa gugup. Kamu mungkin sudah mengetahui angka yang ingin diminta, tetapi tiba-tiba bingung ketika recruiter bertanya, “Mengapa kamu mengharapkan gaji sebesar itu?” Karena itu, jangan hanya mempersiapkan isi jawaban. Latih juga cara menyampaikannya.

Kamu bisa melakukan simulasi sederhana dengan teman, kakak tingkat, mentor, atau bahkan berbicara sendiri di depan kamera. Latih tiga hal: cara menyebut angka, alasan mengapa kamu pantas mendapatkan angka tersebut, dan respons ketika recruiter mengatakan anggarannya terbatas.

Misalnya, “Terima kasih atas offer-nya. Setelah mempertimbangkan tanggung jawab posisi dan pengalaman yang saya miliki, saya berharap ada kemungkinan untuk menyesuaikan kompensasi ke kisaran X–Y. Apakah ada ruang untuk mendiskusikannya?” Semakin sering dilatih, semakin kecil kemungkinan kamu kehilangan kata-kata saat percakapan sebenarnya berlangsung.

5. Jangan hanya negosiasikan gaji, pertimbangkan seluruh paket

ilustrasi negosiasi gaji (freepik.com/pressfoto)
ilustrasi negosiasi gaji (freepik.com/pressfoto)

Gaji memang penting, tetapi bukan satu-satunya hal yang bisa dibicarakan ketika mendapatkan pekerjaan pertama. Jika perusahaan tidak bisa menaikkan gaji sesuai harapanmu, kamu masih dapat menanyakan komponen lain dalam paket kerja, seperti bonus, tunjangan, fleksibilitas kerja, kesempatan pelatihan, cuti, jadwal kerja, atau kemungkinan evaluasi kompensasi setelah periode tertentu.

"Pertimbangkan apa yang paling berharga bagi kamu dalam peran yang sedang kamu negosiasikan. Mungkin bukan hanya peningkatan pendapatan, tetapi juga potensi manfaat lain seperti peluang pertumbuhan karier, fleksibilitas, dan lain-lain," kata Chief People Officer Lyft, Emily Nishi kepada Forbes.

"Dalam negosiasi, bicarakan tentang apa yang menurut kamu paling penting untuk kesuksesan jangka panjang perusahaan dan sebutkan bagaimana kamu berkomitmen untuk membantu perusahaan mencapai kesuksesan tersebut. Itu menempatkan kamu dan orang yang kamu ajak bernegosiasi di pihak yang sama, mencoba memecahkan masalah yang sama,” sarannya.

Tapi jika perusahaan mengatakan gaji tidak dapat dinaikkan, jangan langsung menganggap negosiasimu gagal. Kamu bisa bertanya, “Jika nominal gaji belum bisa disesuaikan, apakah ada benefit lain yang dapat didiskusikan?” atau “Apakah memungkinkan dilakukan salary review setelah enam bulan berdasarkan performa?”

Cara ini membuatmu tetap terlihat fleksibel sekaligus menunjukkan bahwa kamu memahami nilai kompensasi secara menyeluruh. Yang paling penting, jangan meminta maaf karena melakukan negosiasi. Negosiasi yang sopan dan didukung alasan bukan tindakan yang perlu dianggap memalukan.

Negosiasi gaji pertama memang bisa terasa menegangkan, tetapi rasa takut tidak harus membuat kamu diam. Cukup mulai dengan riset, pahami nilai kemampuanmu, tentukan angka yang realistis, latih kalimat yang ingin disampaikan, lalu bicarakan kompensasi dengan sikap profesional. Ingat, tujuan negosiasi bukan sekadar mendapatkan nominal setinggi mungkin, melainkan mencapai kesepakatan yang adil dan menjadi awal yang sehat untuk perjalanan kariermu.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More