Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Aktivitas Simpel Bareng Orangtua yang Terasa Bermakna Setelah Dewasa

3 Aktivitas Simpel Bareng Orangtua yang Terasa Bermakna Setelah Dewasa
ilustrasi keluarga (pexels.com/RODNAE Productions)
  • Makan bersama keluarga yang dulu terasa rutin kini menjadi momen berharga bagi orang dewasa yang hidup mandiri dan jarang berkumpul dengan orangtua.
  • Obrolan serta nasihat orangtua yang sempat dihindari saat remaja kini dirindukan, karena dianggap berarti dalam menghadapi tanggung jawab kehidupan dewasa.
  • Kerja sama keluarga seperti bersih-bersih dan memasak mengajarkan keterampilan serta tanggung jawab, yang manfaatnya baru dipahami setelah dewasa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ketika masih kecil dan tinggal bersama kedua orangtua dulu, kalian tentunya melakukan berbagai aktivitas setiap hari. Semua hal itu terasa seperti rutinitas belaka yang juga dilakukan kebanyakan orang di luar sana. Namun, sesuatu yang tampak biasa itu menjadi begitu istimewa tatkala kamu sudah tumbuh dewasa, apa lagi tinggal terpisah dari ibu dan bapak tersayang.

Sebagaimana yang telah diketahui, kehidupan dewasa menyita banyak waktu dan energi. Kini hari-harimu rasanya hanya diisi dengan urusan pekerjaan, membayar tagihan, dan segala tuntutan hidup lainnya. Bagi yang sudah menikah, ada tambahan tugas mengurus dan memikirkan keluarga kecilnya. Nah, pada saat hidup sedang capek-capeknya begini, kamu jadi ingin pulang ke rumah untuk bertemu orangtua karena kangen melakukan berbagai aktivitas simpel yang dulu terlihat biasa saja, tetapi baru terasa bermakna saat sudah dewasa berikut ini.

  1. 1. Makan bersama keluarga

    ilustrasi acara makan bersama keluarga
    ilustrasi acara makan bersama keluarga (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Makan bersama orangtua adalah hal yang lumrah. Saking seringnya, kamu bisa bosan, terutama bila menu hari itu kurang cocok dengan seleramu. Akhirnya, kamu memilih untuk makan di luar saja bersama pacar atau teman-teman.

    Namun, itu dulu, waktu kamu masih muda dan tinggal serumah bersama mereka. Begitu kini telah hidup mandiri dan sering kesepian karena makan sendiri, kamu jadi paham betapa berartinya momen sederhana makan bersama orangtua dan saudara. Setiap kali ada kesempatan untuk berkunjung ke rumah orangtua, kamu jadi sangat menikmati aktivitas berkumpul di meja makan untuk menyantap menu apa pun yang tersaji karena sekarang paham bahwa hal-hal seperti ini sudah semakin sulit untuk dialami.

  2. 2. Mengobrol dengan orangtua

    ilustrasi ayah dan anak (pexels.com/SHVETS Production)
    ilustrasi ayah dan anak (pexels.com/SHVETS Production)

    Ketika masih kecil, aktivitas mengobrol dengan orangtua terasa begitu menyenangkan. Setiap kali selesai bermain, rasanya ada saja cerita yang ingin kamu bagikan segera kepada ibu dan bapak. Namun, saat masuk masa remaja dan mulai suka memberontak, biasanya jadi menghindari obrolan dengan orangtua karena malas dinasihati. Pada masa ini, kamu tentu berharap lekas jadi orang dewasa dan pindah dari rumah agar bisa merasakan kebebasan. Hayo, ngaku!

    Namun, kini setelah sudah benar-benar resmi menjadi orang dewasa dengan segala tanggung jawabmu, justru kamu kangen momen mengobrol dengan orangtua. Pasalnya, sekarang kamu sadar bahwa nasihat-nasihat merekalah yang sangat berarti untuk menjalani kehidupan. Kalau kamu masih punya kesempatan bertemu mereka, manfaatkan dengan baik untuk curhat sepuasnya, ya!

  3. 3. Melakukan aktivitas apa saja yang memerlukan kerja sama antar anggota keluarga

    ilustrasi ibu dan anak perempuannya yang sedang memasak bersama (pexels.com/Elina Fairytale)
    ilustrasi ibu dan anak perempuannya yang sedang memasak bersama (pexels.com/Elina Fairytale)

    Coba jawab jujur, siapa yang dulu suka malas bantu orangtua? Rasanya hampir semua dari kita pernah berada di fase tersebut, ya. Kamu kesal bila dilibatkan ke dalam aktivitas-aktivitas yang memerlukan kerja sama antar anggota keluarga, seperti membersihkan rumah, masak besar, dan sebagainya karena merasa seperti tidak punya kebebasan untuk bersantai. Namun, hal yang kamu kira merepotkan itu ternyata baru terasa manfaatnya sekarang setelah usiamu dewasa.

    Kamu baru sadar bahwa apa yang kalian lakukan itu merupakan gambaran kecil dari kehidupan bermasyarakat. Kalau tidak rajin dan punya keterampilan, maka kamu akan kesulitan untuk meraih apa saja yang diinginkan. Nah, sekarang kamu telah memahami bahwa dulu orangtuamu bukannya ingin mengganggu ketenangan, tetapi mereka mengajarkan kebaikan untuk bekal hidup di masa depan.

    Ada banyak hal sederhana yang dulu dianggap biasa saja, tetapi baru terasa bermakna begitu kamu sudah beranjak dewasa, seperti aktivitas-aktivitas harian yang dilakukan bareng orangtua. Kini kamu semakin bersyukur telah berkesempatan untuk mengalami seluruh momen berharga tersebut. Jika orangtuamu masih ada, temui mereka dan sampaikan rasa terima kasihmu, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More