Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Jurusan Humaniora yang Sepi Peminat Tapi Ternyata Relevan

5 Jurusan Humaniora yang Sepi Peminat Tapi Ternyata Relevan
ilustrasi membaca buku sejarah (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Intinya Sih
  • Minat terhadap jurusan humaniora menurun karena banyak calon mahasiswa memilih bidang dengan jalur karier yang lebih jelas seperti teknologi, bisnis, dan kesehatan.
  • Meski sepi peminat, jurusan seperti filsafat, linguistik, sastra, sejarah, dan kajian budaya tetap relevan berkat kebutuhan akan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta pemahaman etika dan budaya.
  • Perkembangan kecerdasan buatan dan dunia kerja modern justru meningkatkan nilai keahlian humaniora dalam memahami bahasa, perilaku sosial, serta dampak teknologi terhadap kehidupan manusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jurusan humaniora sering dianggap kalah populer dibandingkan program studi yang berhubungan dengan teknologi, bisnis, atau kesehatan. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah mahasiswa di bidang humaniora juga terus menurun di banyak negara karena semakin banyak calon mahasiswa yang mencari jurusan dengan jalur karier yang terlihat lebih jelas.

Meski begitu, bidang humaniora ternyata masih punya peran penting di dunia kerja modern. Kemampuan berpikir kritis, komunikasi, memahami budaya, hingga penalaran etika masih dibutuhkan di berbagai industri. Beberapa jurusan bahkan mulai kembali dilirik karena dianggap relevan dengan perkembangan kecerdasan buatan dan perubahan dunia kerja.

1. Filsafat

ilustrasi mengemukakan pendapat saat belajar filsafat
ilustrasi mengemukakan pendapat saat belajar filsafat (pexels.com/Xhemi Photo)

Jurusan filsafat termasuk salah satu bidang humaniora yang mengalami penurunan peminat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak perguruan tinggi menghadapi tantangan mempertahankan program humaniora karena mahasiswa lebih tertarik pada jurusan yang dianggap lebih praktis untuk karier.

Di sisi lain, kemampuan yang dipelajari dalam filsafat masih dianggap penting di dunia kerja modern. Penalaran logis, berpikir kritis, dan kemampuan memahami persoalan etika menjadi nilai yang semakin dicari, terutama ketika teknologi kecerdasan buatan mulai digunakan di berbagai bidang industri.

2. Linguistik

ilustrasi memahami bahasa secara ilmiah
ilustrasi memahami bahasa secara ilmiah (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Linguistik menjadi salah satu jurusan humaniora yang tidak terlalu ramai peminat dibandingkan program studi populer lain. Penurunan minat pada bidang bahasa juga terjadi di banyak perguruan tinggi karena calon mahasiswa lebih memilih jurusan yang dianggap punya jalur pekerjaan lebih jelas.

Padahal, kemampuan memahami bahasa tetap relevan di era digital. Perkembangan teknologi berbasis bahasa seperti chatbot, penerjemahan otomatis, dan kecerdasan buatan membuat pemahaman tentang struktur bahasa dan komunikasi manusia tetap dibutuhkan.

3. Sastra

ilustrasi mempelajari sastra
ilustrasi mempelajari sastra (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Jurusan sastra juga mengalami penurunan jumlah mahasiswa dalam beberapa tahun terakhir. Banyak orang menganggap jurusan ini kurang menjanjikan secara ekonomi dibandingkan bidang teknologi atau bisnis.

Meski begitu, kemampuan menulis, membaca kritis, dan memahami komunikasi tetap menjadi keahlian penting. Dunia kerja modern masih membutuhkan orang yang mampu menyusun pesan dengan jelas, memahami konteks sosial, dan mengolah informasi secara mendalam.

4. Sejarah

ilustrasi membaca buku sejarah
ilustrasi membaca buku sejarah (pexels.com/Danilo GutiƩrrez)

Sejarah termasuk bidang humaniora yang terdampak penurunan minat mahasiswa di berbagai negara. Banyak program humaniora menghadapi tekanan karena dianggap tidak punya hubungan langsung dengan kebutuhan industri.

Namun, kemampuan menganalisis informasi, memahami perubahan sosial, dan melihat hubungan antarperistiwa tetap relevan. Keahlian seperti ini dibutuhkan dalam bidang penelitian, media, pendidikan, hingga pekerjaan yang berkaitan dengan analisis kebijakan.

5. Kajian Budaya

ilustrasi mempelajari budaya
ilustrasi mempelajari budaya (pexels.com/cottonbro studio)

Kajian budaya membahas hubungan media, teknologi, identitas, dan masyarakat. Jurusan ini menjadi semakin relevan karena hampir semua aktivitas manusia kini terhubung dengan internet, media sosial, dan teknologi digital.

Bidang ini juga membantu memahami dampak sosial teknologi dan cara budaya berubah di era digital. Kemampuan memahami perilaku masyarakat dinilai penting karena AI tidak hanya menjadi persoalan teknologi, tetapi juga memengaruhi kehidupan sosial manusia secara luas.

Jurusan humaniora memang sering dianggap kurang populer dibanding bidang lain yang lebih teknis. Namun, perkembangan AI dan perubahan dunia kerja justru membuat kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, dan pemahaman manusia semakin dibutuhkan. Sehingga, sejumlah jurusan kuliah yang sepi peminat ini tetap memiliki relevansi kuat untuk masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Hella Pristiwa
EditorHella Pristiwa

Related Articles

See More