Bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sering dianggap sebagai salah satu cara untuk mengurangi stres. Tidak perlu menghadapi kemacetan, kamu bisa bekerja sambil mengenakan pakaian yang nyaman hingga punya lebih banyak waktu untuk keluarga. Sekilas, bekerja dari rumah memang terdengar jauh lebih santai dibandingkan harus pergi ke kantor setiap hari.
Namun, kenyataannya tidak selalu demikian. Bekerja dari rumah ternyata tidak otomatis membuat seseorang terbebas dari burnout. Dalam kondisi tertentu, WFH justru bisa membuat seseorang lebih rentan mengalami kelelahan emosional akibat pekerjaan.
Masalahnya bukan semata-mata pada lokasi kita bekerja, melainkan bagaimana batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, hubungan sosial, penggunaan teknologi, serta waktu istirahat dikelola. Lantas, kenapa bekerja dari rumah tetap bisa membuat kita burnout? Mari, kita bahas bersama!
