Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Semua Pekerjaan Tidak Terasa Menyenangkan, Apa yang Harus Dilakukan?

Semua Pekerjaan Tidak Terasa Menyenangkan, Apa yang Harus Dilakukan?
ilustrasi loyo (pexels.com/Mikhail Nilov)
Share Article

Coba cek lagi curriculum vitae-mu. Sudah berapa kali kamu ganti pekerjaan? Mungkin jumlah kantor yang pernah menjadi tempat kerjamu melebihi keseluruhan masa kerjamu.

Misal, kamu baru bekerja selama 5 tahun, tapi sudah pindah kerja 6 kali. Buatmu yang cukup sering berganti pekerjaan pasti ada penyebabnya. Salah satu yang paling mendasar ialah rasa gak nyaman ketika menjalani satu pekerjaan.

Bisa karena lingkungan kerjanya, beban kerja, dan sebagainya. Namun, setelah dirimu beralih dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain mungkin akhirnya gigit cari. Dari sekian pekerjaan yang pernah dilakoni, rasanya tidak ada yang menyenangkan. Apa yang mesti dilakukan?

  1. 1. Mengevaluasi ekspektasi

    bekerja
    ilustrasi bekerja (pexels.com/Mikhail Nilov)

    Sejak pertama kali dirimu melamar pekerjaan pasti sudah memiliki harapan tertentu. Begitu pula ketika kamu memutuskan berhenti bekerja di satu kantor lalu melamar kantor yang lain. Tindakanmu digerakkan oleh ekspektasi akan pekerjaan yang lebih baik.

    Bisa dari aspek gaji, bidang kerja yang lebih sesuai dengan latar belakang pendidikan, budaya kerja yang sehat, dan sebagainya. Itu wajar, tapi mungkin ekspektasimu terkait pekerjaan ketinggian. Dirimu membayangkan bisa bekerja seakan-akan lagi di rumah sendiri.

    Gak harus terburu-buru, tidak ada tekanan, dan bisa beristirahat kapan pun. Pendapatan juga besar tanpa kamu mesti lembur atau dikasih tanggung jawab gede. Harapan yang tidak realistis begini akan membuatmu selalu gak puas dengan pekerjaan yang didapat.

  2. 2. Lihat mana yang lebih baik biar gak lompat pekerjaan terus

    bekerja
    ilustrasi bekerja (pexels.com/Vitaly Gariev)

    Kamu capek lompat-lompat pekerjaan terus? Tentu saja berganti pekerjaan terlalu sering memang menimbulkan kelelahan psikis maupun fisik. Secara psikis, dirimu selalu dalam mode mencari pekerjaan baru.

    Ini seperti perburuan yang membuatmu kudu senantiasa waspada dan gercep. Jangan sampai telat memperoleh informasi lowongan kerja yang bagus. Kamu juga capek secara fisik mesti membuat dan mengirimkan surat lamaran lalu mengikuti serangkaian tes di luar kota.

    Kemudian masuk masa pelatihan bila kamu diterima yang membuatmu kudu bisa belajar dengan cepat. Ditambah dengan masa adaptasi yang pasti juga gak gampang. Kamu perlu lebih menekankan pada hal positif yang sudah didapatkan dalam pekerjaan baru.

    Hargai jika sekarang pendapatan sudah lebih baik daripada di kantor lama, misalnya. Tetap ada lembur tapi gak sesering dulu dan sebagainya. Bukan dirimu terus mencari-cari sesuatu yang belum ada dalam pekerjaan saat ini.

  3. 3. Jangan fokus cari senang, tapi lancar gajian dan punya ruang berkembang

    bekerja
    ilustrasi bekerja (pexels.com/RDNE Stock project)

    Bekerja memang tidak akan pernah sama dengan pesta. Bahkan ketika kamu bekerja sesuai passion dan menjadi bos buat diri sendiri, bekerja bukan kegiatan having fun. Bekerja merupakan aktivitas yang sarat tanggung jawab.

    Ada target dan akibat kalau kinerjamu kurang bagus. Sesenang-senangnya orang dengan pekerjaannya, jenis emosi yang dirasakan tetap beda dengan saat liburan. Penting buatmu memfokuskan diri pada beberapa hal tertentu saja yang menjadi tujuan utama dalam bekerja.

    Misalnya, gaji yang lancar. Dari situ kamu bisa mengamankan berbagai kebutuhanmu dalam sebulan, memenuhi sejumlah keinginan, dan menyiapkan masa depan. Pekerjaan yang kadang menyenangkan, kadang tidak juga masih kasih kamu ruang untuk berkembang. Dirimu menjadi lebih tahu, lebih ahli, dan punya banyak relasi.

  4. 4. Sadar umur dan pentingnya kestabilan

    bekerja
    ilustrasi bekerja (pexels.com/Sarah Chai)

    Waktu sering kali berjalan lebih cepat daripada perasaanmu. Apalagi ketika kamu sibuk melompat-lompat pekerjaan dari tahun ke tahun. Tahu-tahu dirimu sudah atau hampir memasuki usia 30 tahun. Tentu usia segitu belum tua dan masih sangat produktif.

    Akan tetapi, penting buatmu untuk mulai memikirkan kestabilan dalam hidup. Sebab di usia ini barangkali dirimu akan atau telah berkeluarga. Gonta-ganti pekerjaan bikin nasib keluarga ikut dipertaruhkan.

    Apalagi saat ada masa menganggur setiap kamu habis resign. Kalau sekarang pun dirimu sedang ingin ganti pekerjaan lagi, pikirkan kembali baik-baik. Mungkin kamu gak lagi butuh menebar jala di lautan yang luas sebagai nelayan amatir. Namun, menaiki anak tangga karier satu per satu dengan tenang di kantormu yang sekarang.

  5. 5. Boleh beralih ke usaha sendiri, tapi harus siap dengan tantangannya

    bekerja
    ilustrasi bekerja (pexels.com/cottonbro studio)

    Kamu sudah bertualang dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain dan tetap merasa tidak puas. Dirimu menjadi berpikir untuk memulai usaha sendiri saja. Punya usaha sendiri memungkinkanmu untuk lebih menentukan segala hal.

    Beda dengan ketika kamu bekerja ikut orang. Malah dirimu yang diatur harus begini begitu oleh atasan. Itu ada benarnya. Namun, kamu juga mesti mewaspadai sifatmu yang gampang bosan dengan satu pekerjaan.

    Tanpa perbaikan cara pandang terhadap pekerjaan jangan-jangan kamu bikin usaha sendiri pun cuma semangat di awal. Setelahnya dirimu menyerah dan meninggalkannya begitu saja. Kalau memang kamu ingin beralih ke usaha sendiri harus benar-benar siap dengan segala tantangannya.

    Tidak ada pekerjaan yang menyenangkan karena ini memang bukan kegiatan rekreasi. Targetnya tinggi dan tanggung jawabnya besar. Asal tidak terlalu menyiksa apalagi merendahkan martabatmu sebagai manusia mungkin sebaiknya dijalani saja. Daripada kamu selalu harus mulai dari nol lagi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More