Ilustrasi burn out (Pexels.com/Nataliya Vaitkevich)
Kadang, yang berubah justru dirimu. Seiring waktu, minat, keterampilan, dan nilai yang kamu pegang ikut berkembang, sementara pekerjaannya tetap di tempat. Dalam rangkuman penyebab burnout yang mengacu pada Mayo Clinic dan dimuat di American Association for Physician Leadership, ada beberapa faktor yang relevan. Pertama, poor job fit, yaitu pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat dan keterampilan. Kedua, mismatch in values, yaitu nilai pribadi yang berbeda dengan cara perusahaan menjalankan bisnis atau menangani keluhan. Ketiga, extremes of activity, yaitu pekerjaan yang terlalu lambat, monoton, atau justru terlalu kacau.
Artikel yang sama juga menyebut perasaan terus-menerus kelebihan beban atau kurang tertantang sebagai pemicu stres yang bisa berujung burnout. Jadi, pekerjaan yang dulu terasa pas bisa pelan-pelan berubah jadi sumber lelah ketika tugasnya terulang tanpa tantangan baru. Atau, saat cara kerja di sekitarmu mulai bertentangan dengan apa yang kamu anggap penting. Kalau ini yang kamu rasakan, coba evaluasi ulang apa yang sekarang kamu cari dari pekerjaan, lalu bicarakan dengan atasan soal peran atau tugas yang lebih sesuai.
Itu dia beberapa penyebab yang mungkin terjadi jika kamu merasa pekerjaanmu sangat melelahkan, padahal dulu kamu sangat menyukainya. Mana nih yang paling cocok dengan kondisimu?