ilustrasi meeting (pexels.com/Pavel Danilyuk)
Salah satu alasan lain yang bikin meeting jadi musuh produktivitas adalah minimnya persiapan sebelum rapat itu sendiri digelar. Gak jarang, undangan meeting dikirim mendadak tanpa agenda yang jelas. Sampai-sampai peserta yang hadir pun bingung sebenernya mereka sedang mendiskusikan apa. Akibatnya, waktu yang harusnya dipakai buat bahas hal-hal penting, malah habis buat basa-basi.
Belum lagi soal siapa saja yang diundang. Sering kali, satu meeting melibatkan banyak orang yang sebenernya tak benar-benar perlu untuk terlibat. Padahal, makin banyak peserta yang hadir tanpa peran jelas, makin besar juga potensi diskusi jadi melebar ke mana-mana dan waktu kerja masing-masing orang jadi kepotong percuma.
Temuan dari survei perusahaan perangkat lunak Atlassian Corp. terhadap 5.000 pekerja di Amerika Serikat, Australia, India, Jerman, dan Prancis yang dimuat dalam Financial Post menyebutkan, "3/4 pekerja mengatakan rapat tidak membantu mereka menghasilkan ide baru atau membuat keputusan. Rapat bahkan tidak efektif memberikan informasi penting yang dibutuhkan pekerja, dan mayoritas karyawan mengaku sering pulang rapat tanpa kejelasan status proyek atau target yang dicapai".
Itu dia beberapa alasan mengapa terlalu banyak meeting bisa menurunkan produktivitas. Apakah kamu juga merasakan hal yang sama?