5 Budaya Melayu dalam Upin & Ipin, Pernah Tahu?

- Upin & Ipin memperkenalkan bahasa Melayu Malaysia melalui ungkapan sehari-hari dan sapaan keluarga, dengan kosakata yang tetap mudah dipahami penonton Indonesia.
- Kehidupan Kampung Durian Runtuh menampilkan gotong royong, makan bersama menggunakan tangan kanan, serta etika kebersihan dan kekeluargaan dalam tradisi Melayu.
- Serial ini juga mengenalkan pantun lewat Jarjit dan arsitektur rumah panggung Melayu melalui rumah Opah, yang dirancang untuk iklim tropis, banjir, serta perlindungan dari binatang liar.
Serial Upin & Ipin sudah lebih dari satu dekade menjadi tontonan favorit keluarga di Indonesia. Animasi asal Malaysia ini dikenal dengan cerita yang ringan, lucu, sekaligus sarat pesan moral.
Di balik keseharian Upin, Ipin, dan teman-temannya di Kampung Durian Runtuh, terdapat banyak unsur budaya Melayu yang diperkenalkan secara alami kepada penonton. Berikut beberapa unsur budaya Melayu yang bisa ditemukan dalam serial Upin & Ipin!
1. Bahasa Melayu yang terdengar akrab di telinga

Salah satu ciri khas Upin & Ipin adalah penggunaan bahasa Melayu Malaysia dalam percakapan sehari-hari. Penonton akan sering mendengar ungkapan seperti “betul, betul, betul”, “jom”, atau “tak apa”.
Selain itu, sapaan seperti Opah, Atuk, Kak Ros, dan Cikgu juga mencerminkan kebiasaan masyarakat Melayu dalam memanggil anggota keluarga maupun orang yang lebih tua. Meski beberapa kosakatanya berbeda dengan bahasa Indonesia, maknanya tetap mudah dipahami sehingga penonton dapat mengenal bahasa Melayu secara perlahan.
2. Semangat gotong royong yang masih dijaga

Kehidupan di Kampung Durian Runtuh memperlihatkan eratnya hubungan antar warga. Dalam berbagai episode, masyarakat sering bergotong royong membersihkan lingkungan, mempersiapkan acara kampung, hingga saling membantu ketika ada tetangga yang membutuhkan.
Budaya saling tolong-menolong memang menjadi salah satu nilai yang lekat dengan masyarakat Melayu. Melalui interaksi para tokohnya, Upin & Ipin menunjukkan bahwa pekerjaan berat akan terasa lebih ringan jika dilakukan bersama-sama.
3. Budaya makan pakai tangan

Kalau kamu sering menonton Upin & Ipin, pasti tidak asing dengan adegan Upin, Ipin, Opah, dan Kak Ros makan bersama di rumah. Dalam beberapa kesempatan, mereka menikmati hidangan menggunakan tangan kanan tanpa sendok maupun garpu. Kebiasaan ini masih cukup umum di kalangan masyarakat Melayu, terutama saat menyantap makanan, seperti nasi lemak, rendang, gulai, atau lauk-pauk lainnya.
Selain dianggap lebih praktis, makan pakai tangan juga mencerminkan kedekatan dan suasana kekeluargaan saat berkumpul di meja makan. Namun, budaya ini tetap diiringi dengan etika, seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan serta hanya menggunakan tangan kanan saat mengambil makanan.
4. Pantun dalam percakapan

Salah satu karakter yang paling mudah diingat dalam Upin & Ipin adalah Jarjit Singh. Anak keturunan India ini hampir selalu menyelipkan pantun dalam percakapannya, bahkan di situasi yang tak terduga. Pantun-pantun Jarjit sering kali terdengar kocak dan spontan, hingga menjadi ciri khas yang melekat pada karakternya.
Pantun sendiri merupakan salah satu warisan sastra Melayu yang masih dikenal hingga sekarang. Melalui karakter Jarjit, Upin & Ipin memperkenalkan pantun kepada penonton dengan cara yang ringan dan menghibur, sehingga tradisi lisan khas Melayu ini tetap terasa relevan bagi generasi muda.
5. Rumah panggung Melayu

Rumah Opah menjadi salah satu latar yang paling ikonik dalam serial Upin & Ipin. Jika diperhatikan, rumah tersebut mengadopsi konsep rumah tradisional Melayu yang berbentuk panggung. Bangunannya ditinggikan dari permukaan tanah menggunakan tiang-tiang penyangga, dilengkapi teras depan atau serambi yang kerap menjadi tempat berkumpul keluarga maupun menerima tamu.
Desain rumah panggung memiliki alasannya tersendiri. Pada masa lalu, bentuk ini dibuat agar rumah lebih sejuk di daerah beriklim tropis, mengurangi risiko banjir, sekaligus melindungi penghuni dari binatang liar. Kehadiran rumah Opah dalam serial Upin & Ipin menjadi salah satu cara memperkenalkan arsitektur tradisional Melayu yang masih dapat dijumpai di sejumlah wilayah Malaysia hingga saat ini.
Itu tadi budaya Melayu dalam serial Upin Ipin. Selain lima di atas, adalagi yang bisa kamu tahu?
![[QUIZ] Pilih Momen Upin Ipin, Seberapa Burn Out Kamu?](https://image.idntimes.com/post/20260603/1000015243_c86a146a-89bd-48f4-a761-efb2463df715.jpg)
![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Kamu Seorang yang Green Flag atau Red Flag](https://image.idntimes.com/post/20250530/img-20250530-203717-a4e4cddefdae713cd1a3efe97f21f1d1-d39800576cc5d4ebd91a012aa51130f5.jpg)
![[QUIZ] Dari Permainan Upin & Ipin, Kami Tebak Kamu Jago Berhitung atau Menghafal](https://image.idntimes.com/post/20251113/screenshot-2025-11-13-162825_b94289e5-58eb-42fa-bf23-36466b5bf892.png)



















