9 Koleksi Wastra Indonesia di BTN IFW 2026, Sentuhan Etnik Memukau!

- BTN Indonesia Fashion Week 2026 bertema Ulos Simetria digelar 9 Juli–2 Agustus di JCC Senayan, dengan kain ulos dan wastra sebagai inspirasi koleksi.
- Pertunjukan Ragam pada hari pertama menampilkan kolaborasi lintas daerah yang memadukan tradisi, craftsmanship, dan pendekatan kontemporer terhadap wastra Indonesia.
- Koleksi menyoroti tenun, songket, sulaman, serta batik dari berbagai daerah, termasuk Konawe, Muna Barat, Sumatra Barat, Gorontalo, dan UMKM binaan Pertamina Patra Niaga.
BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 mengusung tema Ulos Simetria dengan menjadikan kain ulos sebagai inspirasi utama berbagai koleksi busana. Diselenggarakan pada 9 Juli–2 Agustus 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, acara fashion bergengsi ini menampilkan koleksi wastra Indonesia, salah satunya di pertunjukkan hari pertama bertajuk Ragam.
Ragam menghadirkan spektrum ekspresi mode yang lahir dari kekayaan budaya Indonesia. Melalui kolaborasi lintas daerah, setiap koleksi menjadi interpretasi baru atas warisan wastra yang terus berkembang bersama kreativitas masa kini.
Sebagai grand show penutup hari pertama, parade ini mempertemukan tradisi, craftsmanship, dan visi kontemporer yang merefleksikan keberagaman Indonesia. Penasaran dengan koleksi show Ragam di BTN IFW 2026? Keep scrolling!
1. Desainer asal Sulawesi Tenggara, Amir Malik X Akbar Tan, hadirkan karya wastra modern yang terinspirasi hutan bakau, lengkap dengan headpiece

2. Dekranasda Konawe memamerkan karya busana dari kain tenun khas Tolaki, Tabere Siwole. Kain ini menjadi kekayaan wastra masyarakat Konawe

3. Desainer Aida Aho melestarikan tenun Benteng Tiworo Liwu Mokesa, warisan budaya Muna Barat. Motif geometris jadi filosofi hidup masyarakat Muna

4. Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar hadirkan karya Songket Mira Muraza, Sulam Kapalo Samek, serta Sulam Bayangan yang dipadukan pada busana muslim

5. Di BTN IFW 2026, desainer Nieta Hidayani juga menampilkan padu-padan wastra Indonesia dan outer gaya kontemporer hingga modest wear

6. Sulaman tradisional Karawo adalah kerajinan khas Gorontalo yang ditampilkan pada BTN IFW 2026, hasil kolaborasi Tethuna dan House of Abhiee

7. Ega Makulase dan Christian Aprilio adalah kolaborator kreatif serta asal Gorontalo yang mengangkat kekayaan kain dan budaya tradisional daerah

8. UMKM binaan Pertamina Patra Niaga unjuk gigi di ajang BTN IFW 2026, salah satunya Meeta Fauzan yang membawa kain batik modern pada baju muslim

9. Pertamina Patra Niaga juga memperkenalkan Dara Baro yang mengolah kain batik menjadi busana kontemporer dengan fokus pada aneka motif

Itulah koleksi wastra Indonesia di BTN IFW 2026 hari pertama dengan kehadiran beberapa brand ternama Indonesia yang mengangkat kain-kain daerah. Nuansa etniknya kental nan modern. So, mana koleksi yang jadi favorit kamu?





















