Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Alasan Gak Etis Lama Berhenti dan Terus di dalam Mobil yang Menyala

5 Alasan Gak Etis Lama Berhenti dan Terus di dalam Mobil yang Menyala
ilustrasi pria di mobil (pexels.com/Trần Long)
Share Article

Kamu biasa bawa motor atau mobil? Apa pun kendaraan yang digunakan, dirimu harus paham soal etika. Jangan hanya berprinsip itu kendaraanmu sehingga kamu boleh melakukan apa saja dengan motor atau mobil tersebut.

Termasuk ketika dirimu menghentikan mobil untuk berbagai keperluan. Bukan berhenti saat ada lampu merah, melainkan kamu menepi agak lama baik di tempat parkir resmi maupun pinggir jalan. Juga bukan ketika dirimu cuma bermaksud menggunakan layanan drive thru.

Secara etika, kamu sebaiknya tidak berlama-lama berada di dalam mobil yang berhenti sembari terus menyalakan mesin. Ukuran lama misalnya, lebih dari 10 menit. Kenapa soal begini saja perlu lebih diperhatikan?

1. Kamu dikira lagi memata-matai bahkan berbuat mesum

di dalam mobil
ilustrasi di dalam mobil (pexels.com/hawraz Arts)

Bertahan di dalam mobil dengan mesin menyala untuk waktu cukup lama seakan-akan menandakan dirimu tengah mengawasi seseorang. Kalau dirimu sedang memata-matai seseorang sudah pasti gak ingin terlihat oleh siapa pun. Orang-orang di sekitar bakal tidak nyaman dengan keberadaanmu.

Apakah salah satu dari mereka yang sedang dimata-matai? Kenapa dirimu melakukannya? Bagaimana bila kamu punya niat jahat? Apalagi kaca jendela rapat tertutup dan gelap sekali. Orang-orang di sekitar menjadi tak bisa melihat sosokmu dan bikin tambah waspada.

Selain dugaan memata-matai, dirimu juga dapat dikira tengah berbuat mesum. Apalagi terlihat sekilas dari luar ada lebih dari satu orang dalam kendaraan. Daripada tahu-tahu kamu digerebek atau diviralkan, mending turun dari mobil.

2. Suara mesin mobil dan gas buangnya ganggu orang sekitar

di dalam mobil
ilustrasi di dalam mobil (pexels.com/Mario Amé)

Semulus-mulusnya suara kendaraan pasti tetap terdengar. Terlebih dari jarak yang cukup dekat dan mesin mobil terus dinyalakan dalam waktu lama. Pun kendaraanmu ada wujudnya sehingga orang-orang di sekitar lebih menyadari keberadaannya.

Tambah keras suara mesin mobilmu, tambah besar pula gangguan yang ditimbulkan buat siapa pun yang ada di situ. Kalau mobilmu cuma sebentar di sana tentu gak masalah. Akan tetapi, kalau sudah lebih dari 10 menit pasti orang-orang mulai merasa kurang nyaman.

Terutama bagi orang yang posisinya paling dekat serta tak bisa menghindar. Misal, mobilmu berhenti tak jauh dari rumahnya. Sudah suara mesinnya berisik, asap knalpotnya juga lama-lama tersebar ke mana-mana dan bisa mengganggu penciuman orang-orang.

3. Bukan tempat parkir resmi, ganggu orang lewat

di dalam mobil
ilustrasi di dalam mobil (pexels.com/Jeff Vinluan)

Di mana kamu menghentikan kendaraanmu? Ingat bahwa mobil berukuran jauh lebih besar daripada motor. Dirimu memarkirkannya di sembarang tempat benar-benar bisa menjadi masalah. Orang lain yang punya keperluan di sekitar situ dapat terganggu.

Seperti orang hendak keluar atau masuk ke halaman rumahnya sendiri pun terhalang oleh kendaraanmu. Tambah menyebalkan sebab dirimu ada di dalam mobil dengan mesin yang terus menyala. Apa susahnya sih, kamu memindahkannya ke tempat lain?

Jika dirimu diam saja dan betah di situ, kesannya kamu sengaja ingin membuat orang lain terusik dan repot. Dirimu terlihat sama sekali gak punya kepedulian pada orang lain. Kalaupun kamu terpaksa berhenti di titik yang bukan tempat parkir resmi, segera selesaikan urusanmu dan pergi.

4. Tidak menghargai orang yang berbicara denganmu dari luar mobil

di dalam mobil
ilustrasi di dalam mobil (pexels.com/Ivo Mukkulaine)

Sifat aslimu akan sangat terlihat dari caramu memperlakukan orang lain. Seperti saat kamu mengobrol dengan siapa pun. Kalau dirimu berada dalam mobil sedangkan lawan bicara di luar, wajib buatmu turun dulu.

Jangan mengajak siapa pun berbicara dengan posisi kamu duduk nyaman di dalam mobil, sementara orang lain berdiri sampai pegal. Bahkan ia mungkin kepanasan karena siang bolong. Tidak begitu cara memanusiakan sesama manusia.

Menurunkan kaca jendela sampai maksimal saja gak cukup. Lebih baik parkir kendaraan dengan baik dan kamu turun. Kalian menjadi bisa mengobrol dengan lebih leluasa. Tidak ada kesan kamu angkuh karena turun dari mobil saja gak mau.

5. Tidak bisa gantian parkir dengan orang lain

di dalam mobil
ilustrasi di dalam mobil (pexels.com/Selvin Esteban)

Kamu sudah berada di tempat parkir resmi tidak berarti etis untuk terus di dalam mobil dengan mesin menyala. Dirimu tetap harus melihat-lihat situasi di sekitar. Kalau tempat parkir penuh dan masih banyak pengemudi yang mencari tempat parkir, cepat selesaikan keperluanmu di situ.

Melihat kamu ada di dalam mobil apalagi di posisi sopir dan mesin menyala tentu pengendara lain berpikir dirimu bakal segera pergi. Ia menunggumu keluar supaya bisa gantian parkir. Bila mobilmu tetap di situ, malah antrean kendaraan makin mengular.

Jika kamu masih harus menunggu teman misalnya, mending matikan mesin dan turun dulu. Tunggu dia di luar mobil biar gak kasih harapan palsu ke pengendara-pengendara lainnya. Hanya karena dirimu bisa membayar biaya parkirnya jangan lantas kurang peduli dengan orang lain yang juga butuh tempat parkir.

Mungkin kamu gak bermaksud buruk dengan tetap berada dalam mobil yang mesinnya menyala. Namun, sekarang dirimu sudah tahu berbagai persepsi orang dan etikanya. Bila kamu masih ada urusan agak lama mending keluar dulu dari mobil supaya tak menimbulkan kecurigaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More