Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Menjadi Afiliator Marketplace Masih Menjanjikan?

Apakah Menjadi Afiliator Marketplace Masih Menjanjikan?
ilustrasi mempromosikan sepatu (pexels.com/Kampus Production)
Intinya Sih
  • Belanja online kini jadi kebutuhan utama masyarakat, membuat peluang afiliator marketplace tetap besar karena pengguna aktif terus meningkat.
  • Media sosial memberi ruang promosi gratis dan mudah diakses, memudahkan afiliator menjangkau calon pembeli tanpa biaya tambahan.
  • Pekerjaan afiliator minim risiko, bisa dilakukan siapa saja dengan modal kecil, serta menawarkan beragam produk dan potensi sampel gratis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Hingga saat ini sudah beberapa tahun sejak marketplace muncul pertama kali. Namun, kamu sebagai salah satu pengguna aplikasi tersebut justru baru akhir-akhir ini kepikiran untuk bergabung sebagai afiliator. Barangkali dirimu lagi butuh tambahan pendapatan.

Ditambah banyak unggahan dari afiliator di berbagai medsos yang menunjukkan penghasilan cukup besar. Bisa ratusan ribu, bahkan jutaan rupiah per minggu. Namun, dirimu masih ragu untuk menceburkan diri.

Di tengah banyaknya orang yang mengikuti program affiliate, apakah menjadi afiliator marketplace masih menjanjikan? Secara logika, dirimu berpikir kue sudah makin kecil. Jika kamu bergabung, bagian yang diperoleh pasti gak seberapa. Kalah populer dari video promosi afiliator-afiliator yang terlebih dahulu mendaftar. Kami coba menjawab keraguan itu daripada dirimu tak pernah jadi melangkah.

1. Belanja online bukan lagi gaya hidup melainkan cara hidup

belanja online
ilustrasi belanja online (pexels.com/Gustavo Fring)

Di awal kemunculan marketplace, sebagian orang boleh jadi memang menggunakannya lebih untuk gaya hidup. Hanya orang-orang tertentu yang dapat berbelanja lewat aplikasi. Bukan karena harga produk lebih mahal.

Namun, banyak orang masih bingung cara memakainya. Atau, perangkat yang lemot untuk bisa menggunakan aplikasi belanja. Juga ada perasaan gak enak sama tetangga jika mereka terlihat sering sekali menerima paket belanjaan.

Seiring waktu, hampir semua orang mahir memakai aplikasi belanja. Belanja online bukan lagi tentang ingin terlihat wah oleh tetangga di sekitar rumah. Namun, benar-benar cara paling praktis guna memenuhi beragam kebutuhan. Artinya, pengguna aktif marketplace telah meningkat pesat daripada dulu.

2. Berbagai media sosial memfasilitasi promosi gratis

mempromosikan pakaian
ilustrasi mempromosikan pakaian (pexels.com/Liza Summer)

Menjadi afiliator marketplace kian gampang sebab semua media sosial memungkinkan penggunanya menawarkan produk. Bahkan secara cuma-cuma. Tinggal cara-cara mengunggahnya diikuti supaya orang yang berminat gampang mengakses tautan.

Sayang sekali kalau ruang tak terbatas yang disediakan oleh berbagai platform ini tidak dimanfaatkan secara maksimal. Bukan hanya para penjual atau afiliator yang butuh mempromosikan dagangan.

Tak sedikit pula orang yang mencari produk kebutuhan mereka di medsos. Atau, saat mereka membuka media sosial, iklanmu muncul. Mereka yang tadinya gak berencana membeli lantas tertarik.

3. Sangat mudah dilakukan siapa saja, kapan pun, dan di mana pun

mempromosikan produk
ilustrasi mempromosikan produk (pexels.com/cottonbro studio)

Tugas afiliator marketplace amat mudah. Ini pekerjaan yang dapat dilakukan siapa saja asalkan memiliki gadget. Gak usah laptop atau komputer. Sekadar smartphone sederhana asal terhubung dengan internet pun telah memadai.

Tua maupun muda, bahkan orang yang sesungguhnya sudah mapan dalam pekerjaan, juga dapat bergabung sebagai afiliator. Kamu bisa mengunggah video serta foto produk dari mana saja, kapan pun, serta di mana pun. Jangan lupa disertai tautannya.

Misalnya, kamu membagikan link produk di tengah perjalanan menuju kantor. Saat istirahat siang, daripada scrolling medsos yang gak jelas yang bisa ganggu mood, lebih baik merekomendasikan produk. Bahkan orang introvert pun bisa melakukannya. Tidak ada kewajiban bikin video yang menampilkan wajah, apalagi sambil berbicara di depan kamera.

4. Minim risiko

mempromosikan produk
ilustrasi mempromosikan produk (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Pekerjaan ini termasuk minim risiko sebab dirimu hanya membagikan tautan produk. Juga foto atau video yang sesuai agar lebih menarik minat calon konsumen. Supaya mereka ada gambaran tentang produknya.

Paling-paling ditambah sedikit kalimat sebagai informasi awal untuk peminat. Afiliator sama sekali tidak perlu membeli barangnya dan punya gudang di rumah. Produk yang dipesan akan secara otomatis dikirimkan dari toko yang dipromosikan olehmu.

Artinya, dirimu nyaris tidak mengeluarkan modal sepeser pun. Cuma perlu beli kuota internet yang tak hanya digunakan buat mempromosikan produk. Modal berupa materi nyaris nol. Smartphone juga cukup yang sehari-hari dipakai olehmu.

5. Produk yang dijual di marketplace sangat beragam

membuat konten
ilustrasi membuat konten (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Ingin menjadi afiliator marketplace, tetapi bingung mau mempromosikan produk apa? Apa saja bisa diiklankan. Kamu boleh fokus ke produk tertentu. Seperti dirimu gemar berolahraga sehingga produk yang direkomendasikan hanya terkait olahraga.

Dari pakaian olahraga, bola, raket, tas olahraga, sepatu lari, dan sebagainya. Bisa pula sesimple kamu mempromosikan produk yang memberikan komisi ekstra untuk afiliator. Atau, dirimu hendak campur-campur mengiklankan berbagai produk juga gak masalah.

Semuanya baik dan punya pasar. Manfaatkan banyaknya jenis barang yang dijual di toko online untukmu ikut mencicipi keuntungan. Benih tanaman seharga kurang dari 100 rupiah per biji hingga produk jam tangan atau smartphone seharga puluhan juta rupiah menunggu dipromosikan oleh para afiliator.

6. Sampel gratis selain buat bikin konten juga dapat dipakai sendiri

sampel tas
ilustrasi sampel tas (pexels.com/AI25.Studio Studio)

Ini keuntungan lain dari menjadi seorang afiliator. Kamu gak cuma bisa mendapatkan komisi dari setiap produk yang dijual. Banyak toko juga bersedia memberikan sampel produk gratis. Ini menjadi bagian dari strategi marketing mereka.

Agar afiliator tahu betul produk yang hendak direkomendasikan. Sehingga mereka bisa memberikan ulasan yang tepat dan lebih mendorong orang untuk membelinya. Awalnya, permintaanmu akan sampel gratis barangkali sering ditolak.

Namun, jika dirimu konsisten merekomendasikan berbagai produk, permintaan sampel yang disetujui bakal makin banyak. Produk sampel tersebut bisa bikin konten atau rekomendasimu lebih dipercaya orang. Selanjutnya, produk dapat dipakai sendiri. Lumayan, kamu menghemat uang untuk membeli kaus, kosmetik, dan sebagainya.

Menjadi afiliator marketplace masih menjanjikan di masa kini. Syaratnya, kamu kudu konsisten mempromosikan produk. Jangan hanya sesekali bila ingin hasil maksimal. Apalagi, ada rasa malu ketahuan bahwa dirimu ikut affiliate. Justru, sebanyak mungkin orang harus tahu supaya peluang produk yang ditawarkan laku makin besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Related Articles

See More