Kecerdasan buatan alias AI, belakangan ini giat sekali mengambil alih pekerjaan entry level atau pekerjaan dasar yang biasa diisi anak baru. Kamu yang sudah kuliah bertahun-tahun tentu merasa cemas melihat gelar sarjana mendadak kalah bersaing dengan mesin yang tidak pernah berhenti beroperasi. Hal ini membuat para lulusan baru kebingungan karena tangga karier paling bawah yang harusnya mereka injak kini sudah hilang dan diambil alih.
Akan tetapi, fenomena pekerjaan entry level diambil AI ini bukan berarti pintu kantor tertutup rapat untuk kamu. Alih-alih melahirkan pengangguran massal, perubahan digital ini justru memicu kebutuhan mendalam terhadap jenis keterampilan baru yang tidak dimiliki teknologi AI. Kamu hanya perlu mengubah posisi dari seorang pengetik manual ke skill yang lebih menggunakan logika berpikir.