Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Bentuk Pelecehan Terselubung di Kantor yang Sering Gak Disadari
ilustrasi tertawa dengan rekan kerja (freepik.com/freepik)
  • Artikel menyoroti bentuk pelecehan terselubung di kantor yang sering dianggap sepele, seperti candaan merendahkan, pengabaian pendapat, hingga komentar halus tentang penampilan.
  • Tindakan kecil seperti memberi tugas di luar job desk tanpa apresiasi atau sering menginterupsi saat berbicara dapat menurunkan rasa percaya diri dan menciptakan lingkungan kerja toksik.
  • Penulis mengajak pembaca untuk lebih peka terhadap micro-aggressions di tempat kerja serta berani menjaga batasan diri agar tercipta suasana kerja yang sehat dan saling menghargai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah gak sih kamu merasa gak nyaman di kantor, tapi bingung kenapa? Secara kasatmata semuanya terlihat normal, bahkan mungkin kamu tetap bisa bercanda seperti biasa. Tapi ada momen kecil yang bikin hati gak enak dan kepikiran seharian. Perasaan seperti ini sering muncul di lingkungan kerja yang diam-diam terasa toksik.

Masalahnya, gak semua bentuk pelecehan di dunia kerja terlihat jelas dan frontal. Ada yang muncul dalam bentuk halus, bahkan sering dibalut dengan candaan atau kebiasaan kantor. Inilah yang sering disebut sebagai micro-aggressions, yaitu tindakan kecil yang merendahkan tanpa disadari. Sadari pelecehan terselubung di kantor berikut ini yang sering kali terjadi dan dianggap sepele.

1. Candaan yang sebenarnya merendahkan

ilustrasi mengobrol dengan rekan kerja (freepik.com/pressfoto)

Di kantor, candaan sering jadi cara untuk mencairkan suasana. Tapi gak semua candaan itu harmless. Ada yang menyentil fisik, latar belakang, atau kemampuan kerja kamu. Kalau dilakukan terus-menerus, ini bisa jadi bentuk pelecehan yang halus.

Masalahnya, kamu sering dibuat ragu untuk tersinggung. Karena dikemas sebagai “cuma bercanda”, kamu jadi merasa berlebihan kalau merasa sakit hati. Padahal perasaan gak nyaman itu valid. Candaan yang merendahkan tetaplah menyakitkan, meski dibungkus tawa.

2. Mengabaikan pendapat saat rapat

ilustrasi meeting (freepik.com/yanalya)

Kamu pernah menyampaikan ide, tapi langsung diabaikan begitu saja? Lalu beberapa menit kemudian, orang lain menyampaikan hal yang sama dan justru diapresiasi. Situasi seperti ini sering terjadi tanpa disadari. Rasanya kecil, tapi lama-lama bikin kamu merasa gak dianggap.

Ini termasuk micro-aggressions yang sering muncul di lingkungan kerja. Kamu jadi merasa suara kamu kurang penting dibanding yang lain. Kalau terus terjadi, rasa percaya diri bisa ikut turun. Padahal setiap kontribusi seharusnya punya ruang yang sama.

3. Komentar “halus” tentang penampilan

ilustrasi orang mengobrol (pexels.com/Mikhail Nilov)

Komentar seperti “kamu capek ya keliatan banget” atau “hari ini lebih rapi dari biasanya” sering terdengar ringan. Tapi sebenarnya, ini bisa jadi bentuk penilaian yang gak diminta. Apalagi kalau disampaikan berulang kali di depan orang lain. Lama-lama bikin kamu jadi overthinking.

Komentar seperti ini sering dianggap perhatian. Padahal efeknya bisa bikin kamu gak nyaman dengan diri sendiri. Kamu jadi merasa harus selalu tampil sesuai standar tertentu. Ini salah satu bentuk toxic workplace yang sering gak disadari.

4. Memberi tugas di luar job desk tanpa menghargai

ilustrasi berdiskusi dengan rekan kerja (pexels.com/Yan Krukau)

Kadang kamu diminta membantu pekerjaan yang bukan tanggung jawab utama kamu. Awalnya mungkin terasa biasa saja, apalagi kalau kamu ingin terlihat kooperatif. Tapi kalau terus terjadi tanpa apresiasi, ini bisa jadi masalah. Kamu jadi terbebani secara diam-diam.

Bentuk seperti ini sering dianggap hal wajar di kantor. Padahal ini bisa jadi bentuk eksploitasi halus. Kamu jadi sulit menolak karena takut dianggap gak solid. Lama-lama kamu merasa lelah, tapi bingung menjelaskannya.

5. Menginterupsi saat kamu berbicara

ilustrasi meeting dengan rekan kerja (pexels.com/Karola G)

Sedang menjelaskan sesuatu, lalu tiba-tiba dipotong di tengah kalimat. Kejadian ini mungkin terlihat kecil dan sering terjadi di rapat. Tapi kalau terjadi terus-menerus pada kamu, ini bukan hal sepele. Ini bisa jadi tanda kurangnya respek.

Menginterupsi membuat kamu kehilangan ruang untuk menyampaikan pendapat. Kamu jadi ragu untuk berbicara di kesempatan berikutnya. Padahal setiap orang berhak didengar. Hal kecil seperti ini bisa berdampak besar pada rasa percaya diri kamu di kantor.

Menghadapi pelecehan terselubung di kantor memang gak selalu mudah, apalagi kalau bentuknya halus seperti ini. Kamu mungkin sering mempertanyakan apakah perasaan kamu valid atau tidak. Tapi penting untuk diingat, rasa gak nyaman itu tetap berarti. Yuk mulai lebih peka terhadap lingkungan kerja kamu dan berani menjaga batasan diri sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team