Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Trik Thrifting Buku Impor Murah, Rak Auto Kece dan Dompet Aman!

5 Trik Thrifting Buku Impor Murah, Rak Auto Kece dan Dompet Aman!
ilustrasi mendapat buku thriting impor yang murah (pexels.com/Min An)
Share Article

Melihat rak buku yang isinya itu-itu saja emang kadang bikin mati gaya, apalagi kalau kamu lagi ingin baca karya penulis luar yang lagi hype di BookTok atau Bookstagram. Sayangnya, pas mengecek harga buku baru di toko resmi, dompet rasanya langsung menjerit minta tolong karena harganya yang lumayan pricey. Makanya, kamu butuh banget trik thrifting buku impor murah biar hobi baca tetap jalan tanpa harus puasa jajan sebulan penuh. Punya koleksi buku luar negeri nyatanya gak harus selalu bikin kantong kamu bolong, kok!

Kalau kamu terus-terusan memaksakan diri beli buku baru dengan harga selangit, ujung-ujungnya kamu malah stres sendiri dan pelan-pelan jadi malas baca, lho. Parahnya lagi, impian kamu buat punya perpustakaan mini estetik di kamar bakal mandek cuma sebatas angan-angan kosong, deh. Mending kamu mulai pinter-pinter cari jalan alternatif yang lebih ramah di kantong dan tentunya tetap bikin hati happy dengan lima trik ini!


  1. 1. Cek e-commerce saat jam rawan diskon

    Ilustrasi e-commerce menggambarkan aktivitas belanja online melalui perangkat digital untuk transaksi produk dan layanan.
    ilustrasi e-commerce (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

    Berburu buku bekas yang berkualitas itu susah-susah gampang, jadi kamu harus tahu kapan waktu terbaik buat buka aplikasi belanja oren atau hitam di HP kamu. Biasanya, seller buku bekas akan upload koleksi terbaru atau ngasih flash sale di jam-jam tertentu, kayak tengah malam atau pas jam istirahat kantor. Kalau kamu telaten scroll di waktu-waktu ini, peluang untuk dapat harta karun sastra klasik atau fiksi populer bakal jauh lebih besar, lho. 

    Selain itu, algoritma e-commerce juga sering ngasih kupon gratis ongkir dadakan yang bikin total belanjaan kamu makin miring. Misalnya, kamu lagi mengincar novel Percy Jackson bahasa Inggris, coba perhatikan toko thrift buku saat tanggal kembar atau tanggal gajian tiba. Oh iya, jangan lupa masukkan buku ke keranjang lebih dulu, biar sewaktu harganya anjlok kamu tinggal klik checkout secepat kilat tanpa ribet. Santai aja, anggap ini latihan kesabaran, dan kalau gagal hari ini, besok malam masih ada ribuan buku lain yang siap kamu adopsi, kok..


  2. 2. Gunakan kata kunci spesifik saat mencari

    Seseorang menggunakan laptop di meja untuk mencari informasi tentang book thrifting dan buku bekas secara daring.
    ilustrasi mencari informasi tentang book thrifting (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

    Kalau kamu cuma mengetik "buku import murah" di kolom pencarian, hasil yang keluar biasanya bakal terlalu luas dan sukses bikin pusing sendiri. Sistem pencarian e-commerce butuh panduan yang lebih jelas biar bisa menampilkan barang yang sesuai sama ekspektasi dan budget kamu saat itu. Kamu harus mulai pakai keyword atau kata kunci yang spesifik, seperti nama penulis, judul pasti, atau menambahkan kata "preloved" dan "bekas layak baca". Guys, trik sederhana ini efektif banget untuk menyingkirkan produk-produk gak relevan atau buku bajakan yang kualitas cetakannya bikin sakit mata.

    Sebagai contoh, alih-alih cuma mencari "buku Stephen King", mending ketik langsung "preloved The Shining Stephen King English version" buat mendapatkan hasil yang presisi. Kadang seller juga pakai istilah singkatan andalan kayak "PL" buat preloved atau "ex-kolpri" buat eks-koleksi pribadi, jadi pastikan kamu juga memasukkan istilah ini, ya. Kalau menemukan buku yang harganya terlalu murah sampai gak masuk akal, mending kamu ekstra waspada karena jangan-jangan itu buku bajakan yang typo-nya lebih banyak dari isi cerita, ya.


  3. 3. Rajin pantau akun bookstagram dan komunitas

    Sejumlah orang duduk bersama sambil membaca buku dalam ilustrasi komunitas buku untuk kegiatan literasi.
    ilustrasi komunitas buku (pexels.com/Andy Barbour)

    Komunitas pecinta buku di media sosial itu solidnya luar biasa, dan mereka sering banget mengadakan acara decluttering atau bongkar lemari musiman. Kamu wajib banget follow akun-akun Bookstagram lokal atau gabung ke grup komunitas pembaca di Facebook, Telegram, maupun Twitter, ya. Di sana, para anggota suka jual rugi buku-buku import koleksi mereka yang kondisinya masih super mulus karena dirawat sepenuh hati sejak awal beli, ya.

    Bayangkan saja, kamu bisa dapat novel Colleen Hoover cetakan luar negeri dengan harga setengah dari toko retail cuma dari hasil stalking story Instagram sesama reader. Jangan malu buat ikutan lelang buku atau sekadar meninggalkan komentar "WTS" (Want To Sell) atau "WTB" (Want To Buy) di thread komunitas tersebut.


  4. 4. Tanyakan detail kondisi buku ke penjual

    Seorang perempuan memeriksa detail sebuah buku di antara tumpukan buku bekas saat berbelanja buku thrifting.
    ilustrasi melihat detail buku thrifting (pexels.com/Paula Conde Sanchez)

    Namanya juga barang bekas, pasti ada saja jejak pemakaian dari pemilik sebelumnya yang bikin kondisinya gak 100 persen sempurna kayak di toko buku. Makanya, komunikasi terbuka sama seller itu jadi kunci utama biar kamu gak merasa zonk pas paketnya datang ke rumah. Jangan ragu buat minta foto detail buku dari berbagai angle, termasuk bagian tulang buku, ujung halaman, atau bercak kuning (foxing) yang sering muncul di kertas tua. Seller yang jujur dan terpercaya pasti bakal dengan senang hati mengirim video atau foto real picture tanpa banyak alasan berbelit.

    Kalau ternyata ada coretan stabilo atau lipatan di ujung kertas (dog ear), kamu bisa pakai celah ini untuk minta sedikit potongan harga, ya. Kemudian, kalau seller-nya jutek atau susah dimintai foto, mending langsung putar balik dan cari toko lain yang lebih friendly sama buyer, yak.


  5. 5. Manfaatkan event bazar buku fisik

    Rak-rak berisi aneka buku bekas tersusun di area pameran buku thrift untuk dipilih para pengunjung yang hadir.
    ilustrasi pameran buku thriting (pexels.com/Julio Lopez)

    Walaupun era sudah serba digital, berburu buku langsung di bazar fisik atau festival literasi itu sensasinya gak bisa digantikan sama apa pun. Acara pameran buku skala besar sering menyediakan area khusus buku-buku import dengan harga miring atau diskon cuci gudang yang menggiurkan. Di sini, kamu bisa langsung memegang tekstur kertasnya, mencium aroma buku baru atau bekas yang khas banget, dan mengecek kualitasnya secara kasat mata. Ditambah lagi, jalan-jalan ke bazar buku bersama teman bisa jadi sarana healing murah meriah untuk melepas penat.

    Kalau ingin harga miring di pameran, usahakan datang di hari terakhir karena biasanya stand buku bakal memberikan diskon tambahan yang bikin harganya makin gila-gilaan. Jangan lupa bawa tote bag kain sendiri yang agak besar biar kamu gak repot menenteng kantong plastik. Hati-hati saja sama godaan "mata lapar" yang suka bikin tangan otomatis memasukan buku ke keranjang padahal belum tentu bakal dibaca dalam waktu dekat. Menerapkan berbagai trik thrifting buku impor murah di atas gak cuma menyelamatkan isi dompet, tapi juga melatih insting kamu dalam berburu barang berkualitas. Sekarang kamu sudah siap untuk menyulap rak buku kosongmu dengan banyak buku impor?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Related Articles

See More