ilustrasi membuat lamaran kerja (freepik.com/freepik)
Applicant Tracking System (ATS) merupakan perangkat lunak yang digunakan sejumlah perusahaan untuk membantu mengelola proses rekrutmen. Sistem ini dapat membantu penyaringan atau pencarian kandidat berdasarkan informasi tertentu dalam dokumen lamaran.
Karena itu, banyak pencari kerja berusaha memasukkan kata kunci dari lowongan ke dalam CV. Namun, terlalu fokus mengejar skor ATS atau mengikuti semua saran dari internet juga bisa membuat dokumen kehilangan kejelasan.
Harvard FAS Mignone Center for Career Success, dalam panduan tentang penggunaan AI untuk resume dan surat lamaran, menyarankan agar teks hasil AI diperlakukan sebagai usulan penyuntingan, bukan hasil akhir yang langsung digunakan. Mereka juga mengingatkan pelamar untuk memastikan setiap informasi akurat dan benar-benar menggambarkan pengalaman mereka.
"Resume dan surat lamaran kamu harus mencerminkan diri kamu yang sebenarnya serta apa yang dapat kamu tawarkan. Untuk itu, AI generatif dapat menjadi alat yang berguna dalam proses penyuntingan. Namun, AI generatif sebaiknya tidak menjadi penulis utama, terutama karena hasil yang dihasilkannya cenderung sangat umum dan tidak spesifik," demikian panduannya.
Jadi, gunakan kata kunci yang sesuai dengan kompetensi dan persyaratan lowongan, tetapi jangan sekadar menyalin seluruh deskripsi pekerjaan ke dalam CV. Periksa kembali format dokumen, susunan bagian, ejaan, serta informasi kontak. Gunakan tata letak yang rapi dan mudah dibaca, lalu pastikan file PDF tidak mengalami perubahan format setelah disimpan.
Jika memakai AI untuk membantu menyusun CV, lakukan penyuntingan dengan memeriksa setiap kalimat dan hapus klaim yang tidak sesuai dengan pengalamanmu. Dokumen yang relevan, jujur, dan jelas lebih berguna daripada CV yang terlihat canggih tetapi tidak mencerminkan kemampuan sebenarnya.