Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Makna Baddie bagi Cinta Laura dalam Koleksi Passion Jewelry

4 min read
Makna Baddie bagi Cinta Laura dalam Koleksi Passion Jewelry
Cinta Laura pada Press Conference Baddie Collection kolaborasi Passion Jewelry dan Cinta Laura di Le Cirque, SCBD, Jakarta, pada Kamis (5/11/2026) (IDN Times/Maura Thirza)

Kita seringkali mendengar istilah baddie yang lekat dengan sosok perempuan yang percaya diri, berani tampil mencolok, dan punya gaya yang kuat. Namun, bagi seorang aktris, Cinta Laura, makna baddie sendiri tidak berhenti hanya pada penampilan. Cinta Laura merasa menjadi baddie justru berkaitan dengan keberanian untuk bisa mengenali diri sendiri, memegang prinsip, dan tidak takut menunjukkan karakter yang dimiliki.

Pandangan tersebut turut menjadi inspirasi dari Baddie Collection, kolaborasi Cinta Laura dengan Passion Jewelry yang diluncurkan pada Press Conference Baddie Collection di Le Cirque, SCBD, Jakarta, pada Kamis (5/11/2026). Bertepatan dengan perayaan 21 tahun Passion Jewelry, koleksi kolaborasi ini menghadirkan lima desain perhiasan emas 18 karat dan berlian alami. Dalam kesempatan tersebut, Cinta membagikan tiga prinsip yang membantunya mengekspresikan sisi baddie dalam dirinya.

  1. 1. Tetap bersikap baik tanpa kehilangan ketegasan

    Cinta Laura berbicara dalam wawancara, membagikan pandangannya bahwa kebaikan tulus adalah kekuatan diri.
    Cinta Laura membagikan pandangannya tentang kebaikan secara tulus merupakan salah satu bentuk kekuatan diri (IDN Times/Maura Thirza)

    Dalam kehidupan sehari-hari, tidak semua orang akan menyukai kita. Niat yang awalnya baik justru disambut dengan komentar negatif, sikap merendahkan, atau penilaian yang tidak menyenangkan. Situasi seperti ini terkadang membuat seseorang tergoda untuk membalas perlakuan tersebut dengan sikap serupa.

    Namun, Cinta Laura justru punya pandangan berbeda. Baginya, menjadi perempuan yang kuat bukan berarti harus membalas setiap perlakuan buruk. Ia percaya bahwa tetap menunjukkan kebaikan secara tulus merupakan salah satu bentuk kekuatan diri. Sebagaimana Cinta menjelaskan dalam konferensi pers bersama media,

    “Seiring berjalan waktu, semakin aku dewasa, semakin bertambah umur, semakin aku menyadari saat kita baik dengan semua orang, baik secara tulus, walaupun mungkin mereka tidak suka sama kita, merendahkan kita, atau memberikan kesan yang membuat kita enggak nyaman, if we treat them with kindness, we are the baddie in the room. Karena aku percaya lama-kelamaan orang-orang yang tadinya menghakimi kita atau menduga kita akan menyadari saat kita baik dengan tulus, you know, they’re actually genuine,” jelas Cinta.

    Semangat untuk menjadi diri sendiri dan percaya pada kemampuan pribadi juga menjadi salah satu pesan yang ingin dibawa Airyn Tanu, pendiri dan Chief Operating Officer dari Passion Jewelry melalui koleksi ini. Melalui koleksi ini, Airyn ingin perempuan berani menjadi diri sendiri dan percaya pada kemampuannya.

    “We want women to be themselves, to believe in themselves,” ujar Airyn dalam konferensi pers tersbebut.

  2. 2. Tidak takut bersinar meski terlihat berbeda

    Lima desain perhiasan koleksi Baddie dari emas 18 karat dan berlian alami, meliputi cincin hingga chain cuff.
    Koleksi "Baddie" menghadirkan lima desain perhiasan emas 18 karat dan berlian alami yang terdiri dari cincin, ear cuff, bangle, anting hoops, dan chain cuff (IDN Times/Maura Thirza)

    Ada kalanya, kita merasa harus menahan pendapat, mengubah cara berpakaian, atau mengurangi ekspresi diri supaya tidak dianggap terlalu menonjol. Tanpa sadar, keinginan untuk diterima lingkungan terkadang membuat seseorang membatasi karakter aslinya. Cinta Laura mengaku justru merasa paling percaya diri ketika tidak takut menjadi sosok yang berbeda. Ia menyadari bahwa perempuan kerap dilekatkan dengan gambaran ideal yang harus selalu lembut, anggun, dan kalem. Padahal, setiap orang punya cara masing-masing untuk menunjukkan dirinya. 

    “Aku pribadi merasa paling confident dan menjadi diri aku sendiri saat aku tidak takut untuk menjadi sosok yang paling loud dalam suatu ruangan, atau sosok yang mungkin paling beda cara berpakaian, atau sosok yang bisa dibilang assertive. Because the women I looked up to throughout my life have always been the rebels, gitu. But good rebels that change society for the better. Jadi how I channel my inner baddie is I’m not scared to shine,” ungkap Cinta.

  3. 3. Mengenali diri sendiri agar tidak mudah membandingkan diri

    Cinta Laura berbicara tentang penerimaan diri yang membantu seseorang memandang orang lain tanpa rasa tersaingi.
    Cinta Laura menyampaikan bahwa penerimaan diri membantu kita melihat orang lain tanpa harus merasa tersaingi (IDN Times/Maura Thirza)

    Berada di lingkungan yang dipenuhi orang-orang hebat terkadang bisa memunculkan perasaan minder. Ketika bertemu seseorang yang lebih pintar, lebih menarik, atau punya pencapaian lebih besar, kamu bisa tanpa sadar mulai membandingkan kehidupan sendiri dengan mereka. Cinta pun pernah mengalami fase seperti ini, ketika dirinya belum sepenuhnya nyaman dengan dirinya pada masa itu. Namun, semakin mengenali dan menerima diri sendiri, Cinta mulai menyadari bahwa kelebihan orang lain tidak seharusnya membuat seseorang merasa terancam. Cinta berpikir bahwa penerimaan diri membantu kita melihat orang lain tanpa harus merasa tersaingi. 

    “When we know ourselves, when we’re okay with who we are, saat kita menerima siapa diri kita, mau ada siapa pun di hadapan kita, mau orang itu lebih pintar, lebih cantik, lebih hebat, orang itu enggak akan membuat kita merasa iri, merasa benci, atau merasa marah,” ujar Cinta.

    Di tengah kemeriahan peluncuran Baddie Collection, ada pesan yang ingin dibawa pulang oleh setiap perempuan yang hadir hari itu. Bukan tentang bagaimana tampil paling menarik atau menjadi sosok yang selalu mendapat perhatian, melainkan keberanian untuk mengenali diri sendiri dan tidak takut menunjukkannya. Melalui kolaborasi bersama Passion Jewelry, Cinta Laura dan Airyn Tanu menerjemahkan semangat tersebut ke dalam rangkaian perhiasan yang terinspirasi dari filosofi bambu. Sebab, seperti bambu yang tetap tumbuh tinggi meski harus melewati proses panjang dan berbagai badai, setiap perempuan juga punya perjalanan masing-masing untuk menemukan kekuatannya.

Related Articles

See More