Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Suka Kerja dalam Tim? Simak 4 Hal Ini agar Skill Gak Tumpul
ilustrasi kerja tim (pexels.com/Mikhail Nilov)
  • Kerja tim tetap menuntut kontribusi aktif sesuai tanggung jawab agar kemampuan individual tidak tumpul dan kesuksesan tidak hanya ditopang rekan kerja.
  • Pengalaman dalam tim perlu dimanfaatkan untuk mengambil peran pemimpin serta berani menerima tugas individual tanpa mengabaikan kewajiban utama kelompok.
  • Berpindah ke tim berbeda secara profesional dapat memperluas tantangan, adaptasi, dan pembelajaran, sehingga tetap siap melanjutkan karier jika tim berakhir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kamu lebih suka bekerja sendirian atau bersama sejumlah orang yang tergabung dalam satu tim? Sebenarnya hampir semua pekerjaan merupakan kerja tim sekalipun terlihat individual. Hasil kerja dari satu orang akan ditindaklanjuti oleh bagian lain.

Rantai kerja seperti ini terus terjadi secara sistematis dan terstruktur sampai hasil akhirnya memberikan manfaat untuk bersama. Akan tetapi, secara umum ada pekerjaan yang memerlukan teamwork secara intensif. Koordinasi terus dilakukan setiap saat untuk berbagai proyek.

Kerja tim begini tidak lebih buruk atau lebih baik daripada kerja individual karena kebutuhannya memang berbeda. Namun, dirimu perlu mewaspadai akibatnya kalau terlalu nyaman bekerja dalam tim. Setelah bertahun-tahun kamu menjalaninya, jangan sampai skill individualmu justru kian tumpul. Jika kamu suka kerja dalam tim, cegah hal tersebut dengan memperhatikan empat hal penting berikut.

1. Jangan cuma nebeng sukses ke teman-teman satu tim

ilustrasi kerja tim (pexels.com/Artem Podrez)

Apakah selama ini kamu benar-benar aktif bekerja sesuai tugas dan tanggung jawabmu dalam kelompok? Atau, jangan-jangan dirimu tak ubahnya penumpang gelap dalam tim tersebut. Kerjamu gak seberapa.

Kamu mengandalkan teman-teman dan cuma ingin ikut menikmati hasil kerja keras mereka. Kerja tim selalu dipilih olehmu supaya dirimu bisa lebih santai. Bila begini, kemampuan kerjamu secara individual turun dengan sangat cepat.

Seharusnya kamu bekerja sama dengan keras dengan teman-teman agar skill makin berkembang. Bahkan penting untukmu punya rasa malu pada mereka apabila gak bisa kasih ide yang brilian atau eksekusi jitu di lapangan. Teamwork jangan membuatmu lebih pasif ketimbang ketika harus bekerja sendirian.

2. Tantang diri agar sesekali bisa jadi leader, bukan anggota terus

ilustrasi kerja tim (pexels.com/Yan Krukau)

Sudah berapa lama kamu bekerja dalam tim? Sejauh ini apa saja posisi yang pernah ditempati olehmu? Seiring waktu berjalan, seharusnya dirimu tidak hanya menjadi anggota biasa dalam sebuah tim.

Pengalaman dan kemampuanmu mesti dijadikan modal untukmu lebih ambisius mengejar posisi leader. Misalnya, kamu menjadi ketua proyek. Memiliki ambisi dalam bekerja tidak buruk asalkan kamu punya kompetensi serta melakukan cara-cara yang tepat.

Duduk di posisi tertinggi dalam sebuah tim bukan sekadar gengsi, melainkan akan mengujimu dengan tanggung jawab yang lebih besar. Ini betul-betul tantangan. Tidak hanya untuk kemampuan kerjamu, melainkan juga untuk jiwa kepemimpinanmu. Jadikan kerja tim sebagai ruang untuk berkembang dan bukan sekadar mencari zona nyaman.

3. Harus tetap berani saat ada tugas individual

ilustrasi kerja tim (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Keenakan kerja dalam tim bisa membuatmu gak berani dan merasa tidak perlu mengambil tugas-tugas yang bersifat individual. Kamu merasa tak punya teman diskusi kalau bekerja sendirian. Sekalipun dirimu mampu mengerjakannya dan hal itu menjadi poin tambahan di mata atasan atau ada bonusnya, dirimu memilih melewatkannya saja.

Kamu juga dihantui perasaan bersalah kalau-kalau mengambil tugas itu akan dianggap pengkhianatan oleh rekan satu tim. Padahal, tugas untuk tim dan tugas individual tersebut merupakan dua hal yang berbeda. Malah beberapa kawan setim juga sesekali bekerja sendiri.

Sikapmu yang menghindari tugas individual karena merasa telah cukup dengan kerjamu dalam sebuah kelompok menghambat perkembangan diri. Ambil saja tugas tersebut selama tidak membuat tugas utamamu dalam kelompok terbengkalai. Ini yang disebut profesionalitas. Kamu tahu kapan bekerja dalam tim dan kapan bekerja sendirian.

4. Masuk ke tim yang berbeda-beda biar lebih challenging

ilustrasi kerja tim (pexels.com/Ofspace LLC, Culture)

Sepanjang masa kerjamu, apakah kamu terus berada di tim yang sama? Bila sistemnya memang harus begitu, apa boleh buat? Mau tak mau, dirimu mengikutinya. Namun, sepanjang ada kesempatan untukmu pindah-pindah tim, lakukan saja.

Yang terpenting, perpindahannya bukan karena kamu mau lepas tangan dari tanggung jawabmu dalam tim lama. Pekerjaan di kelompok kerja tersebut wajib beres dulu. Dirimu juga tak melakukan perpindahan ke tim lain tanpa pemberitahuan kepada teman-teman.

Proses transisinya mesti baik. Dengan kamu masuk ke tim yang berbeda-beda, pasti tugas dan tantangannya juga lain. Dirimu dituntut untuk secepatnya beradaptasi dengan teman-teman baru, irama kerja, dan tugas. Jika kamu bertahan dalam tim yang sama terus, biasanya mulai muncul beberapa masalah.

Situasi kerja menjadi terlalu santai karena kalian berteman begitu dekat. Atau, kelompok kerja malah berubah penuh drama dan menjadi kurang profesional. Tugas bagianmu yang cenderung sama dari waktu ke waktu juga bikin kamu tak termotivasi untuk belajar hal-hal baru.

Penting bagi siapa pun untuk terus mengembangkan dirinya sekalipun suka kerja dalam tim. Kamu tidak tahu kapan tim tersebut akan bubar. Jangan sampai ketika teamwork berakhir karena berbagai sebab, dirimu kesulitan meneruskan perjalanan karier.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article