Di era digital, selalu terhubung sering dianggap sebagai konsekuensi biasa dari kehidupan modern. Membuka pesan setelah jam kerja, mengecek notifikasi sebelum tidur, atau merespons percakapan dengan cepat perlahan terasa seperti rutinitas yang tidak perlu dipertanyakan.
Namun, ketika kondisi tersebut terjadi terus-menerus, persoalannya mungkin bukan lagi tentang seberapa sering seseorang menggunakan internet. Ada budaya kerja dan sosial yang secara tidak sadar membentuk ekspektasi bahwa kita harus selalu tersedia. Inilah beberapa tanda bahwa budaya always on sudah menjadi persoalan yang lebih dalam daripada sekadar kebiasaan online.
