Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Novel yang Mengungkap Mental Load of Motherhood, Sudah Baca?

4 Novel yang Mengungkap Mental Load of Motherhood, Sudah Baca?
ilustrasi orang membaca (pexels.com/Min An)
  • Artikel menyoroti mental load of motherhood: beban mental dan psikologis ibu, dari pekerjaan domestik, rasa bersalah, hingga hilangnya identitas.
  • Kim Ji-Young, Born 1982 dan Oh, My Baby Blue menggambarkan tekanan patriarki, karier yang terhambat, serta depresi pascamelahirkan melalui pengalaman tokoh ibu.
  • Please Look After Mom dan Die, My Love menampilkan pencarian, penyesalan keluarga, serta tekanan psikologis ibu yang mengikis identitas dan memicu kecemasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Seorang ibu barangkali kerap dikaitkan dengan sosok yang tangguh. Namun, di balik ketangguhan dan pengorbanannya, ada realitas yang seakan menempel erat padanya, yakni mental load of motherhood. Kondisi ini merupakan beban mental serta psikologis yang dipikul seorang ibu demi mampu mengurus rumah tangganya. Meliputi rasa lelah mengurus pekerjaan domestik, rasa bersalah, hingga hilangnya identitas.

Kisah-kisah itu terekam dalam sastra melalui buku fiksi. Lewat narasi yang emosional dan mendalam, sejumlah novel berikut berhasil menyuarakan perjuangan batin peran ibu yang kerap tersembunyi. Kalau kamu ingin menggali lebih dalam dan tertarik mengikuti alur ceritanya, berikut 4 rekomendasi novel yang memotret mental load of motherhood.

  1. 1. Kim Ji-Young, Born 1982 karya Cho Nam-joo

    cover buku Kim Ji-Young, Born 1982 karya Cho Nam-joo
    cover buku Kim Ji-Young, Born 1982 karya Cho Nam-joo (www.amazon.com)

    Buku ini sempat populer di kalangan masyarakat Indonesia, bahkan karena kepopulerannya itu, buku ini dijadikan sebuah film. Terjemahan bahasa Indonesia novel karya penulis Korea Selatan ini diterbitkan pertama kali oleh Gramedia Pustaka Utama (GPU) di tahun 2019 lalu dengan tebal 192 halaman. Kim Ji-Young, Born 1982 mengangkat isu mengenai patriarki di Korea Selatan.

    Sebagaimana judul bukunya, tokoh utama dalam novel ini adalah Kim Ji-Yeong, wanita berusia 30 tahun yang berasal dari keluarga sederhana. Ia merupakan anak yang tidak diinginkan oleh keluarganya karena keluarganya mengharapkan anak laki-laki, bukan perempuan. Tekanan mental yang dialami Kim Ji-Young terus berlanjut bahkan mencapai puncaknya setelah ia menikah dan memiliki seorang putri. Demi mengurus pekerjaan domestik, ia terpaksa melepaskan mimpi serta kariernya yang telah dibangun susah payah. Di sinilah novel itu memotret secara eksplisit bagaimana beban domestik dianggap sebagai kodrat alami seorang wanita.

  2. 2. Oh, My Baby Blue karya Achi Tm

    cover buku Oh, My Baby Blue karya Achi Tm
    cover buku Oh, My Baby Blue karya Achi Tm (www.nulisajadulu.id)

    Oh, My Baby Blue dikategorikan sebagai novel metropop, tetapi dengan mengangkat tema yang menarik. Novel metropop umumnya menceritakan kisah drama romansa atau kehidupan perkotaan, tetapi novel ini menyajikan isu yang jarang disentuh. Sebagaimana judulnya,  novel karya Achi Tm ini berbicara tentang depresi pascamelahirkan (postpartum depression) dan baby blues.

    Kayla Natasha (tokoh utama dalam novel ini) harus berhadapan dengan kenyataan bahwa menjadi seorang ibu gak selalu diwarnai dengan kebahagiaan. Kayla sendiri merupakan seorang motivator dengan karier yang melejit. Ia juga menerbitkan buku best-seller. Namun, kesuksesan kariernya harus terhambat karena kehamilan anak pertamanya. Melalui pergolakan batin tokoh Kayla, penulis memperlihatkan kepada pembaca bahwa depresi pascamelahirkan itu nyata dan bisa menimpa siapa saja.

  3. 3. Please Look After Mom karya Kyung-sook Shin

    cover buku Please Look After Mom karya Kyung-sook Shin
    cover buku Please Look After Mom karya Kyung-sook Shin (www.amazon.com)

    Rekomendasi buku selanjutnya berasal dari Korea Selatan lagi. Please Look After Mom merupakan novel populer yang bercerita tentang sosok ibu. Kisah dalam novel ini begitu menyayat hati dan membuat pembaca kembali disadari akan sosok orang tua dalam hidupnya. Terjemahan novel ini diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2020 dengan tebal 296 halaman.

    Sebagaimana judulnya, Please Look After Mom bercerita tentang sosok ibu yang hilang setelah melakukan kunjungan ke rumah salah satu anaknya di Seoul (Ibu kota Korea Selatan). Suami dan anak-anaknya pun mencoba mencari ibunya dengan berbagai macam cara. Nah, selama pencarian ini, setiap anggota keluarga pun mengalami flash back dan mengenang sosok ibu. Mereka lantas menyesali beberapa hal yang selama ini mereka abaikan. Please Look After Mom gak hanya menyajikan proses pencarian fisik yang penuh haru, tetapi juga menjadi refleksi yang mengajak pembaca untuk lebih menghargai sosok ibu.

  4. 4. Die, My Love karya Ariana Harwicz

    cover buku Die, My Love karya Ariana Harwicz
    cover buku Die, My Love karya Ariana Harwicz (www.amazon.com)

    Kali ini adalah novel dengan penulis dari Argentina. Sama dengan novel sebelumnya yakni Oh My Baby Blue, novel ini juga mengangkat tema tentang perempuan yang mengalami depresi pascamelahirkan. Judul asli novel ini adalah Matate, Amor In yang terbit pertama kali di tahun 2012 di Spanyol, kemudian diterbitkan ulang oleh penerbit Marduce di Argentina pada tahun 2017. Ariana Harwicz, sang penulis sukses menyajikan pengalaman yang intens dan mencekam mengenai seorang ibu. Seorang ibu muda dengan satu anak yang tinggal bersama suaminya di sebuah kota kecil di Perancis mengalami tekanan psikologi yang berat. Perannya sebagai istri sekaligus ibu perlahan menyayat identitas dirinya dan memicu kecemasan. Novel ini dibuka dengan kalimat yang dalam, yaitu:

    “Aku berbaring di rerumputan di antara pepohonan tumbang dan cahaya matahari di telapak tanganku terasa seperti pisau yang bisa kugunakan untuk mengeringkan darah dengan satu sayatan cepat ke bagian leher.”

    Keempat novel ini membuktikan bahwa peran ibu itu gak mudah. Memotret mental load of motherhood bukan bentuk keluhan ya, melainkan cara untuk membangun kesadaran dan sistem pendukung yang lebih adil bagi setiap perempuan, khususnya ibu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More