6 Tanda Perlu Indekos daripada PP Rumah Kantor Tiap Hari

- Lamanya perjalanan bikin badan capek luar biasa
- Sering kena teguran karena keterlambatan
- Gaji memungkinkan buat bayar kos-kosan sederhana
Jam berangkat kantor yang dipenuhi oleh orang-orang dari berbagai daerah penyangga bergerak ke satu kota sudah menjadi pemandangan umum. Ada orang yang memilih naik kendaraan umum meski harus sambung-menyambung. Ada pula orang yang lebih suka bawa kendaraan sendiri.
Dengan begitu, mereka tidak perlu berebut transportasi umum. Kamu salah satu dari pekerja yang setiap hari menempuh perjalanan panjang untuk pergi dan pulang kantor. Waktu tempuh bisa lebih dari satu jam.
Kapan dirimu lebih baik indekos saja daripada terus bolak-balik rumah dan kantor? Kamu mesti mempertimbangkannya baik-baik daripada lama-kelamaan badan gak kuat. Jika dirimu sudah merasakan enam tanda perlu indekos daripada PP rumah kantor tiap hari, yuk, buruan cari kos-kosan!
1. Lamanya perjalanan bikin badan capek luar biasa

Berapa lama waktu tempuh dari rumah ke kantor atau sebaliknya? Meski jarak sebenarnya tidak terlalu jauh, kalau waktu tempuh berlipat-lipat dari seharusnya karena macet tentu melelahkan. Apalagi ini terjadi nyaris sepanjang minggu.
Cuma akhir pekan saja dirimu tidak perlu menempuhnya. Kamu gak bisa selamanya begini. Lama-kelamaan kesehatanmu akan menjadi korbannya. Daripada dirimu sakit-sakitan mending indekos.
Cari kos-kosan terdekat dengan kantor. Kamu punya lebih banyak waktu untuk beristirahat. Dirimu tidak perlu berangkat terlalu pagi. Kamu juga bisa sampai kos-kosan 10 bahkan 5 menit setelah keluar dari halaman kantor.
2. Sering kena teguran karena keterlambatan

Jangan mengabaikan teguran-teguran ini. Kamu tidak tahu pasti kapan atasan akan mengambil tindakan tegas. Walaupun penyebabnya jelas kemacetan dan jarak rumah yang jauh, seringnya dirimu telat tetap akan dikaitkan dengan sikap tidak disiplin.
Bahkan kamu dapat dianggap pemalas. Jika dirimu tak mau tiba-tiba kehilangan pekerjaan, ngekos saja. Sekalipun kamu sangat nyaman di rumah, indekos demi gak telat lagi merupakan bentuk dedikasimu pada pekerjaan.
Setiap keterlambatan juga menunjukkan sikap yang tidak profesional. Kamu gak dibayar untuk mulai bekerja sekian menit atau jam dari waktu masuk. Tinggal di kos-kosan menjadi wujud penyesuaian diri terhadap tuntutan di kantor dan situasi perjalanan.
3. Gaji memungkinkan buat bayar kos-kosan sederhana

Tak kalah pentingnya ialah pertimbangan dari aspek keuangan. Putuskan buat indekos saja apabila secara pendapatan sebetulnya gak ada masalah untukmu membayarnya. Kos-kosan sederhana saja.
Tidak perlu kos-kosan mewah yang makan biaya banyak padahal fungsinya sama-sama cuma buat tidur. Jangan terlalu pelit pada diri sendiri yang sudah capek bekerja setiap hari. Dengan kamu ngekos juga banyak keuntungannya.
Pikiran serta badan terasa lebih fresh karena tak lagi mengalami kelelahan berlebih. Dirimu dapat bekerja dengan lebih bersemangat. Bahkan mungkin kamu bisa mengumpulkan lebih banyak bonus di akhir bulan. Pendapatan naik, biaya kos-kosan sederhana makin terasa receh.
4. Sering lembur atau kerja sif

Andai rumahmu dekat kantor pun, lembur kerja tetap bikin kamu lebih lelah dari biasanya. Apalagi sehabis itu dirimu masih harus menempuh perjalanan berjam-jam lamanya menuju rumah. Mending jika lembur di hari Jumat atau Sabtu.
Keesokannya kamu libur. Energi bisa langsung diisi ulang selama 1 atau 2 hari waktu libur. Kalau Senin atau Selasa saja sudah lembur, hari-hari berikutnya akan terasa makin berat. Begitu pula untukmu yang bekerja dengan sistem sif.
Kadang kamu harus berangkat pagi buta untuk sif pertama. Namun, ada saatnya dirimu tiba di rumah larut malam sehabis sif siang. Celaka bila kamu besok mendapatkan sif pagi setelah hari ini sif siang. Ditambah waktu perjalanan PP, jam istirahat di rumah sangat sedikit.
5. Gak ada anak atau lansia yang harus dijaga

Bila kamu punya tanggungan anak atau orangtua renta dan sakit-sakitan di rumah memang sulit buatmu indekos. Anak barangkali perlu pindah sekolah jika hendak ikut ngekos bersamamu. Belum tentu anak merasa cocok dengan sekolah barunya.
Secara biaya juga mungkin akan beda sekali. Sementara anak yang belum bersekolah bisa dibawa merantau. Akan tetapi, mau gak mau ia dititipkan di tempat penitipan anak selama dirimu bekerja. Sementara di rumah masih ada kakek dan neneknya.
Demikian pula lansia tidak mungkin mau diajak ngekos di kamar sempit bersamamu. Terpaksa dirimu mesti melaju tiap hari. Jika tanggungan ini gak ada mending kamu ngekos. Orangtua masih sehat dan mandiri di rumah. LDR dengan pasangan juga tak terlalu jadi soal karena orang dewasa serta sehat dapat kapan pun saling mengunjungi ketika luang.
6. Biaya transportasi gak selisih banyak dari kos-kosan

Coba hitung kembali total pengeluaran untuk transportasi dari rumah ke kantor serta sebaliknya. Dalam sebulan mungkin hampir sama dengan biaya sewa kamar untuk satu orang berfasilitas sedang. Mungkin tidak kamar mandi dalam, tapi sudah ada orang yang membersihkannya.
Barangkali kamar juga belum AC, tetapi dirimu dapat membeli kipas angin dengan harga terjangkau. Sementara PP rumah ke kantor biayanya juga tak sedikit. Apalagi kamu masih harus beberapa kali ganti kendaraan.
Di hari-hari tertentu seperti habis lembur atau hujan lebat, dirimu malah sampai pesan taksi segala. Sekali jalan lebih dari 50 bahkan 100 ribu. Itu pun hanya mengantarmu dari stasiun ke rumah, misalnya.
Sebagai pekerja penting sekali untukmu tetap sehat badan dan mental. Setiap hari kamu bertarung dengan jarak yang jauh serta kemacetan parah bukanlah kondisi yang ideal. Jika kamu merasakan enam tanda perlu indekos daripada PP rumah kantor tiap hari, segeralah mencari kos. Perlu diingat, indekos bukan keputusan manja, melainkan tahu apa yang terbaik bagimu dan kelancaran pekerjaan.


















