Jiwa leadership atau kepemimpinan akan sangat tampak ketika seseorang diserahi jabatan. Sebelum ia menduduki posisi tersebut, bisa saja ia terlihat memiliki kinerja yang bagus dibandingkan dengan sesama staf biasa. Akan tetapi, itu bukan jaminan bahwa ia dapat menjalankan peran sebagai atasan dari sekian anak buah dengan baik.
Kemampuan memimpin belum terlalu tampak di level staf. Posisi manajerial baru menguji jiwa leadership-nya. Ibarat kapal, atasan bertugas menjadi nakhoda yang mengarahkannya ke tujuan.
Pekerjaan dan situasi di kantor bakal kacau apabila dipimpin oleh atasan yang kompetensinya sebenarnya kurang. Berikut tanda-tanda rendahnya leadership atasan. Tipe atasan begini sebaiknya dievaluasi kembali sebelum pada akhirnya diberhentikan oleh pemimpin tertinggi di kantor tersebut atau dengan legawa mengundurkan diri.
