Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kesalahan Memilih Material Meja Dapur yang Perlu Dihindari
ilustrasi meja dapur (pexels.com/ Max Vakhtbovych)
  • Pemilihan material meja dapur perlu menyeimbangkan estetika, fungsi, kebiasaan memasak, serta kebutuhan perawatan; material berpori berisiko menyerap cairan dan meninggalkan noda.
  • Ketahanan terhadap panas, goresan, zat asam, dan air harus diperhatikan. Gunakan alas panci serta talenan, dan pastikan sambungan serta area bak cuci tersegel rapat.
  • Anggaran renovasi harus mencakup material, pemasangan, pemotongan, lubang bak cuci, penyelesaian tepi, dan pengangkutan. Bandingkan penawaran setara agar kualitas pemasangan tidak dikorbankan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Meja dapur bukan sekadar tempat memotong bahan makanan atau menyiapkan hidangan. Permukaannya harus tahan terhadap aktivitas memasak, mudah dibersihkan, dan sesuai dengan kondisi dapur. Karena itu, memilih material meja dapur sebaiknya tidak hanya berdasarkan warna atau tampilannya yang menarik.

Setiap material memiliki karakteristik berbeda, mulai dari ketahanan terhadap panas dan noda hingga kebutuhan perawatan. Supaya tidak menyesal setelah dapur selesai direnovasi, ada beberapa kesalahan yang perlu dihindari sebelum menentukan pilihan.

1. Memilih material hanya berdasarkan tampilan

ilustrasi meja dapur dengan tampilan estetik (pexels.com/ Vidal Balielo Jr.)

Meja dapur dengan motif marmer atau warna netral memang bisa membuat ruangan terlihat lebih elegan. Namun, tampilan yang menarik belum tentu sesuai dengan kebiasaan memasak dan kebutuhan perawatan sehari-hari. Material berpori, misalnya, dapat menyerap cairan dan lebih rentan meninggalkan noda jika tidak dilindungi dengan benar.

Sebelum membeli, cari tahu karakteristik material yang diincar. Granit, engineered quartz, laminasi, dan marmer memiliki kelebihan serta keterbatasan masing-masing. Pilih berdasarkan keseimbangan antara estetika, fungsi, dan kemampuan merawatnya, bukan sekadar karena tampilannya cocok dengan inspirasi dapur di media sosial.

2. Mengabaikan ketahanan terhadap panas dan goresan

ilustrasi material tahan terhadap suhu panas dan goresan alat memasak sehari-hari (pexels.com/ Max Ravier)

Aktivitas memasak membuat permukaan meja dapur berisiko terkena panci panas, pisau, dan peralatan lainnya. Jika material yang dipilih tidak sesuai dengan kebutuhan tersebut, permukaan meja bisa mengalami perubahan warna, goresan, atau kerusakan. Meski begitu, material yang terlihat keras sekalipun belum tentu aman menerima panas secara langsung.

Setiap jenis permukaan memiliki batas ketahanan yang berbeda. Kuarsa rekayasa, misalnya, mengandung resin yang dapat terpengaruh suhu tinggi, sedangkan granit umumnya lebih tahan panas tetapi tetap berisiko mengalami kerusakan akibat perubahan suhu ekstrem. Gunakan alas untuk panci panas dan talenan ketika memotong bahan makanan agar permukaan meja lebih awet.

3. Tidak mempertimbangkan kemudahan perawatan

ilustrasi material yang mudah dibersihkan (pexels.com/ RDNE Stock project)

Material yang membutuhkan perawatan khusus bisa merepotkan jika dapur digunakan setiap hari. Marmer, misalnya, rentan terhadap zat asam seperti air lemon dan cuka yang dapat mengikis permukaannya. Beberapa material batu alam juga memerlukan pelapisan pelindung secara berkala agar lebih tahan terhadap noda.

Jika menginginkan meja dapur yang praktis, periksa petunjuk perawatan sebelum membeli. Laminasi umumnya mudah dibersihkan, tetapi bagian sambungan dan tepinya perlu dijaga agar air tidak meresap ke lapisan dalam. Sementara itu, kuarsa rekayasa relatif mudah dirawat untuk penggunaan sehari-hari, meskipun tetap membutuhkan pembersih yang sesuai dengan rekomendasi produsen.

4. Salah menghitung anggaran renovasi

ilustrasi memperhitungkan biaya renovasi (pexels.com/ https://kaboompics.com/)

Harga material bukan satu-satunya biaya yang perlu diperhitungkan. Pemasangan, pemotongan sesuai ukuran, pembuatan lubang untuk bak cuci, penyelesaian tepi, hingga pengangkutan dapat menambah pengeluaran. Material yang terlihat terjangkau di awal pun belum tentu menjadi pilihan paling hemat setelah seluruh biaya dihitung.

Sebelum menentukan pilihan, minta rincian harga material dan pemasangan secara terpisah. Bandingkan beberapa penawaran dengan spesifikasi yang setara, termasuk ketebalan, ukuran, dan jenis penyelesaian permukaan. Sesuaikan anggaran dengan kebutuhan dapur agar tidak perlu mengorbankan kualitas pemasangan demi mendapatkan material yang lebih mahal.

5. Mengabaikan sambungan dan ketahanan terhadap air

ilustrasi memperhatikan kerapatan sambungan dan area sekitar bak cuci untuk mencegah kebocoran air (pexels.com/ Max Vakhtbovych)

Permukaan meja yang terlihat mulus belum tentu memiliki sambungan yang terlindungi dengan baik. Celah di sekitar bak cuci, pertemuan antarlempeng, dan bagian belakang meja yang menempel pada dinding dapat menjadi jalur masuk air. Jika dibiarkan, kelembapan berulang bisa merusak bagian kabinet di bawahnya, terutama jika menggunakan material yang sensitif terhadap air.

Perhatikan juga jenis material dan kualitas pemasangannya. Laminasi perlu memiliki tepi serta sambungan yang terlindungi, sedangkan batu alam membutuhkan pemasangan yang tepat agar sambungannya rapat. Pastikan area sekitar bak cuci menggunakan penyegel yang sesuai dan segera perbaiki bagian yang mulai retak atau terkelupas.

Memilih material meja dapur perlu mempertimbangkan lebih dari sekadar tampilan. Ketahanan terhadap panas dan goresan, kemudahan perawatan, biaya pemasangan, serta perlindungan terhadap air turut menentukan seberapa baik meja dapur bisa digunakan dalam jangka panjang.

Sebelum membeli, sesuaikan pilihan material dengan kebiasaan memasak, kondisi dapur, dan anggaran yang tersedia. Material yang tepat tidak harus paling mahal, tetapi harus mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa membuat perawatan maupun biaya perbaikan menjadi beban.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article