Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Suhu Panas Menyiksa? Ini 7 Solusi Rumah Sejuk Tanpa AC

Suhu Panas Menyiksa? Ini 7 Solusi Rumah Sejuk Tanpa AC
ilustrasi AC, air conditioner (magnific.com/freepik)
Intinya Sih
  • Penelitian menemukan banyak rumah lebih panas dari luar karena ventilasi buruk dan tata letak yang menghambat aliran udara.

  • Ahli menyarankan buka ventilasi silang, atur posisi furnitur, serta gunakan tirai dan material ringan agar udara bergerak lancar tanpa AC.

  • Alternatif seperti kipas angin, air cooler, dan pemilihan bahan sejuk membantu menurunkan suhu rumah sekaligus menghemat listrik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Cuaca panas belakangan ini bikin banyak orang merasa gerah bahkan saat sedang berada di rumah sendiri. Ironisnya, kondisi di dalam rumah kadang justru terasa lebih panas dibanding udara luar, terutama kalau sirkulasi udaranya buruk.

Penelitian dari Singapore University of Technology and Design menemukan bahwa hampir setengah dari ratusan rumah yang diteliti memiliki suhu lebih tinggi dibanding area luar bangunan. Penyebab utamanya ternyata sederhana, mulai dari ventilasi tertutup sampai tata letak rumah yang menghambat aliran udara.

Padahal, kamu gak selalu harus menyalakan AC sepanjang hari untuk membuat rumah terasa nyaman. Ada beberapa cara sederhana yang bisa membantu rumah terasa lebih adem tanpa bikin tagihan listrik melonjak.

1. Buka ventilasi untuk menciptakan aliran udara silang

ilustrasi jendela rumah
ilustrasi jendela rumah (freepik.com/schantalao)

Banyak orang menutup jendela sepanjang hari karena takut debu atau udara panas masuk ke rumah. Padahal, kebiasaan ini justru membuat udara panas terjebak di dalam ruangan. Menurut penelitian dari Singapore University of Technology and Design, banyak rumah terasa lebih panas karena minim ventilasi alami dan aliran udara yang buruk.

Dr. Zheng Kai, dosen arsitektur dan desain berkelanjutan di SUTD, menjelaskan bahwa rumah membutuhkan jalur udara supaya panas bisa keluar dengan baik. Kamu bisa membuka jendela di dua sisi berbeda supaya tercipta cross ventilation atau aliran udara silang. Udara akan bergerak dari satu bukaan ke bukaan lain dan menciptakan hembusan alami yang bikin ruangan terasa lebih nyaman.

2. Rapikan barang agar udara lebih gampang bergerak

ilustrasi tumpukan barang
ilustrasi tumpukan barang (unsplash.com/Evgeniy Smersh)

Rumah yang penuh barang ternyata bisa membuat suhu terasa makin gerah, lho. Furnitur besar, tumpukan kardus, sampai rak tinggi dekat jendela dapat menghambat jalur angin masuk. Akibatnya, udara panas berkumpul di satu area dan bikin ruangan terasa pengap.

Priscilla Tan, pendiri firma desain StyledbyPT, menyarankan supaya penghuni rumah mengurangi barang yang gak terlalu dibutuhkan. Menurutnya, furnitur besar sebaiknya diberi sedikit ruang di bawah agar udara bisa mengalir lebih lancar. Menata ulang posisi barang juga membantu udara bergerak lebih bebas ke seluruh ruangan.

3. Gunakan kipas angin dengan posisi yang tepat

ilustrasi kipas angin
ilustrasi kipas angin (magnific.com/pressfoto)

Banyak orang mengira kipas angin menurunkan suhu ruangan, padahal sebenarnya kipas hanya membantu mengalirkan udara supaya tubuh terasa lebih sejuk. Semakin baik arah aliran udaranya, semakin nyaman pula efek yang dirasakan. Karena itu, posisi kipas ternyata sangat berpengaruh.

Priscilla Tan menjelaskan bahwa kipas plafon paling efektif jika dipasang di tengah ruangan, terutama area keluarga dan kamar tidur. Sementara itu, Dr. Zheng Kai menyarankan kipas berdiri diarahkan ke jendela supaya udara panas di dalam rumah terdorong keluar. Cara sederhana ini membantu sirkulasi udara tanpa harus memakai pendingin ruangan yang boros listrik.

4. Pakai tirai dan pelindung jendela yang tepat

ilustrasi window film untuk jendela
ilustrasi window film untuk jendela (vecteezy.com/Suwinai Sukanant)

Membuka jendela memang membantu udara masuk, tapi sinar matahari langsung juga bisa membuat rumah makin panas. Karena itu, kamu perlu memilih penutup jendela yang tetap memungkinkan udara bergerak tanpa membuat ruangan terasa pengap. Salah pilih tirai justru bisa menahan panas lebih lama di dalam rumah.

Dr. Zheng Kai menyarankan penggunaan blinds atau tirai yang masih memberi celah udara masuk. Priscilla Tan juga merekomendasikan bahan ringan seperti linen atau katun karena lebih breathable dibanding kain tebal. Selain itu, kamu bisa memasang solar film pada jendela yang langsung terkena matahari supaya panas dari luar gak terlalu masuk ke ruangan.

5. Tambahkan air cooler atau kipas embun

ilustrasi air cooler kipas embun
ilustrasi air cooler kipas embun (magnific.com/freepik)

Kalau cuaca sedang sangat panas, kipas biasa kadang terasa kurang membantu. Dalam kondisi seperti ini, air cooler atau kipas embun bisa jadi solusi tambahan yang lebih hemat dibanding AC. Alat ini bekerja dengan sistem penguapan air untuk membantu menurunkan suhu sekitar.

Dr. Zheng Kai menjelaskan bahwa proses evaporative cooling membuat panas di udara terserap saat air berubah menjadi uap. Efeknya membuat udara terasa lebih sejuk tanpa menghasilkan panas tambahan seperti AC konvensional. Meski begitu, alat seperti ini lebih cocok digunakan di area terbuka atau ruangan dengan ventilasi baik supaya kelembapan gak menumpuk.

6. Atur posisi furnitur secara strategis

ilustrasi sofa ruang tamu
ilustrasi sofa ruang tamu (freepik.com/rawpixel.com)

Tata letak rumah ternyata punya pengaruh besar terhadap kenyamanan suhu di dalam ruangan. Banyak orang meletakkan sofa atau lemari besar tepat di jalur angin tanpa sadar. Akibatnya, udara sulit bergerak dan menciptakan area panas yang terasa pengap.

Priscilla Tan menyarankan konsep floating layout atau memberi sedikit jarak antara furnitur dan dinding. Menurutnya, posisi sofa yang terlalu menempel di sudut ruangan bisa menciptakan dead air zone alias area tanpa sirkulasi udara. Memberi ruang kosong kecil di beberapa area membantu udara bergerak lebih lancar dan membuat rumah terasa lebih adem.

7. Pilih material rumah yang gak menyimpan panas

ilustrasi karpet ruang tamu
ilustrasi karpet ruang tamu (pexels.com/Jubair Bin Iqbal)

Material di dalam rumah ternyata ikut menentukan seberapa panas suhu ruangan terasa. Bahan berat seperti kulit sintetis atau karpet tebal cenderung menyimpan panas lebih lama. Akibatnya, rumah terasa gerah terutama saat malam hari.

Priscilla Tan menyarankan penggunaan kain ringan seperti linen untuk sprei atau sarung bantal karena terasa lebih sejuk di kulit. Untuk lantai, material seperti marmer, keramik, atau terrazzo juga dinilai lebih adem dibanding vinyl atau kayu. Dr. Zheng Kai menjelaskan bahwa batu dan keramik lebih cepat melepas panas sehingga ruangan terasa lebih nyaman saat cuaca sedang terik.

Rumah yang adem ternyata gak selalu bergantung pada AC mahal atau tagihan listrik tinggi. Sirkulasi udara yang baik, penataan furnitur, sampai pemilihan material rumah bisa memberi pengaruh besar terhadap kenyamanan sehari-hari. Beberapa perubahan sederhana bahkan bisa langsung terasa efeknya tanpa perlu renovasi besar.

Kalau cuaca panas mulai bikin gak betah di rumah, tujuh cara tadi bisa jadi solusi praktis yang layak kamu coba. Selain bikin rumah terasa lebih nyaman, pengeluaran listrik juga tetap lebih hemat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More