Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Menggunakan Tepung untuk Kebun, Bisa Usir Hama hingga Suburkan Tanaman

5 Cara Menggunakan Tepung untuk Kebun, Bisa Usir Hama hingga Suburkan Tanaman
ilustrasi wanita merawat tanaman (pexels.com/timamiroshnichenko)
Intinya Sih
  • Tepung dapat mengusir kutu daun, ulat, dan kumbang dengan ditaburkan tipis pada daun lembap, tetapi penggunaan berlebih berisiko mengundang semut serta jamur.
  • Campuran tepung dan sedikit garam dapat menekan gulma di celah beton atau paving, namun harus dijauhkan dari tanaman utama karena berpotensi merusaknya.
  • Tepung nabati dapat memperkaya kompos, menambah nitrogen tanah, serta membantu mendeteksi arah angin sebelum penyemprotan; penggunaannya perlu sedikit demi sedikit dan terkontrol.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tepung dikenal sebagai bahan dapur yang hampir selalu ada di rumah. Namun, di balik fungsinya untuk memasak, tepung juga memiliki manfaat lain yang jarang disadari, terutama untuk perawatan kebun. Jika digunakan dengan tepat, tepung bisa menjadi solusi alami, hemat, dan ramah lingkungan untuk menjaga tanaman tetap sehat.

Mulai dari mengusir hama hingga menyuburkan tanah, pemanfaatan tepung di kebun terbilang cukup sederhana. Bahan ini tidak memerlukan perlakuan khusus atau alat tambahan yang rumit. Berikut beberapa cara menggunakan tepung untuk kebun yang bisa kamu terapkan sendiri di rumah.

1. Mengusir hama tanaman secara alami

ilustrasi menanam tanaman
ilustrasi menanam tanaman (pexels.com/garybarnes)

Tepung dapat membantu mengusir hama seperti kutu daun, ulat, dan kumbang yang sering merusak tanaman. Cukup taburkan tepung tipis-tipis di permukaan daun pada pagi hari saat masih lembap oleh embun. Tepung akan menempel pada tubuh hama sehingga mengganggu proses makannya.

Gunakan tepung secukupnya karena pemakaian berlebihan bisa menarik semut atau memicu pertumbuhan jamur, terutama saat cuaca lembap. Cara ini juga lebih cocok diterapkan pada tanaman berdaun lebar agar tepung dapat menempel dengan baik.

"Hindari menaburkan tepung terlalu banyak karena dapat menarik semut atau memicu pertumbuhan jamur saat cuaca basah," ujar Sara Rubens, pelatih berkebun bersertifikat sekaligus Pendiri Seed to Sanctuary, dikutip dari Martha Stewart.

2. Menekan pertumbuhan gulma

ilustrasi memotong rumput pakai alat
ilustrasi memotong rumput pakai alat (pexels.com/pascal-kuffer)

Selain hama, gulma menjadi masalah lain yang sering mengganggu kebun. Tepung dapat dimanfaatkan sebagai pembasmi gulma alami dengan mencampurkannya bersama sedikit garam. Campuran ini efektif digunakan pada celah beton atau sela paving yang ditumbuhi rumput liar.

Partikel halus pada tepung membantu garam menempel dan menembus akar gulma dengan lebih maksimal. Namun, penggunaannya perlu dibatasi dan tidak diaplikasikan di area dekat tanaman utama. Jika menyebar, campuran ini bisa berdampak buruk bagi tanaman yang ingin kamu pertahankan.

3. Memperkaya kompos

ilustrasi wanita merawat tanaman
ilustrasi wanita merawat tanaman (pexels.com/timamiroshnichenko)

Tepung juga bisa dijadikan bahan tambahan untuk memperkaya kompos. Berbagai jenis tepung berbahan nabati, seperti tepung gandum atau kelapa, mudah terurai secara alami. Kandungan karbon di dalamnya membantu menyeimbangkan kompos agar lebih kaya nutrisi.

"Tepung berasal dari bahan nabati sehingga mudah terurai di dalam tumpukan kompos. Tepung juga termasuk limbah cokelat (brown waste) karena kaya akan karbon," kata Angelika Zaber, spesialis perawatan rumput dan pakar berkebun di Online Turf, dikutip dari Martha Stewart.

Selain itu, tepung dapat membantu mempercepat proses penguraian bahan organik lain di dalam kompos. Meski begitu, penambahannya sebaiknya dilakukan sedikit demi sedikit. Jangan lupa mengaduk kompos agar tepung tercampur merata dan tidak mengundang hewan pengerat.

4. Menyuburkan tanah dan tanaman

ilustrasi menyekop tanah
ilustrasi menyekop tanah (pexels.com/fotiosphotos)

Tepung mengandung nitrogen yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dengan optimal. Nutrisi ini juga berperan dalam mendukung perkembangan mikroorganisme baik di dalam tanah. Karena itu, tepung bisa dijadikan alternatif pupuk tambahan yang praktis.

"Tepung juga bisa dianggap sebagai sumber makanan oleh hama sehingga justru mengundang mereka datang ke kebun," ujar Angelika Zaber.

Cara penggunaannya cukup mudah, yakni taburkan sedikit tepung ke permukaan tanah. Setelah itu, campurkan ke dalam tanah dan siram hingga lembap. Cara ini cocok diterapkan pada tanaman sayur maupun tanaman hias yang membutuhkan tambahan nutrisi.

5. Mengetahui arah angin saat berkebun

ilustrasi berkebun bersama anak
ilustrasi berkebun bersama anak (pexels.com/rdne)

Saat menyemprot pupuk atau cairan perawatan tanaman, arah angin menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. Tepung dapat dimanfaatkan untuk mengetahui ke mana arah angin bertiup. Cara ini membantu mencegah semprotan mengenai tanaman yang sensitif.

Cukup lemparkan sejumput tepung ke udara dan perhatikan arah geraknya. Metode ini paling efektif digunakan saat angin dalam kondisi tenang. Jika angin terlalu kencang, tepung justru bisa beterbangan dan mengotori area sekitar.

Siapa sangka tepung yang biasa digunakan untuk memasak, ternyata juga bermanfaat untuk merawat kebun? Jika digunakan dengan tepat, bahan sederhana ini bisa menjadi solusi alami agar tanaman tetap sehat tanpa bergantung pada banyak bahan kimia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More