“Penggunaan pelembap harian yang mengandung salicylic acid dan niacinamide misalnya, sangat penting untuk menjaga hidrasi kulit juga dapat menyeimbangkan produksi minyak berlebih,” ujarnya dalam peluncuran La Roche-Posay Effaclar Supramolecular di Space Available, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Baru! La Roche-Posay Memperkenalkan Moisturizer Khusus Kulit Berminyak

- La Roche-Posay meluncurkan Effaclar Supramolecular untuk kulit berminyak, menargetkan kontrol sebum, hidrasi, dan tampilan pori; materi merek menyebut 64 persen masyarakat Indonesia berprofil kulit berminyak.
- Dermatolog menegaskan kulit berminyak tetap memerlukan pelembap ringan nonkomedogenik. Penumpukan minyak di dalam pori dapat membuat pori tampak besar dan berpotensi memicu iritasi.
- Teknologi Supramolecular memadukan salicylic acid dan niacinamide melalui temporary bonding. Produk diklaim memberi hidrasi matte 48 jam, efek blur pori, serta digunakan pagi sebelum sunscreen dan malam hari.
Jakarta, IDN Times - Punya kulit berminyak sering kali membuat rutinitas skincare terasa seperti mencari titik tengah. Di satu sisi, wajah ingin terlihat lebih matte dan bebas kilap. Namun di sisi lain, kulit tetap membutuhkan hidrasi agar terasa nyaman dan skin barrier tetap terjaga. Belum lagi tampilan pori yang terkadang terlihat semakin jelas ketika produksi minyak berlebih.
Concern tersebut cukup relevan di Indonesia. Berdasarkan studi konsumen yang tercantum dalam materi La Roche-Posay, sebanyak 64 persen masyarakat Indonesia memiliki profil kulit berminyak. Melihat kebutuhan tersebut, La Roche-Posay menghadirkan Effaclar Supramolecular, moisturizer harian dengan teknologi Supramolecular yang dirancang untuk membantu mengontrol minyak sekaligus mempertahankan hidrasi kulit.
1. Kulit berminyak bukan berarti gak butuh moisturizer

Peluncuran La Roche-Posay Effaclar Supramolecular di Space Available, Jakarta. 17 September 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto) Masih ada anggapan bahwa moisturizer justru akan membuat wajah yang sudah berminyak menjadi semakin greasy. Padahal, berdasarkan keterangan Dr. Stanley Setiawan, Sp.D.V.E., FINSDV, FAADV, Indonesia Board Certified Dermatologist, kulit berminyak tetap membutuhkan pelembap untuk membantu menjaga keseimbangan hidrasi dan kenyamanan kulit.
Jadi fokusnya bukan menghilangkan minyak sepenuhnya, melainkan membantu mengontrol produksi sebum sambil tetap mempertahankan hidrasi. Untuk kulit berminyak, Dr. Stanley juga merekomendasikan moisturizer dengan tekstur ringan yang tidak menyumbat pori dan tetap memberikan hidrasi.
2. Pori yang terlihat besar bisa berkaitan dengan penumpukan minyak

Peluncuran La Roche-Posay Effaclar Supramolecular di Space Available, Jakarta. 17 September 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto) Kalau selama ini kamu mengira pori-pori hanya terlihat besar karena minyak yang muncul di permukaan kulit, ada hal lain yang perlu diketahui. Menurut Dr. Stanley, penumpukan minyak juga dapat terjadi di dalam pori sehingga membuat tampilannya terlihat semakin besar.
“Penumpukan bukan hanya terjadi di permukaan wajah, tapi ada proses yang membuat oil masuk ke dalam kulit, menumpuk di dalam pori-pori dan menyumbatnya sehingga membuat pori tampak jadi lebih besar,” jelasnya.
Ia juga mengatakan bahwa minyak sebenarnya memiliki sejumlah fungsi bagi kulit, termasuk membantu menjaga kelembapan dan memiliki sifat antimikroba yang dapat membantu mencegah inflamasi. Masalah dapat muncul ketika terjadi penumpukan minyak yang kemudian berpotensi menyebabkan iritasi. Area T-zone pun menjadi salah satu bagian wajah yang paling banyak mengeluarkan minyak.
Karena itu, merawat kulit berminyak tidak cukup hanya dengan menghapus kilap yang sudah muncul. Perawatan harian yang membantu menjaga kebersihan pori sekaligus mengontrol produksi sebum menjadi bagian yang penting.
3. Ada salicylic acid dan niacinamide yang kerja bersama

Peluncuran La Roche-Posay Effaclar Supramolecular di Space Available, Jakarta. 17 September 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto) Salah satu bagian yang menjadi fokus dari Effaclar Supramolecular adalah teknologi Supramolecular yang dipatenkan La Roche-Posay. Teknologi ini memungkinkan salicylic acid dan niacinamide hadir bersama melalui mekanisme temporary bonding.
Menurut Pandu Brodjonegoro, Marketing Director L’Oréal Dermatological Beauty Indonesia, teknologi tersebut berangkat dari kebutuhan konsumen Indonesia yang cukup banyak memiliki kulit berminyak.
“Skincare di pasaran hanya mengandung satu molekul ingredients, sementara Supramolecular bisa menggabungkan dua ingredients sehingga mampu bekerja sama dalam waktu berbarengan,” ujar Pandu.
Dalam formulanya, kedua bahan aktif tersebut memiliki peran yang berbeda. Salicylic acid membantu mengeksfoliasi kulit, membersihkan pori yang tersumbat, serta membantu mengontrol minyak berlebih. Sementara itu, niacinamide membantu menenangkan kulit dan menjaga teksturnya tetap terasa lebih halus.
Teknologi Supramolecular juga menggunakan struktur berukuran nano yang menurut materi produk, membantu bahan aktif menjangkau area produksi sebum secara lebih presisi. Kombinasi temporary bonding dan ukuran tersebut disebut sebagai mekanisme hyperselective targeting.
4. Klaimnya bukan sekadar matte, tapi tetap memberikan hidrasi

Peluncuran La Roche-Posay Effaclar Supramolecular di Space Available, Jakarta. 17 September 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto) Buat pemilik kulit berminyak, salah satu dilema ketika memilih produk skincare adalah mendapatkan tampilan matte tanpa membuat kulit terasa kering. Effaclar Supramolecular mencoba mengambil posisi di tengah dengan membantu mengurangi tampilan kilap sekaligus mempertahankan kelembapan.
Pandu menjelaskan bahwa produk ini telah diuji untuk memberikan 48 jam matte hydration. Selain membantu mengontrol tampilan kulit berminyak, produk tersebut juga disebut memberikan efek blurring pada tampilan pori.
“Produk ini sudah diuji dan 48 jam matte hidrasi, bahkan tampilan pori akan blurring effect. Meregulasi tampilan kulit berminyak dan produk ini non-comedogenic,” kata Pandu.
Karakter tersebut membuat produk ini diposisikan sebagai pelembap yang bisa digunakan sehari-hari, terutama bagi mereka yang cukup sering beraktivitas di luar ruangan atau berada di depan kamera. La Roche-Posay juga menyebut formulanya ditujukan untuk kondisi seperti panas, kelembapan tinggi, dan polusi yang umum ditemui dalam iklim tropis.
5. Bisa jadi base sebelum makeup untuk tampilan yang lebih nyaman

Peluncuran La Roche-Posay Effaclar Supramolecular di Space Available, Jakarta. 17 September 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto) Buat beauty enthusiast yang sehari-hari menggunakan makeup, kondisi kulit sebelum mengaplikasikan complexion juga bisa memengaruhi hasil akhirnya. Kulit yang terlalu berminyak dapat membuat makeup lebih cepat bergeser sehingga membutuhkan touch-up berkali-kali.
Di sinilah moisturizer khusus kulit berminyak bisa menjadi salah satu bagian penting dalam persiapan skincare. Dr. Stanley menjelaskan bahwa pemilik kulit berminyak sebaiknya tidak hanya mengandalkan produk mattifying untuk mengatasi kilap.
“Pelembap untuk kulit berminyak membantu mengontrol produksi sebum dan menyamarkan tampilan pori, sekaligus tetap menjaga hidrasi agar kulit terasa nyaman dan menjadi base yang lebih optimal sebelum menggunakan makeup,” jelasnya.
Untuk penggunaan sehari-hari, La Roche-Posay menjadi moisturizer ideal yang digunakan dua kali sehari, pada pagi dan malam. Pada pagi hari, moisturizer dapat digunakan sebelum sunscreen, sedangkan pada malam hari menjadi salah satu langkah terakhir dalam rutinitas skincare.
Meski begitu, Pandu juga menyampaikan bahwa saat ini belum ada evidence kuat mengenai apakah produk tersebut dapat atau tidak dapat digunakan bersamaan dengan kandungan lain. Jadi, bagi kamu yang punya rutinitas skincare dengan banyak active ingredients, informasi mengenai kombinasi penggunaannya tetap perlu diperhatikan dan sebaiknya tidak diasumsikan begitu saja.
La Roche-Posay Effaclar Supramolecular menawarkan pendekatan yang cukup spesifik untuk pemilik kulit berminyak: bukan sekadar membuat wajah tampak matte, tetapi mencoba menjaga keseimbangan antara kontrol minyak, tampilan pori, dan hidrasi. Dengan teknologi Supramolecular yang memadukan salicylic acid dan niacinamide, produk ini bisa menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan bagi kamu yang ingin kulit tetap terasa lembap tanpa tampilan greasy sepanjang aktivitas.



















![[QUIZ] Pilih Momen Romantis, Ini Standarmu dalam Hubungan](https://image.idntimes.com/post/20260805/pexels-a-darmel-6642919_9c13057c-fe14-4f35-806f-a9ccc116b624.jpg)


