Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

FOMO vs Financial Freedom: Mahasiswa FEB UI Belajar Bijak Kelola Uang

5 min read
FOMO vs Financial Freedom: Mahasiswa FEB UI Belajar Bijak Kelola Uang
Sesi talkshow "FOMO vs Financial Freedom: Cara Bijak Kelola Keuangan di Era Digital" di FEB UI (15/9/26) (Dok. IDN Times)
  • IDN Times dan ShopeePay menggelar talkshow di FEB UI yang dihadiri lebih dari 300 mahasiswa untuk membahas pengelolaan uang di tengah tren digital dan FOMO.
  • Pembicara menekankan mindset, pengenalan diri, pencatatan pengeluaran, budgeting konsisten, serta kontrol diri agar keputusan belanja tidak melampaui kemampuan.
  • Prita Ghozie menekankan urutan pengelolaan keuangan: menjaga arus kas, membayar utang, membangun dana darurat, lalu berinvestasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Di tengah gempuran tren belanja online dan gaya hidup di media sosial, IDN Times bersama ShopeePay mengajak mahasiswa untuk berhenti sejenak dan merefleksikan cara mereka mengelola uang lewat talkshow bertajuk "FOMO vs Financial Freedom: Cara Bijak Kelola Keuangan di Era Digital".

Bertempat di Auditorium Soeria Atmadja, Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), acara ini berlangsung pada Selasa (15/9/2026) pukul 14.00-16.30 WIB dan berhasil menyedot animo lebih dari 300 mahasiswa FEB UI yang memadati ruangan. Sebelum masuk ke sesi diskusi utama, para peserta terlebih dahulu diajak mengikuti pre-test singkat, sebagai upaya dalam mengukur sejauh mana pemahaman awal mereka soal pengelolaan keuangan harian, smart spending, hingga pemanfaatan dompet digital secara bijak.

Baca artikel ini sampai habis, serius deh, isi talkshow-nya ‘daging’ banget! 

  1. 1. Sinergi kampus dan Kementerian bicara soal literasi finansial

    EDIT SHP01282.jpg
    Sambutan pembuka oleh Rus'an Nasrudin, S.E., MIDEC., Ph.D. di acara "FOMO vs Financial Freedom: Cara Bijak Kelola Keuangan di Era Digital" di FEB UI (15/9/26) (Dok. IDN Times)

    Acara dibuka dengan sambutan dari Rus'an Nasrudin, S.E., MIDEC., Ph.D., selaku Ketua Departemen Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia. "Tidak hanya di perkuliahan belajar tentang konsep, tapi dengan adanya talkshow ini, pasti para pemateri akan membagikan wawasan sekaligus mendorong kebiasaan finansial yang lebih sehat dan bertanggungjawab. Saya yakin acara ini bisa jadi pembekalan bagi para mahasiswa, " pungkasnya.

    EDIT SHP01383.jpg
    Sambutan pembuka oleh Dr. Sonny Hendra Sudaryana di acara "FOMO vs Financial Freedom: Cara Bijak Kelola Keuangan di Era Digital" di FEB UI (15/9/26) (Dok. IDN Times)

    Sesi dilanjutkan dengan keynote dari Dr. Sonny Hendra Sudaryana, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital RI. Ia menyoroti gap 14 poin antara inklusi keuangan (80,51 persen) dan literasi keuangan (66,46 persen) masyarakat Indonesia, serta mengingatkan bahwa kemudahan transaksi digital tanpa keamanan hanya akan menciptakan kerentanan. Ia menutup paparannya dengan mengajak mahasiswa membangun tiga kebebasan digital, yaitu freedom to choose, freedom from manipulation, dan freedom to create, sebagai kunci bertransformasi dari konsumen menjadi pencipta nilai di era digital.

  2. 2. Tiga pembicara, satu misi: melawan FOMO

    EDIT SHP01541.jpg
    Sesi talkshow "FOMO vs Financial Freedom: Cara Bijak Kelola Keuangan di Era Digital" di FEB UI (15/9/26) (Dok. IDN Times)

    Memasuki sesi inti, talkshow menghadirkan tiga pembicara: Prita Ghozie, SE, MCom, GCertFP, CFP, QWP, AEPP selaku Principal Consultant & CEO Zapfinance; Samuel Ray (Sam), Career & Finance Content Creator; serta Eka Nilam Dari (Lala), President Director ShopeePay Indonesia.

    Prita membuka diskusi dengan menyentil kebiasaan mahasiswa yang kerap overthinking dalam mengambil keputusan finansial, padahal hasil yang baik selalu berawal dari mindset yang baik. Ia membagikan lima langkah membangun mindset finansial: growth mindset, mengenali diri sendiri, menetapkan tujuan akhir sejak awal, memilih lingkar pertemanan yang tepat, dan membangun good habit seperti catat, budget, dan paham prioritas.

    Senada dengan Prita, Sam menyoroti bagaimana usia 20-an menjadi fase paling rentan terpapar FOMO, mulai dari keinginan menjalin hubungan eksklusif hingga sulit membatasi diri. Menurutnya, ketidakmampuan mengatur keuangan adalah cerminan kurangnya disiplin diri, dan jalan menuju financial freedom membutuhkan proses pengenalan diri yang tidak instan.

    Ia pun berbagi kisah personal yang mengundang tawa peserta: kartu debit miliknya sengaja ‘dititipkan’ ke sang istri agar setiap kali ingin membeli sesuatu, ia teringat akses uangnya ada di tangan orang lain, trik sederhana yang juga diterapkannya pada akun ShopeePay yang ditautkan langsung ke akun istrinya. Menarik ya!

  3. 3. Cek dan refleksi: kenali pola pengeluaran sendiri

    EDIT SHP01499.jpg
    Eka Nilam Dari di sesi talkshow "FOMO vs Financial Freedom: Cara Bijak Kelola Keuangan di Era Digital" di FEB UI (15/9/26) (Dok. IDN Times)

    Lebih lanjut, Lala menambahkan sekaligus menekankan pentingnya kebiasaan mengecek dan me-review penggunaan balance secara berkala sebagai langkah awal memahami pola finansial diri sendiri. Dari situ, seseorang bisa melihat dengan jelas apakah dirinya termasuk tipe konsumtif atau justru sudah cukup perhitungan dalam mengelola uang, berdasarkan data pencatatan yang ada.

    Untuk mendukung hal ini, ShopeePay menghadirkan fitur My Finance sebagai tools yang membantu pengguna mencatat riwayat transaksi, mengetahui tren pengeluaran, sekaligus mengalokasikan keuangan secara lebih terarah. Tak hanya itu, fitur ini bisa jadi solusi praktis dan aman bahkan ini mendukung kebiasaan transaksi yang bijak. Mahasiswa bisa mengalokasikan saldo harian atau mingguan di dompet digital untuk menjaga pengeluaran tetap terkontrol, serta memanfaatkan penawaran promo secara terencana.

    Tuh, yang suka promo, mana suaranya?

  4. 4. Tips praktis: dari alokasi rupiah hingga kontrol diri

    Prita membagikan formula Zapfinance dari bukunya, Make It Happen! (2013): 50 persen untuk kebutuhan hidup (living), 20 persen hiburan (playing), dan 30 persen tabungan (saving). Bagi mahasiswa yang belum berpenghasilan, konsep ini tetap bisa diterapkan dengan mengganti ‘gaji’ menjadi cash buffer atau dana cadangan yang dimiliki.

    Samuel menambahkan, kunci terhindar dari FOMO adalah budgeting yang konsisten hingga menjadi habit. Ia menegaskan FOMO bukan hal yang salah, tapi akan bermasalah bila tidak sesuai budget, dan FOMO juga tidak hanya menyerang usia 20-an dengan godaan konser atau gadget, tapi juga menghantui usia 30-an dalam bentuk lain, seperti target memilih sekolah anak, atau liburan keluarga, dan lainnya.

    Sementara itu, Lala menegaskan kontrol diri adalah fondasi utama financial freedom, karena secanggih apa pun perencanaan atau pun pencatatan keuangan, semua akan sia-sia tanpa disiplin menjalankannya. Ia juga menyoroti pergeseran cara mencatat keuangan, dari kertas manual, kini bisa beralih ke aplikasi seperti ShopeePay yang memungkinkan pengguna memantau uang masuk-keluar sekaligus progres tabungan.

    Oh ya, di sesi talkshow ini, Lala juga sedikit kasih bocoran lho, bahwa nantinya ShopeePay akan membuat inovasi di fitur-fitur yang sudah ada, tentunya sangat bisa membantu finansial kita. Kira-kira, apa ya?

  5. 5. Melek finansial sambil berburu hadiah

    EDIT SHP01540.jpg
    Para mahasiswa melakukan post-test setelah sesi talkshow "FOMO vs Financial Freedom: Cara Bijak Kelola Keuangan di Era Digital" di FEB UI (15/9/26) (Dok. IDN Times)

    Usai sesi talkshow, antusiasme peserta berlanjut ke rangkaian aktivitas interaktif, mulai dari post-test hingga sesi-sesi seru lainnya. Salah satu yang paling dinanti adalah kuis Kahoot bertajuk "Jurus Anti Bokek, Ayo Melek Finansial bersama ShopeePay", yang berhasil menjaring enam pemenang beruntung dengan hadiah masing-masing Rp250.000.

    Tak berhenti di situ, panitia juga membagikan saldo kaget ShopeePay bagi 30 peserta tercepat yang berhasil memindai barcode melalui aplikasi dan akun ShopeePay mereka, menambah semarak penutupan rangkaian talkshow hari itu.

  6. 6. Formula pamungkas dari Prita Ghozie

    EDIT SHP01563.jpg
    Sesi talkshow "FOMO vs Financial Freedom: Cara Bijak Kelola Keuangan di Era Digital" di FEB UI (15/9/26) (Dok. IDN Times)

    Menutup talkshow, Prita memberikan formula tegas menuju financial freedom. Langkah pertama dan paling krusial adalah memastikan cash flow tidak bocor, sebab percuma rajin bayar utang jika arus kas tetap jebol, itu sama saja dengan gali lubang-tutup lubang. Prinsipnya sederhana: pemasukan harus lebih besar dari pengeluaran, atau minimal seimbang bagi mahasiswa yang belum berpenghasilan. Setelahnya, barulah tahap berikutnya dijalankan berurutan: bayar utang, bangun dana darurat, baru investasi.

    "Jangan dibalik urutannya," tegas Prita, mengingatkan bahwa financial freedom bukan soal besar penghasilan, melainkan disiplin menjalankan tahapannya satu per satu. Sepakat? (WEB/AD)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More