Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Mudah Membuat Mini Garden di Gelas Bekas, Kamu Juga Bisa Coba!
Ilustrasi mini garden (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Punya gelas bekas yang sudah tidak terpakai? Jangan buru-buru dibuang. Dengan sedikit kreativitas, gelas bekas bisa diubah menjadi mini garden atau taman kecil yang cantik untuk menghias meja kerja, rak kamar, dapur, maupun sudut rumah yang masih kosong.

Mini garden dalam gelas juga bisa menjadi pilihan menarik buat kamu yang ingin mulai berkebun tetapi tidak memiliki banyak ruang. Konsepnya mirip terrarium, yaitu menghadirkan tanaman dan elemen dekorasi dalam wadah berukuran kecil.

1. Pilih dan bersihkan gelas bekas

ilustrasi terrarium (freepik.com/freepik)

Langkah pertama adalah memilih gelas bekas yang ukurannya cukup untuk menampung tanaman kecil. Gelas bening akan menjadi pilihan paling menarik karena memungkinkan kamu melihat lapisan media tanam sekaligus akar dan tanaman dari luar. Kamu bisa memanfaatkan gelas bekas minuman, wadah kaca kecil, atau gelas yang sudah jarang digunakan.

Sebelum digunakan, cuci gelas sampai benar-benar bersih untuk menghilangkan sisa minuman, minyak, atau kotoran. Bilas beberapa kali kemudian keringkan. Pastikan juga tidak ada bagian gelas yang retak atau pecah karena bisa membahayakan saat proses penanaman maupun ketika mini garden dipindahkan.

"Wadah kaca bening apa pun bisa digunakan; Kamu bisa mencuci dan memakai ulang stoples acar atau stoples penyimpanan berukuran besar, atau bahkan menggunakan wadah bumbu kecil untuk membuat terarium mungil," tips dari The Royal Horticultural Society (RHS).

2. Siapkan media tanam dan tanaman kecil

ilustrasi terrarium kaca (freepik.com/freepik)

Karena gelas biasanya tidak memiliki lubang drainase seperti pot, pemilihan media tanam perlu diperhatikan. Kamu dapat menyiapkan kerikil atau material drainase, media tanam yang sesuai, serta sedikit arang aktif jika ingin membuat mini garden bergaya terrarium.

Untuk tanaman, pilih jenis yang berukuran kecil dan pertumbuhannya relatif lambat. Beberapa pilihan yang cocok untuk mini garden lembap antara lain fittonia, peperomia, pakis mini, atau moss. Kalau menggunakan gelas terbuka dan ingin tanaman yang lebih tahan kering, sukulen bisa menjadi pilihan, tetapi sebaiknya tidak dibuat terlalu lembap.

“Kamu tentu tidak ingin tanaman tumbuh terlalu besar dan keluar dari terarium dengan cepat, jadi pilihlah tanaman yang sangat kecil dan jangan terlalu banyak memberinya pupuk," saran master gardeners Brooke Edmunds Oregon State University.

3. Susun lapisan mini garden di dalam gelas

ilustrasi terrarium mini (unsplash.com/Art and Soil Bangalore)

Setelah semua bahan siap, masukkan media ke dalam gelas secara bertahap. Kamu dapat membuat lapisan kerikil atau grit terlebih dahulu, kemudian menambahkan media tanam yang cukup dalam untuk menampung akar tanaman. Hindari memenuhi gelas sampai terlalu penuh agar masih tersedia ruang untuk tanaman dan dekorasi.

Selanjutnya, buat lubang kecil pada media tanam menggunakan stik kayu atau alat berkebun berukuran kecil. Masukkan tanaman secara perlahan agar akarnya tidak rusak. Setelah tanaman berada di posisi yang diinginkan, tekan media di sekeliling akar dengan lembut supaya tanaman berdiri kokoh.

4. Tambahkan dekorasi agar mini garden lebih lucu

Ilustrasi mini garden (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Setelah tanaman tertata, bagian paling menyenangkan adalah menghias mini garden. Kamu bisa menambahkan kerikil warna-warni, batu kecil, potongan kayu, moss, kulit kayu, atau ornamen mini seperti rumah-rumahan dan figur kecil. Pilih dekorasi yang ukurannya proporsional agar tanaman tetap menjadi pusat perhatian.

Kalau ingin membuatnya lebih personal, sesuaikan tema dekorasi dengan ruangan. Misalnya, gunakan batu putih dan ornamen minimalis untuk meja kerja bergaya Japandi. Untuk tampilan lebih playful, kamu bisa menambahkan figur hewan kecil, rumah mini, atau batu dengan warna pastel.

5. Rawat mini garden agar tetap segar

Ilustrasi tanaman moss terrarium (pexels.com/Anna Shvets)

Setelah selesai, jangan langsung memberikan banyak air. Karena gelas bekas biasanya tidak mempunyai lubang pembuangan air, terlalu banyak air dapat membuat media terlalu basah dan berisiko mengganggu kesehatan akar. Untuk mini garden sederhana, gunakan sedikit air atau semprotan dan perhatikan kondisi media sebelum kembali menyiram.

Letakkan mini garden di tempat yang mendapatkan cahaya terang tetapi tidak terkena sinar matahari langsung secara berlebihan. RHS menyarankan terrarium tropis ditempatkan di area terang dan jauh dari sinar matahari langsung. Jika diletakkan di balik kaca dengan matahari terlalu kuat, suhu di dalam wadah bisa meningkat dan tanaman berisiko mengalami stres.

Periksa mini garden secara rutin dan segera buang daun yang mati atau membusuk. Jika menggunakan wadah tertutup, perhatikan jumlah embun pada dinding gelas. RHS menjelaskan bahwa terrarium membutuhkan sedikit perawatan setelah dibuat, tetapi kelembapan tetap perlu dipantau dan sisa tanaman yang mati sebaiknya segera dibersihkan untuk membantu mencegah jamur.

Membuat mini garden dari gelas bekas ternyata tidak membutuhkan banyak bahan maupun keahlian khusus. Dengan memanfaatkan wadah yang sudah ada di rumah, tanaman berukuran kecil, media tanam, dan beberapa dekorasi sederhana, kamu bisa menciptakan taman mungil yang sekaligus menjadi dekorasi ruangan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article