Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

DIY Kalender Meja dari Barang Bekas untuk Bikin Hidup Lebih Teratur

DIY Kalender Meja dari Barang Bekas untuk Bikin Hidup Lebih Teratur
Ilustrasi kalender meja (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)
Share Article

Punya jadwal kuliah, kerja, tugas, janji, sampai agenda pribadi yang sering berantakan? Kalender meja bisa menjadi alat sederhana untuk membantu melihat berbagai kegiatan tanpa harus terus membuka aplikasi di ponsel. Menariknya, kamu gak harus membeli kalender baru karena bisa membuatnya sendiri dari barang-barang bekas yang ada di rumah.

Selain lebih hemat, DIY kalender meja juga bisa menjadi cara sederhana untuk memanfaatkan kembali kardus, kertas bekas, stik es krim, atau kemasan yang sudah tidak terpakai. Lantas, bagaimana cara membuatnya sekaligus menjadikannya alat bantu agar hidup lebih teratur?

  1. 1. Siapkan barang bekas yang ada di rumah

    Ilustrasi kardus-kardus bekas (freepik.com/freepik)
    Ilustrasi kardus-kardus bekas (freepik.com/freepik)

    Sebelum mulai membuat kalender, coba cek barang-barang yang sudah tersedia di rumah. Kardus bekas kemasan, kalender lama, kertas satu sisi, stik es krim, penjepit kertas, hingga potongan karton dapat digunakan sebagai bahan utama.

    Untuk bagian penyangga, kamu bisa memanfaatkan kardus tebal yang dilipat menjadi bentuk segitiga atau menggunakan wadah kecil yang sudah tidak terpakai. Karena itu, jangan terlalu fokus mencari bahan yang terlihat bagus sejak awal. Justru, bagian menarik dari DIY adalah mengubah benda sederhana menjadi sesuatu yang memiliki fungsi baru.

    Misalnya, kardus bekas bisa menjadi papan kalender, sementara kertas bekas dapat dipotong menjadi kartu tanggal. Dengan sedikit kreativitas, barang yang tadinya memenuhi sudut rumah bisa berubah menjadi perlengkapan meja yang berguna.

  2. 2. Buat kalender model flip yang bisa dipakai berulang

    ilustrasi kalender (pexels.com/Matheus Bertelli)
    ilustrasi kalender (pexels.com/Matheus Bertelli)

    Salah satu model paling mudah dibuat adalah kalender flip. Kamu cukup membuat 12 kartu untuk setiap bulan, kemudian menambahkan kartu angka atau tanggal yang bisa diganti-ganti. Supaya lebih praktis, gunakan penjepit kertas, ring binder bekas, atau tali untuk menggabungkan kartu-kartu tersebut.

    Model kalender seperti ini juga memungkinkan kamu melihat bulan secara lebih jelas. Penelitian Yanliu Huang, PhD, dari Drexel University, Zhen Yang, PhD, dari California State University, Fullerton, dan Vicki G. Morwitz, PhD, dari Columbia Business School menemukan bahwa pengguna kalender kertas membuat rencana dengan kualitas lebih baik dan lebih berhasil menjalankannya dibandingkan pengguna kalender seluler dalam eksperimen mereka.

    "Melalui tiga studi, kami menunjukkan bahwa dibandingkan pengguna kalender seluler, pengguna kalender kertas menyusun rencana yang lebih berkualitas dan lebih berhasil dalam melaksanakannya. Kami menyajikan bukti bahwa hal ini terjadi karena pengguna kalender kertas mengambil perspektif yang lebih luas dan menyeluruh saat merencanakan, yang pada gilirannya menghasilkan rencana berkualitas lebih baik serta peluang keberhasilan pelaksanaan yang lebih besar," demikian laporan studinya yang dikutip dari Wiley Online Library.

  3. 3. Tambahkan kolom untuk deadline dan agenda penting

    ilustrasi kalender dan pulpen (pexels.com/Leeloo The First)
    ilustrasi kalender dan pulpen (pexels.com/Leeloo The First)

    Kalender meja akan jauh lebih berguna kalau tidak hanya menunjukkan tanggal. Kamu bisa menambahkan bagian kecil bertuliskan “Deadline”, “Agenda”, “Reminder”, atau “Prioritas Minggu Ini”. Kalau ruangnya terbatas, gunakan simbol sederhana seperti tanda bintang untuk deadline, lingkaran untuk agenda, dan tanda seru untuk sesuatu yang harus segera dikerjakan.

    Hal ini juga bisa membantu mengatur manajemen waktumu. Kamu juga bisa menjadikan kalender meja sebagai “pengingat visual” dengan menuliskan satu atau dua target utama setiap hari, bukan memasukkan semua pekerjaan sekaligus.

  4. 4. Buat desain simpel agar tidak malah bikin meja berantakan

    Ilustrasi meja kerja yang rapi (unsplash.com/Arthur Lambillotte)
    Ilustrasi meja kerja yang rapi (unsplash.com/Arthur Lambillotte)

    DIY bukan berarti harus menggunakan banyak hiasan. Kalau kalender dibuat untuk membantu mengatur hidup, desainnya justru sebaiknya sederhana dan mudah dibaca. Kamu bisa memakai kardus bekas sebagai alas, melapisinya dengan kertas kado atau kertas cokelat, lalu menambahkan kartu tanggal dengan ukuran yang seragam.

    Jadi, sebisa mungkin jangan memenuhi kalender dengan terlalu banyak tulisan, stiker, atau ornamen yang membuat tanggal dan agenda utama sulit terlihat. Pilih satu gaya visual yang konsisten. Dengan begitu, sekali melihat kalender, kamu bisa langsung memahami seperti apa minggu atau bulan yang sedang dijalani.

  5. 5. Letakkan di tempat yang sering kamu lihat

    Ilustrasi kalender meja (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)
    Ilustrasi kalender meja (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

    Kalender yang bagus tidak akan banyak membantu kalau disimpan di laci. Setelah selesai dibuat, letakkan kalender di tempat yang sering kamu lihat, misalnya di samping laptop, dekat tempat belajar, atau di sudut meja kerja. Tujuannya supaya mengecek jadwal menjadi kebiasaan kecil yang dilakukan tanpa perlu usaha besar.

    Kamu bisa membuat kebiasaan sederhana dengan mengecek kalender setiap pagi selama 30 detik. Lihat agenda hari itu, tandai satu prioritas utama, kemudian cek apa yang perlu disiapkan untuk hari berikutnya. Dengan cara ini, kalender meja bukan hanya menjadi dekorasi DIY, tetapi berubah menjadi alat kecil yang membantu kamu lebih sadar terhadap penggunaan waktu.

    Membuat kalender meja dari barang bekas ternyata bisa menjadi proyek DIY yang murah sekaligus fungsional. Kamu bisa memanfaatkan kardus, kertas bekas, kalender lama, atau bahan sederhana lainnya untuk menciptakan kalender yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More