Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Upin & Ipin dan Seni Berteman: Hal-Hal Sederhana yang Sering Kita Lupa

Upin & Ipin dan Seni Berteman: Hal-Hal Sederhana yang Sering Kita Lupa
Upin dan Ipin (dok. Les' Copaque Production/Upin Ipin)
Share Article

Persahabatan Upin dan Ipin dengan Mail, Fizi, Ehsan, Jarjit, Mei Mei, serta teman-temannya terasa dekat karena tidak dibangun dari hal-hal yang luar biasa. Mereka bermain bersama, saling mengejek, bertengkar, meminta maaf, berbagi, dan sesekali berbeda pendapat.

Dari interaksi sederhana itulah, kita bisa melihat bahwa menjadi teman yang baik tidak selalu membutuhkan gestur besar. Seperti yang sering diperlihatkan dalam cerita Upin & Ipin, hal-hal kecil tersebut justru menjadi fondasi sebuah persahabatan.

  1. 1. Berteman bukan berarti harus selalu sependapat

    cuplikan Fizi bersama Upin dan Ipin (dok. Les' Copaque/Upin dan Ipin)
    cuplikan Fizi bersama Upin dan Ipin (dok. Les' Copaque/Upin dan Ipin)

    Upin dan Ipin tidak selalu memiliki pendapat yang sama dengan teman-temannya. Ada kalanya mereka berbeda keinginan ketika bermain atau terlibat dalam perdebatan kecil. Namun, perbedaan tersebut tidak selalu membuat hubungan mereka berakhir. Setelah masalah selesai, mereka tetap bisa bermain dan bercanda bersama.

    Hal ini penting karena persahabatan yang sehat bukan berarti tidak pernah mengalami konflik. Penelitian yang diterbitkan dalam BMC Public Health dan merupakan tinjauan sistematis terhadap 43 studi, menunjukkan bahwa kualitas persahabatan berkaitan dengan berbagai aspek kesejahteraan remaja, termasuk kebahagiaan, kepuasan hidup, harga diri, dan rasa kesepian.

    "Aspek-aspek persahabatan seperti kebersamaan, kepercayaan, kedekatan, keintiman, dan konflik membentuk konsep kualitas persahabatan. Dalam lima studi, hubungan dengan teman sebaya yang lebih baik ditemukan berkaitan dengan kebahagiaan," jelasnya dalam Association between friendship quality and subjective wellbeing among adolescents: a systematic review dalam Springer Nature Link.

     

  2. 2. Jangan menunggu teman meminta tolong

    cuplikan Fizi minta maaf (dok. Les' Copaque/Upin dan Ipin)
    cuplikan Fizi minta maaf (dok. Les' Copaque/Upin dan Ipin)

    Salah satu hal menarik dari kelompok pertemanan Upin dan Ipin adalah kebiasaan saling membantu. Bantuan tidak selalu hadir dalam bentuk sesuatu yang besar. Kadang-kadang cukup dengan menemani, ikut mencari solusi, berbagi makanan, atau membantu teman menyelesaikan persoalan kecil.

    "Baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di masa krisis, anak-anak dan remaja sering kali menjadi pihak pertama yang menyadari kondisi teman-teman mereka. Mereka secara alami memiliki kepekaan terhadap tantangan dan emosi satu sama lain, serta menunjukkan empati dan kepedulian terhadap kesulitan yang dialami teman maupun rekan sebaya mereka. Mereka sering kali menjadi yang pertama mengetahui atau mendengar tentang situasi sulit yang dihadapi teman mereka, dan kerap menjadi yang pertama memberikan bantuan dengan berbagai cara," tulis UNICEF dalam panduan I Support My Friends.

  3. 3. Mengajak teman yang sering terlupakan

    cuplikan Ehsan makan (dok. Les' Copaque/Upin dan Ipin)
    cuplikan Ehsan makan (dok. Les' Copaque/Upin dan Ipin)

    Dalam kelompok pertemanan, selalu ada kemungkinan seseorang merasa tertinggal. Ada teman yang lebih pendiam, tidak terlalu populer, atau tidak selalu ikut dalam keseruan kelompok. Karakter-karakter dalam Upin & Ipin mengingatkan bahwa persahabatan tidak seharusnya hanya berputar pada orang-orang yang paling mirip dengan kita.

    Mengutip Springer Nature Link, penelitian yang dipublikasikan dalam Child Indicators Research pada 2026 terhadap 279 anak sekolah dasar menemukan adanya hubungan positif antara kualitas persahabatan dan kesejahteraan subjektif, serta hubungan negatif antara kualitas persahabatan dan kesepian. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kualitas hubungan pertemanan dapat menjadi salah satu faktor yang membantu melindungi kesejahteraan anak.

    "Temuan penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara kesejahteraan subjektif dan persahabatan, serta korelasi negatif antara persahabatan dan kesepian. Selain itu, ditemukan pula hubungan negatif antara kesejahteraan subjektif dan kesepian, di mana kesepian memediasi hubungan antara kesejahteraan subjektif dan kualitas persahabatan," demikian laporannya.

  4. 4. Berani minta maaf setelah bertengkar

    cuplikan Opah memeluk Upin dan Ipin (dok. Les' Copaque/Upin dan Ipin)
    cuplikan Opah memeluk Upin dan Ipin (dok. Les' Copaque/Upin dan Ipin)

    Upin, Ipin, dan teman-temannya tidak selalu akur. Pertengkaran kecil merupakan bagian dari dinamika mereka. Namun, yang menarik adalah konflik tidak selalu dianggap sebagai akhir persahabatan. Setelah emosi mereda, ada kesempatan untuk meminta maaf, menjelaskan perasaan, dan kembali berhubungan baik.

    Hal ini sebenarnya bisa diterapkan pada usia berapa pun. Ketika bertengkar dengan teman, kita tidak harus langsung mencari pembenaran. Kadang, langkah pertama yang lebih sehat adalah mendengarkan dan mengakui bahwa perasaan teman juga penting.

  5. 5. Tidak harus selalu bertemu untuk tetap peduli

    Upin dan Ipin (dok. Les' Copaque Production/Upin Ipin)
    Upin dan Ipin (dok. Les' Copaque Production/Upin Ipin)

    Persahabatan Upin dan Ipin terasa kuat bukan hanya karena mereka sering bersama, tetapi karena ada rasa saling peduli. Dalam kehidupan nyata, keadaan tentu berbeda. Teman bisa pindah sekolah, kuliah di kota lain, bekerja di tempat berbeda, atau menjalani kehidupan yang semakin sibuk. Frekuensi bertemu pun akhirnya berkurang.

    Oleh karena itu, menjaga persahabatan tidak selalu membutuhkan percakapan panjang atau bertemu setiap hari. Mengirim pesan untuk menanyakan kabar, mengingat ulang tahun, menawarkan bantuan, atau menyempatkan bertemu ketika ada kesempatan bisa menjadi cara sederhana untuk mengatakan bahwa hubungan tersebut masih berarti.

    Salah satu pelajaran menarik dari Upin dan Ipin bukanlah bagaimana memiliki banyak teman, melainkan bagaimana memperlakukan teman yang sudah kita punya. Persahabatan tumbuh dari hal-hal sederhana: mau mendengarkan, berbagi, membantu, mengajak yang tersisih, menghargai perbedaan, dan berani meminta maaf.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More