Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenali 6 Tanda Depressive Episode pada Pasangan, Apa Saja?

Kenali 6 Tanda Depressive Episode pada Pasangan, Apa Saja?
ilustrasi pria yang depresi (pexels.com/Lombe K)
  • Depressive episode ditandai suasana hati menurun lebih dari dua minggu dan dapat mengganggu aktivitas, berbeda dari perubahan mood biasa yang cepat pulih.
  • Tanda pada pasangan meliputi menarik diri bertahap, enggan merawat diri atau beraktivitas, menangis tanpa pemicu jelas, serta pola tidur yang berubah drastis.
  • Perasaan hidup tidak berguna dan keinginan mengakhiri hidup merupakan tanda serius; pasangan perlu diawasi, didampingi secara empatik, dan segera dibawa berkonsultasi ke psikolog atau psikiater.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Depressive episode adalah masa ketika seseorang mengalami penurunan suasana hati sampai ke titik terendah. Waktunya terbilang lama yaitu lebih dari 2 minggu berturut-turut. Periode depresi berbeda dengan sekadar perubahan suasana hati yang umum dialami semua orang.

Pada orang yang mentalnya sehat, perubahan suasana hati tidak berlangsung sepanjang itu. Bisa cuma beberapa jam, seperti sesaat setelah seseorang dimarahi atasan. Atau, suasana hati pulih dalam 2 hingga 3 hari saja.

Perubahan suasana hati pada orang tanpa masalah mental serius juga gak sampai mengganggu produktivitasnya. Dia masih dapat beraktivitas seperti biasa. Untuk lebih jelasnya, berikut enam tanda seseorang tengah mengalami depressive episode serta cara mendampinginya kalau kamu termasuk orang terdekatnya. Misalnya, dia pasanganmu.

  1. 1. Penarikan diri

    menyendiri
    ilustrasi menyendiri (pexels.com/Angélica Goudinho)

    Penarikan diri pada orang yang mengalami depresi biasanya tidak langsung terjadi secara drastis. Seperti tadinya pasanganmu suka jalan-jalan dan berkumpul dengan keluarga mendadak gak keluar kamar seharian. Penarikan diri akan berlangsung bertahap.

    Awalnya, dia mulai mengurangi frekuensi serta durasi bersama orang lain. Contoh, kebiasaan kalian ialah menghabiskan waktu di malam hari dengan menonton televisi bersama di ruang tengah sampai tiba waktu tidur. Sekarang ia cuma bertahan 1 atau 2 jam kemudian masuk kamar dan tidak keluar lagi.

    Awalnya kamu mungkin berpikir dia hanya lelah. Akan tetapi, makin ke sini ia makin menghilang dari tengah keluarga walau tidak baru melakukan aktivitas yang sangat menyita energi. Ketika kamu mulai melihat pasangan suka menarik diri segeralah mendekatinya.

    Dirimu bisa bertanya ada apa dengannya? Bila ia berkata tidak apa-apa, jelaskan perubahan perilakunya akhir-akhir ini. Kamu perlu bersiap untuk menjadi pendengar yang baik.

  2. 2. Keengganan melakukan apa pun

    meringkuk di lantai
    ilustrasi meringkuk di lantai (pexels.com/https://kaboompics.com/)

    Orang depresi berbeda dengan pemalas. Orang yang suka bermalas-malasan memang sejak dulu seperti itu. Sementara kamu mengenal pasanganmu sebagai pribadi yang cukup rajin.

    Hanya saja belakangan terjadi perubahan perilaku yang mencolok. Ia menjadi enggan melakukan apa pun. Tidak terkecuali, kegiatan harian demi dirinya sendiri. Selain ruinitas bekerja, juga aktivitas seperti mandi serta makan.

    Ia seolah-olah tak lagi merasa risi gak mandi seharian, tidak mengganti pakaian, dan gak punya rasa lapar. Kamu mesti segera bertindak serta jangan terus memakluminya. Katakan dengan tegas supaya ia tetap menjalankan rutinitasnya. Dirimu bisa membantunya jika diperlukan. Pembiaran atas tanda depresi hanya akan membuat kondisinya tambah buruk.

  3. 3. Tiba-tiba menangis sendiri

    menangis
    ilustrasi menangis (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Tangisan sebetulnya bagian dari ekspresi isi hati. Orang yang tidak depresi pun bisa menangis kapan saja. Namun, ada perbedaan antara tangisan wajar dengan ciri depressive episode. Orang tanpa episode depresi menangis disebabkan oleh sesuatu yang jelas.

    Misal, dia menangis karena baru putus dengan pacarnya. Atau, ia menangis saking bahagianya sebab sesuatu yang diimpikan menjadi nyata. Ini sangat lain dengan tangisan orang yang depresi.

    Pemicunya tidak jelas. Kamu dan pasangan tadi masih mengobrol bahkan bercanda. Akan tetapi, tak lama kemudian ia mulai menangis sehingga membuatmu bingung.

    Tangisannya dapat tidak berkesudahan tanpa dia mampu mengatakan masalahnya. Tindakan pertama dan utama yang bisa dilakukan olehmu ialah menenangkannya dengan kata-kata penuh empati serta pelukan. Jangan panik karena bisa membuat tangisannya kian kencang.

  4. 4. Sulit tidur atau justru tidur terus

    berbaring di lantai
    ilustrasi berbaring di lantai (pexels.com/cottonbro studio)

    Gangguan tidur juga kerap terjadi di masa depresi. Bentuknya tidak selalu pasanganmu sulit istirahat di malam hari. Justru keinginan tidur terus juga dapat mengindikasikan psikis seseorang sedang tidak baik-baik saja.

    Ini berkaitan erat dengan penurunan energi sampai ke tingkat yang sangat rendah. Di samping itu, terdapat kecemasan menghadapi hidup. Seseorang lalu memilih melarikan diri dengan cara tidur terus.

    Ia berharap itu akan membuatnya lebih aman. Kalau pasanganmu mulai tidur melebihi waktu istirahatnya yang biasa, cek aktivitas hariannya. Bila tak ada kegiatan yang pantas menyedot energinya sampai dia kelelahan, tetap batasi waktu tidurnya.

    Larang ia untuk tidur terus dan bangunkan tepat waktu. Sebaliknya apabila pasanganmu kesulitan tidur, bantu dia supaya lebih rileks. Misalnya, kamu memijatnya mendekati jam tidur dan menyalakan lilin aromaterapi. Jika cara-cara di atas tidak berhasil, ajak pasangan untuk berkonsultasi dengan dokter.

  5. 5. Merasa hidupnya tidak berguna

    di tengah keramaian
    ilustrasi di tengah keramaian (pexels.com/cesartorws .)

    Perasaan rendah diri yang sangat kuat menjadi tanda berikutnya jika pasanganmu mengalami depresi. Rasa ini tetap membayanginya sekalipun kamu tahu betul dia punya banyak kemampuan dan pencapaian. Tugasmu ialah membangkitkan kembali keyakinannya terhadap diri.

    Dirimu dapat mengingatkan pasangan akan berbagai kehebatannya selama ini. Ukurannya bukan hanya materi dan karier. Bukti kehebatan juga dapat berupa ketangguhannya dalam menghadapi berbagai persoalan sejauh ini.

    Kekuatan kata-katamu akan bertambah jika dirimu dapat menunjukkan foto, video, atau bukti fisik dari kemampuan serta pencapaian pasangan. Contohnya, foto-foto ketika dia wisuda, harta benda yang telah dikumpulkannya dari hasil bekerja, sampai piala dan piagam anak. Bukti terakhir menunjukkan bahwa dirinya bersama denganmu adalah orangtua yang berkompeten.

  6. 6. Keinginan mengakhiri hidup

    rebahan
    ilustrasi rebahan (pexels.com/TBD Tuyên)

    Tanda depresi yang dialami pasangan sudah di titik yang sangat parah ialah adanya keinginan untuk mengakhiri hidup. Satu kali saja keinginan tersebut terlontar, kamu kudu langsung waspada. Hindari dirimu menganggapnya cuma cari perhatian atau efek suasana hati yang gak bakal menjadi nyata.

    Setelah pasangan mengatakan keinginannya buat bunuh diri, pengawasan superketat mesti dilakukan. Dia tidak boleh dibiarkan sendirian bahkan di tempat-tempat yang menurutmu cukup aman, seperti kamar tidur atau kamar mandi. Kamu sebagai orang terdekatnya juga mesti sering-sering mengajaknya berbicara.

    Isi pembicaraan diarahkan untuk memperbaiki persepsi pasangan tentang hidupnya. Pasangan harus memahami bahwa hidupnya sangat berharga. Apa pun persoalan yang sedang dihadapinya, bunuh diri bukan jalan keluar serta sama sekali tidak diperlukan. Jangan lupa, kamu juga harus segera membawanya ke psikolog atau psikiater.

    Tanda-tanda seseorang mengalami depressive episode cukup terlihat jelas. Dengan catatan, kamu dan pasangan rutin bertemu. Kalau kalian tinggal berjauhan serta komunikasi kurang lancar tentu menjadi lebih sulit.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More