Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kapan Handuk Mandi Harus Dibuang? Bisa Jadi Sarang Kuman!
ilustrasi orang memakai handuk (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • Ketahanan handuk mandi bergantung pada kualitas bahan, frekuensi pemakaian, dan cara perawatan; umumnya bisa bertahan antara satu hingga enam tahun tergantung penggunaannya.
  • Tanda handuk perlu diganti meliputi daya serap menurun, tekstur kasar, bau tidak sedap, atau tampak tembus pandang karena kondisi tersebut dapat menjadi sarang kuman.
  • Agar tetap higienis, handuk sebaiknya dicuci setiap dua hingga lima kali pemakaian dengan air panas tanpa pelembut kain serta dikeringkan sempurna untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Handuk mandi berfungsi untuk menyeka atau mengeringkan badan setelah mandi. Handuk dengan bahan yang lembut dan mudah meresap air, seperti katun, serat bambu, atau mikro fiber adalah pilihan yang banyak digunakan orang.

Setelah digunakan, biasanya handuk akan digantung di jemuran agar tetap kering dan tidak lembap. Namun, apakah handuk mandi itu aman digunakan dalam jangka waktu lama? Ternyata, kamu juga perlu membuang handuk mandimu jika tidak layak pakai lagi. Berikut adalah kapan handuk mandi harus dibuang biar gak jadi sarang kuman.

1. Ketahanan handuk mandi bergantung pada pemakaiannya

ilustrasi handuk mandi (pexels.com/Dom J)

Kamu mungkin memiliki satu atau dua handuk mandi favorit di rumah. Itu membuatmu sayang untuk membuangnya, meskipun tampilannya sudah tidak layak digunakan, seperti menipis, permukaannya menjadi kasar karena pencucian berulang, atau terdapat banyak lubang.

Menurut Dr. Rebecca Van Amber, seorang ahli tekstil berkelanjutan dan dosen senior di Sekolah Mode dan Tekstil di Universitas RMIT di Naarm, Melbourne, beberapa orang mungkin memiliki beberapa handuk mandi sehingga handuk tersebut akan lebih awet karena jarang digunakan.

"Di sisi lain, orang lain mungkin memiliki lebih sedikit handuk mandi sehingga handuk-handuk tersebut jadi lebih sering digunakan," kata Rebecca seperti dikutip dari laman ABC. "Mungkin tidak akan menjadi awet karena handuk tersebut jadi sering dicuci," lanjutnya.

Rebecca menambahkan, jika kamu membeli handuk mandi dengan harga mahal dan kualitas yang baik, seharusnya handuk itu bisa bertahan setidaknya selama lima hingga enam tahun. Jadi, lebih baik membeli handuk mandi berkualitas bagus dengan harga yang lebih mahal, tapi bisa awet lebih lama.

Masih dilansir laman ABC, Peter Houf, Direktur dan Desainer Merek linen Australia Bemboka, mengatakan bahwa masa pakai handuk mandi biasanya berkisar antara satu hingga tiga tahun. Hal tergantung pada penggunaan dan perawatannya.

"Daya tahan handuk dipengaruhi oleh bahan, kualitas, dan frekuensi penggunaan serta pencuciannya," katanya.

2. Tanda-tanda handuk mandi sudah tidak layak pakai lagi

ilustrasi handuk mandi (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

Handuk yang sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan secara fisik, ada baiknya segera diganti. Handuk tersebut malah bisa menjadi sarang kuman hingga menimbulkan iritasi kulit saat digunakan. Menurut Peter Houf, jika handuk mandi telah kehilangan daya serap, pinggirannya berjumbai, berbau tidak sedap, atau teksturnya menjadi kasar. Mungkin handuk mandi tersebut sudah mencapai batas akhir pemakaian. Dengan kata lain, kamu harus merelakannya untuk dibuang.

"Berinvestasi pada handuk berkualitas tinggi dan mengikuti petunjuk perawatan yang tepat, dapat memperpanjang masa pakaianya," katanya. "Namun dengan selalu memperhatikan kondisinya, kamu akan selalu memiliki handuk yang bersih dan segar untuk rutinitas sehari-hari," imbuhnya.

Sementara itu, Dr. Amber menambahkan, jika kita dapat melihat tembus pandang melalui bentangan handuk mandi, mungkin itu sudah saatnya untuk menggantinya dengan handuk baru. Namun, menurutnya tidak ada batas waktu yang pasti untuk mengganti handuk mandi, itu tergantung pada preferensi pribadinya.

"Jika kamu menyukainya dan tidak ada hal yang benar-benar harus dikritik, maka teruslah menggunakannya," katanya. "Itulah pilihan yang paling berkelanjutan," sambung Amber.

3. Cara merawat handuk mandi yang tepat agar tidak berbau

ilustrasi handuk mandi (pexels.com/tom analogicus)

Terkadang, meskipun sudah dicuci, handuk mandi masih saja menyisakan bau yang tidak sedap. Ini bukan berarti tanda kalau handuk mandimu harus segera pensiun atau beralih fungsi menjadi lap dapur. Ada beberapa tips dari Dr. Amber untuk merawat handuk mandi agar tidak berbau dan tetap bisa digunakan seperti biasa.

"Saya sarankan untuk mencucinya dengan air panas dan menambahkan satu sendok makan bubuk Boraks sebagai pengganti pelembut pakaian," katanya.

Menurut Amber, pelembut kain dirancang untuk membuat handuk menjadi lembut dan mengembang, tetapi pelembut kain akan meninggalkan lapisan pada handuk mandimu yang dapat menarik bakteri dan bau. Ia juga menyarankan untuk menjaga kebersihan dan perawatan mesin cucimu di rumah.

"Mesin cuci yang kotor mungkin memiliki bau yang tidak sedap dan itu bisa berpindah pada handuk mandi ketika dicuci," terang Amber.

Cara McDonald, seorang dokter kulit yang berbasis di Naarm, Melbourne, setuju bahwa praktik pencucian handuk mandi yang benar sangat penting untuk menjaga kualitasnya.

"Handuk lama tidak akan lebih berisiko ketimbang handuk baru terhadap bakteri, asalkan dicuci dengan benar," kata Dr. Cara seperti dikutip dari ABC.

Ia menambahkan bahwa berbagi handuk mandi dapat menimbulkan risiko yang lebih besar dalam menularkan bakteri kepada orang lain.

"Ada kemungkinan penularan patogen seperti Staphylococcus aureus dari satu inang ke inang lain melalu handuk," ujar Dr. Cara.

4. Seberapa sering handuk mandi harus dicuci?

ilustrasi handuk mandi (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Perawatan handuk mandi paling umum adalah diangin-anginkan setelah digunakan dan mencucinya setiap dua hingga lima kali pemakaian. Demikian menurut pendapat Frej Lewenhaupt, pemilik dan CEO perusahaan perawatan pakaian Steamery di Swedia dalam NBC News. Hal ini dilakukan untuk memastikan handuk mandi tidak terlalu kotor.

"Penting untuk memastikan kamu telah mengeringkan handuk mandi sepenuhnya di antara setiap penggunaan untuk menghindari tumbuhnya bakteri dan jamur yang menyebabkan timbulnya bau tidak sedap," katanya. "Kamu bisa menggunakan dua handuk mandi secara bergantian untuk memastikan masing-masing handuk benar-benar kering sebelum digunakan lagi," imbuhnya.

Jadi, kamu memerlukan setidaknya sepasang handuk mandi dalam sepekan untuk menjamin keamanan dan kebersihannya. Ditambah lagi bila kamu termasuk orang yang lebih sering mandi dalam sehari, memastikan handuk mandi yang digunakan benar-benar kering dan bersih, tentu akan membuat ritual mandimu lebih aman dan nyaman.

Mengganti handuk mandi tepat waktu akan menghindarkanmu dari iritasi kulit atau perasaan kurang nyaman saat memakainya. Akan tetapi, di sisi lain, ada pula orang yang tidak bermasalah dengan kondisi handuk mandi yang kurang layak pakai. Oleh karena itu, pertanyaan tentang kapan handuk mandi harus diganti bisa berbeda dari satu orang ke orang yang lainnya. Bagaimana menurutmu?

Curated For You

Editorial Team

Related Article