Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Merapikan Kamar Bisa Membuat Mood Lebih Baik?

Kenapa Merapikan Kamar Bisa Membuat Mood Lebih Baik?
ilustrasi wanita merasa nyaman berbaring di sofa (pexels.com/karolinagrabowska)
  • Kamar berantakan menambah rangsangan visual yang membebani kapasitas mental, sedangkan menata barang membantu pikiran terasa lebih ringan saat beristirahat.
  • Kekacauan dapat meningkatkan stres, kecemasan, dan rasa kewalahan; merapikan secara bertahap mengurangi tekanan lingkungan serta menciptakan ruang yang lebih nyaman.
  • Kamar yang tertata membantu fokus, mengurangi distraksi dan kelelahan mental, sekaligus memberi rasa pencapaian tanpa perlu mengejar kondisi yang sempurna.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kamar tidur seharusnya menjadi tempat untuk beristirahat setelah menjalani hari yang melelahkan. Namun saat pakaian dan barang menumpuk, kamar yang berantakan justru bisa membuatmu merasa semakin kewalahan. Kondisi ini ternyata dapat memengaruhi suasana hati dan kesehatan mental.

Merapikan kamar bukan sekadar membuat ruangan terlihat lebih enak dipandang. Aktivitas ini juga membantu mengurangi gangguan visual, meringankan beban pikiran, dan menciptakan suasana yang lebih nyaman. Lantas, kenapa merapikan kamar bisa membuat mood lebih baik? Yuk, simak alasannya lewat artikel berikut!

  1. 1. Mengurangi beban pikiran akibat terlalu banyak rangsangan visual

    ilustrasi kamar dengan wallpaper unik
    ilustrasi kamar dengan wallpaper unik (pexels.com/cottonbro)

    Kamar yang penuh barang membuat otak menerima terlalu banyak informasi sekaligus. Pakaian yang berserakan, barang di meja, atau benda yang belum dikembalikan ke tempatnya menjadi rangsangan visual yang terus menarik perhatian. Akibatnya, otak tetap bekerja memproses kondisi sekitar meski kamu sedang ingin beristirahat.

    Jessica Ronyak, LMHC, LPCC, seorang terapis, dikutip dari Real Simple, menjelaskan bahwa ruangan yang terlalu penuh secara visual dapat memberi tekanan ringan pada kapasitas mental. Kondisi ini bisa terasa semakin melelahkan ketika pikiranmu sudah dipenuhi pekerjaan, masalah pribadi, atau berbagai hal lainnya. Karena itu, mengurangi barang yang terlihat dan menata kamar dapat membantu membuat pikiran terasa lebih ringan.

    “Ruang yang secara visual terlalu penuh terus-menerus menarik perhatian kita. Tarikan perhatian yang terus-menerus ini dapat menciptakan tekanan ringan pada kapasitas mental kita, terutama ketika kita sudah berkonsentrasi pada begitu banyak hal,” ujarnya.

  2. 2. Membantu menurunkan stres dan rasa kewalahan

    ilustrasi membersihkan tempat tidur
    ilustrasi membersihkan tempat tidur (pexels.com/cottonbro)

    Kondisi kamar yang berantakan dapat membuat seseorang merasa memiliki terlalu banyak hal yang harus dibereskan. Perasaan tersebut bisa membuat tugas sederhana terasa jauh lebih besar sehingga kamu akhirnya memilih menundanya. Ketika barang terus menumpuk, rasa kewalahan pun bisa semakin kuat dan akhirnya memengaruhi suasana hati.

    Jillian Amodio, LMSW, terapis dan profesor psikologi, dikutip dari Real Simple, menjelaskan bahwa semakin banyak kekacauan, semakin tinggi pula stres dan kecemasan. Stres berkepanjangan dapat memicu mudah tersinggung, gangguan tidur, dan kesulitan menghadapi tuntutan sehari-hari. Dengan merapikan kamar secara bertahap, kamu bisa mengurangi salah satu sumber tekanan dari lingkungan sekitar.

    “Seiring meningkatnya kekacauan, stres dan kecemasan juga meningkat,” kata Jillian.

  3. 3. Membuat kamar terasa lebih nyaman dan menenangkan

    ilustrasi tidur
    ilustrasi perempuan sedang tidur (pexels.com/olly)

    Rumah, termasuk kamar tidur, idealnya menjadi tempat yang membuatmu merasa aman dan nyaman. Namun, suasana tersebut bisa sulit tercipta jika kamu terus melihat barang-barang yang berserakan atau pekerjaan rumah yang belum selesai. Merapikan kamar dapat mengubah lingkungan tersebut menjadi ruang yang terasa lebih mendukung untuk beristirahat.

    Kamu tidak perlu membuat kamar terlihat sempurna seperti kamar di majalah agar bisa merasa lebih tenang. Yang lebih penting adalah menciptakan ruang yang sesuai dengan kebutuhanmu dan tidak terus memberikan tekanan secara visual. Dengan begitu, ketika masuk kamar setelah menjalani hari yang panjang, kamu bisa lebih mudah merasa bahwa inilah tempat untuk beristirahat.

    “Rumah yang benar-benar rapi dan sempurna tidak diperlukan untuk memiliki kesehatan mental yang baik. Yang benar-benar penting adalah memiliki ruang yang menenangkan, bukan ruang yang membuatmu stress,” ujar Stephanie Steele-Wren, PsyD, HSPP, psikolog di PsychologyWorks, PLLC, dikutip dari Real Simple.

  4. 4. Membantu meningkatkan fokus dan mengurangi kelelahan mental

    ilustrasi perempuan merasa nyaman di kamar tidur
    ilustrasi perempuan merasa nyaman di kamar tidur (pexels.com/pavel-danilyuk)

    Kamar yang berantakan bukan hanya mengganggu saat kamu ingin santai, tetapi juga bisa membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih sulit. Banyaknya barang dapat membuatmu kesulitan menentukan prioritas, sehingga lebih mudah terdistraksi, menunda pekerjaan, atau meninggalkan tugas sebelum selesai.

    Merapikan kamar membantu mengurangi gangguan yang menarik perhatian tanpa disadari. Saat meja, lantai, dan area tempat tidur lebih tertata, kamu memiliki ruang yang lebih jelas untuk beraktivitas. Kondisi ini dapat membantu pikiran bekerja lebih terarah, terutama saat belajar, bekerja, atau menyelesaikan tugas di kamar.

  5. 5. Memberikan rasa pencapaian yang bisa memperbaiki suasana hati

    ilustrasi tidur
    ilustrasi tidur (pexels.com/Ron Lach)

    Merapikan kamar mungkin terlihat seperti pekerjaan kecil, tetapi menyelesaikannya bisa memberi rasa pencapaian. Melihat pakaian sudah terlipat atau meja kembali rapi dapat menimbulkan kepuasan karena kamu berhasil menyelesaikan sesuatu. Perasaan ini bisa menjadi dorongan positif, terutama saat suasana hati sedang kurang baik.

    Namun, jangan menargetkan kamar yang sempurna karena justru bisa membuatmu tertekan. Mulailah dari area kecil, seperti meja samping tempat tidur, lantai, atau tumpukan pakaian. Setelah selesai, nikmati hasilnya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk melanjutkan atau beristirahat.

    Jadi, merapikan kamar bukan cuma soal membuat ruangan terlihat lebih enak dipandang, tetapi juga bisa membantu pikiran terasa lebih ringan dan mood membaik. Gak perlu langsung beresin semuanya, mulai saja dari satu sudut kecil dan rasakan bedanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More