Ilustrasi perempuan membersihkan kamar (pexels.com/cottonbro studio)
Kadang masalahnya bukan udara yang kurang masuk, melainkan ada sumber bau yang terus berada di dalam ruangan. Keranjang pakaian kotor, sepatu, handuk lembap, tempat sampah, atau bahkan kasur yang menyimpan kelembapan dapat membuat kamar terasa pengap meskipun sirkulasinya cukup. Karena hidung sudah terbiasa dengan aroma kamar sendiri, sumber bau tersebut juga bisa lebih sulit disadari.
Coba keluar dari kamar selama beberapa menit, lalu masuk kembali dan perhatikan aroma ruangan dengan lebih sadar. Jika terasa ada bau apek atau kurang segar, cari sumbernya satu per satu daripada sekadar menyemprotkan pewangi ruangan. Menghilangkan sumber bau biasanya jauh lebih efektif daripada hanya menutupinya dengan aroma baru.
Kamar yang tetap pengap meski jendela sering dibuka ternyata gak selalu berarti kekurangan udara dari luar. Jalur sirkulasi, posisi furnitur, kelembapan, debu, hingga sumber bau di dalam kamar bisa menjadi penyebabnya. Sebelum membeli pengharum atau alat tambahan, coba cek dulu lima hal di atas ya, siapa tahu masalahnya ternyata ada di sudut kamar yang selama ini gak kamu sadari.