Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi lobak (pexels.com/planka)

Punya keinginan memanen sayuran sendiri, tetapi halaman rumah gak cukup luas untuk membuat kebun? Tenang, kamu tetap bisa bercocok tanam meskipun hanya memiliki teras, balkon, atau sedikit ruang di depan rumah. Ada beberapa jenis sayuran umbi yang bisa tumbuh dalam pot dan relatif cepat dipanen, bahkan sekitar satu hingga dua bulan setelah ditanam.

Selain menghasilkan bahan makanan segar, tanaman ini juga bisa membuat sudut rumah terlihat lebih hijau dan menarik. Perawatannya pun gak terlalu rumit selama kamu menyiapkan pot, media tanam, dan penyiraman yang sesuai. Kalau tertarik mencoba berkebun dari rumah, kenali beberapa sayuran umbi yang bisa kamu tanam tanpa harus menunggu terlalu lama untuk menikmati hasilnya!

1. Lobak

ilustrasi lobak (pexels.com/pauldor)

Lobak (Raphanus sativus) bisa menjadi pilihan tepat bagi pemula karena mudah ditanam, gak membutuhkan banyak ruang, dan dapat dipanen sekitar satu bulan setelah penanaman. Laura Matter, direktur program di Tilth Alliance, dikutip dari Martha Stewart, menyarankan penggunaan pot berukuran 15–20 cm agar akarnya memiliki ruang untuk berkembang. Sebaiknya hindari wadah kayu atau terakota tanpa glasir karena media tanam di dalamnya lebih mudah kehilangan kelembapan.

Elin Harryson, pakar tanaman dari Planta, dikutip dari laman yang sama, juga merekomendasikan lobak untuk kebun dengan lahan terbatas. Selain cepat dipanen, akarnya dapat membantu menggemburkan tanah yang padat secara alami. Tanaman ini juga cocok ditanam secara bergiliran di antara sayuran lain yang membutuhkan waktu panen lebih lama. Pastikan media tanam tetap lembap agar lobak tumbuh dengan baik.

"Lobak merupakan pilihan yang bagus untuk orang yang berkebun di ruang sempit karena tanaman ini cepat matang, secara alami membantu menggemburkan tanah yang padat selama pertumbuhannya, serta sangat cocok ditanam secara bergiliran di antara sayuran lain yang membutuhkan waktu panen lebih lama," jelas Harryson.

2. Bit

ilustrasi buah bit (pexels.com/verolova)

Kalau ingin menanam sayuran yang menarik secara visual sekaligus bisa dikonsumsi, bit (Beta vulgaris) patut dipertimbangkan. Sebagian besar varietasnya membutuhkan waktu hampir dua bulan untuk mencapai ukuran matang. Namun, kamu bisa memanennya lebih awal ketika umbinya masih kecil. Matter menyarankan varietas baby beets, terutama yang berwarna merah tua atau ungu, karena sudah bisa dipanen sekitar 40 hari setelah penanaman.

Bukan hanya umbinya, daun bit juga bisa diolah menjadi makanan sehingga hampir seluruh bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan. Menurut Harryson, bit cukup produktif ditanam di ruang terbatas dan memiliki tampilan menarik berkat warna batang serta daunnya. Gunakan pot dengan kedalaman sekitar 25–30 cm agar akarnya memiliki ruang tumbuh yang cukup. Jaga kelembapan media tanam supaya umbinya tumbuh empuk dan berukuran lebih merata.

3. Wortel

ilustrasi wortel (pexels.com/markusspiske)

Wortel (Daucus carota) memang membutuhkan waktu lebih lama untuk berkecambah dan tumbuh dibandingkan lobak. Namun, kamu bisa memilih varietas wortel berukuran kecil atau berbentuk bulat agar lebih mudah dibudidayakan dalam pot. Menurut Harryson, jenis wortel tersebut cocok untuk lahan terbatas dan tetap bisa menghasilkan umbi dengan rasa manis serta segar.

Agar akarnya berkembang dengan baik, gunakan pot dengan kedalaman minimal 30 cm. Harryson juga menyarankan media tanam yang ringan untuk membantu mencegah bentuk akar menjadi tidak beraturan. Penyiraman secara teratur gak kalah penting karena kekurangan air dapat membuat wortel pecah. Dengan memilih varietas yang tepat dan memberikan perawatan sesuai kebutuhan, wortel bisa dipanen sekitar dua bulan setelah ditanam.

4. Turnip

ilustrasi turnip (pexels.com/sejio402)

Selain lobak biasa, kamu juga bisa mencoba menanam turnip (Brassica rapa subsp. rapa) di dalam pot. Sayuran umbi ini relatif cepat dipanen, yakni sekitar 40–60 hari setelah penanaman. Harryson menyarankan varietas berakar dangkal yang cocok ditanam dalam pot berukuran sekitar 30 cm untuk kedalaman dan lebarnya. Pemanenan secara berkala juga membantu menghasilkan akar dan daun turnip yang lebih empuk.

"Varietas dengan akar dangkal dapat tumbuh dengan baik di pot berukuran sedang, sekitar 12 inci untuk kedalaman dan lebarnya. Pemanenan secara berkala juga akan menghasilkan akar dan daun turnip yang lebih empuk," ujar Harryson.

Menariknya, kondisi cuaca turut memengaruhi cita rasa turnip. Suhu yang lebih sejuk cenderung menghasilkan umbi dengan rasa lebih manis dan lembut, sedangkan cuaca panas bisa membuat rasanya lebih kuat dan tajam. Matter menyarankan varietas berukuran kecil karena teksturnya cenderung lebih empuk. Kamu juga bisa memilih jenis berwarna merah atau merah muda untuk menambah variasi warna pada kebun mini di rumah.

Lahan terbatas bukan berarti kamu gak bisa menikmati hasil panen dari kebun sendiri. Dengan memilih sayuran yang tepat dan menyiapkan pot sesuai kebutuhan tanaman, kamu bisa mulai berkebun dari rumah sekaligus menyediakan bahan makanan segar untuk keluarga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article