Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bayi Cepat Berjalan, Apakah Tandanya Lebih Cerdas saat Besar?

4 min read
Bayi Cepat Berjalan, Apakah Tandanya Lebih Cerdas saat Besar?
ilustrasi ibu bermain dengan anak (pexels.com/martproduction)

Melihat bayi mulai berdiri dan melangkahkan kaki untuk pertama kalinya tentu menjadi momen membahagiakan bagi orangtua. Terlebih, jika si kecil bisa berjalan lebih cepat dibandingkan bayi seusianya. Menariknya, sejumlah penelitian menemukan bahwa bayi yang lebih awal belajar berjalan mungkin memiliki kemampuan memori, perhatian, dan keterampilan sosial yang lebih baik saat tumbuh menjadi anak-anak.

Meski begitu, bukan berarti orangtua perlu buru-buru mengajari bayi berjalan agar lebih cepat mencapai tonggak perkembangan tersebut. Setiap anak memiliki kecepatan tumbuh kembang yang berbeda, sementara memaksakan bayi berjalan sebelum siap justru berisiko bagi kesehatannya. Lantas, apa saja yang perlu diketahui orangtua tentang bayi yang lebih cepat berjalan? Yuk, simak penjelasannya!

  1. 1. Bayi yang lebih cepat berjalan mungkin memiliki kemampuan kognitif lebih baik

    ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/paveldanilyuk)
    ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/paveldanilyuk)

    Sebagian besar bayi mulai mengambil langkah pertamanya pada usia 12–15 bulan. Ketika memasuki usia 18 bulan, sekitar 75 persen anak sudah mampu berjalan secara mandiri. Meski begitu, ada juga bayi yang mulai berjalan sejak usia 8 bulan. Dalam penelitian yang melibatkan kelompok bayi berjumlah besar, bayi yang mulai berjalan sekitar usia 10 bulan dikategorikan sebagai early walkers.

    Sebuah penelitian terhadap 599 anak yang diterbitkan dalam jurnal American Academy of Pediatrics (AAP) menemukan bahwa bayi yang lebih cepat berdiri dan berjalan cenderung memperoleh skor tes kognitif lebih tinggi ketika berusia 4 tahun. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara usia ketika bayi mencapai tonggak perkembangan motorik kasar dan kemampuan kognitifnya pada masa berikutnya.

  2. 2. Kemampuan berjalan lebih awal berkaitan dengan perkembangan memori dan bahasa

    ilustrasi ibu dan anak panen tomat (pexels.com/yankrukov)
    ilustrasi ibu dan anak panen tomat (pexels.com/yankrukov)

    Usia ketika anak mulai berdiri dan berjalan juga dikaitkan dengan kemampuan memorinya di kemudian hari. Hal ini disampaikan oleh Akhgar Ghassabian, MD, PhD, peneliti pascadoktoral di National Institutes of Health (NIH) sekaligus penulis utama penelitian tersebut, dikutip dari Parents.

    "Temuan kami sejalan dengan hasil penelitian longitudinal yang dilakukan beberapa dekade lalu. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa usia ketika seorang anak mencapai tonggak perkembangan utama, seperti berdiri atau berjalan, dapat menjadi prediktor kemampuan memori anak di kemudian hari," jelasnya.

    Penelitian lainnya menunjukkan bahwa bayi yang lebih awal berjalan cenderung lebih cepat mempelajari bahasa. Setelah mulai berjalan, komunikasi bayi dengan orangtua, mulai dari menunjuk hingga berbicara, meningkat. Kemampuan baru ini juga membuat bayi lebih mudah menarik perhatian orangtua dan pengasuh sehingga mendapatkan respons positif yang tampaknya mempercepat perkembangan verbalnya.

  3. 3. Tidak semua penelitian menemukan hubungan antara berjalan dan kecerdasan

    ilustrasi membacakan buku cerita pada anak sebelum tidur (pexels.com/paveldanilyuk)
    ilustrasi membacakan buku cerita pada anak sebelum tidur (pexels.com/paveldanilyuk)

    Meski sejumlah penelitian menemukan kemungkinan hubungan antara kemampuan berjalan lebih awal dan perkembangan kognitif, para ahli belum sepenuhnya memahami kaitan keduanya. Penelitian yang tersedia juga masih memiliki keterbatasan dan menunjukkan hasil yang beragam.

    Sebagai contoh, penelitian berskala kecil yang dilakukan Swiss National Science Foundation turut mengkaji apakah kemampuan berjalan lebih awal dapat memprediksi kecerdasan seseorang. Hasilnya, penelitian tersebut tidak menemukan hubungan antara usia saat bayi mulai berjalan dengan kemampuan koordinasi maupun kecerdasan di kemudian hari.

  4. 4. Berjalan terlalu dini mungkin meningkatkan risiko penyakit Blount

    ilustrasi anak berada di crib (pexels.com/martproduction)
    ilustrasi anak berada di crib (pexels.com/martproduction)

    Orangtua mungkin merasa bangga ketika bayinya sudah bisa berjalan sebelum berusia satu tahun. Namun, kemampuan tersebut juga perlu diperhatikan karena berjalan sebelum usia 12 bulan disebut sebagai salah satu faktor risiko penyakit Blount (Blount's disease), yaitu gangguan pertumbuhan tulang kering (tibia) yang menyebabkan bagian bawah kaki membengkok ke arah dalam sehingga tampak seperti kaki O.

    Mengutip dari Cleveland Clinic, anak yang mulai berjalan sebelum usia 12 bulan memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi tersebut. Meski demikian, penyebab pasti penyakit Blount belum diketahui dan faktor lain, seperti kelebihan berat badan, kenaikan berat badan yang cepat, serta faktor genetik, juga diduga berperan.

  5. 5. Jangan memaksa bayi berjalan lebih cepat dari kesiapan perkembangannya

    ilustrasi ibu bermain dengan anak (pexels.com/martproduction)
    ilustrasi ibu bermain dengan anak (pexels.com/martproduction)

    Hal yang perlu dihindari orangtua adalah mendorong bayi agar segera bisa berjalan sebelum mereka siap. Memaksakan anak mencapai tonggak perkembangan, termasuk kemampuan berjalan, dapat menimbulkan risiko kesehatan. Setelah muncul sejumlah laporan cedera, American Academy of Pediatrics (AAP) menyerukan pelarangan penggunaan baby walker yang digunakan sebagian orangtua untuk membantu bayi belajar berjalan lebih cepat.

    “Bayi bisa mulai berjalan sejak usia 9 bulan,” jelas Dr. Michele Marshall, MD, seorang dokter spesialis anak, dikutip dari Cleveland Clinic. “Bayi juga normal jika membutuhkan waktu lebih lama dan baru mulai berjalan pada usia 17 atau 18 bulan,” tambahnya.

    Orangtua perlu memperhatikan setiap tahapan perkembangan anak untuk mengenali kemungkinan keterlambatan atau penyimpangan. Namun, kemampuan berjalan lebih awal bukanlah patokan untuk memprediksi kemampuan anak di masa depan. Jika khawatir si kecil berjalan terlalu cepat atau justru terlambat, konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan penilaian dan panduan yang sesuai.

    Pada akhirnya, setiap bayi memiliki tahapan tumbuh kembangnya masing-masing. Jadi, gak perlu terburu-buru membandingkan kemampuan si kecil dengan bayi lain karena yang terpenting adalah mendukung perkembangannya secara aman dan sehat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More