Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Kita Harus Kuliah di Kampus Terbaik? Ternyata Karena Alasan Ini!

4 min read
Kenapa Kita Harus Kuliah di Kampus Terbaik? Ternyata Karena Alasan Ini!
ilustras mahasiswa (freepik.com/Lifestylememory)
  • UI, UGM, dan Unair menjadi tiga universitas Indonesia dengan peringkat tertinggi berdasarkan QS WUR 2027.

  • Universitas bereputasi menawarkan pengalaman belajar melalui praktik, kegiatan lapangan, serta interaksi dengan ahli dan dosen suportif.

  • Lingkungan kampus membantu mahasiswa memperluas relasi, pengalaman internasional, kompetensi, dan peluang pengembangan karier.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hari pengumuman seleksi masuk perguruan tinggi akhirnya tiba. Setelah melewati berbagai persiapan dan persaingan yang gak mudah, kamu mulai membayangkan kehidupan sebagai mahasiswa. Ada banyak kampus yang bisa menjadi pilihan, tetapi beberapa nama seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Airlangga (Unair) mungkin sudah lama masuk dalam daftar impianmu. Bukan hanya karena namanya dikenal luas, juga karena reputasi dan kualitas pendidikan yang ditawarkan.

Bagi sebagian calon mahasiswa, berhasil masuk ke kampus terbaik menjadi pencapaian tersendiri. Mereka berharap bisa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas. Pun, bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang hingga membuka peluang karier setelah lulus. Namun, sebenarnya apa yang membuat pengalaman kuliah di universitas terbaik begitu menarik? Apakah reputasi kampus saja cukup atau ada hal lain yang bisa menjadi bekal penting bagi perkembangan mahasiswa?

  1. 1. Ini tiga universitas terbaik di Indonesia

    ilustrasi kampus dengan UKT terjangkau
    ilustrasi kampus dengan UKT terjangkau (pexels.com/Yan Krukau)

    Setiap tahun, berbagai lembaga pemeringkatan internasional merilis daftar universitas terbaik berdasarkan sejumlah indikator. Salah satunya adalah QS World University Rankings (WUR) yang menilai perguruan tinggi melalui aspek reputasi akademik, reputasi pemberi kerja, kualitas penelitian, hingga pengalaman belajar mahasiswa. Berdasarkan QS WUR 2027, berikut tiga universitas Indonesia dengan peringkat tertinggi:

    • Universitas Indonesia (UI): peringkat #1 di Indonesia dan #191 worldwide
    • Universitas Gadjah Mada (UGM): peringkat #2 di Indonesia dan #206 worldwide
    • Universitas Airlangga (Unair): peringkat #3 di Indonesia dan #276 worldwide

    Ketiga kampus tersebut memiliki keunggulan dan karakteristik masing-masing dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi. Meski begitu, peringkat universitas bukan satu-satunya tolak ukur untuk menentukan kampus yang paling sesuai bagi calon mahasiswa. Pilihan program studi, kebutuhan akademik, dan tujuan karier juga tetap perlu dipertimbangkan. Sebab, kampus terbaik adalah kampus yang mampu memberikan lingkungan belajar sesuai dengan potensi dan kebutuhan mahasiswanya.

  2. 2. Mendapatkan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan diri

    ilustrasi kampus favorit Gen Z
    ilustrasi kampus favorit Gen Z (pexels.com/Yan Krukau)

    Salah satu hal yang membuat pengalaman kuliah di universitas bereputasi baik menarik adalah lingkungan akademik yang mendukung proses belajar. Mahasiswa gak hanya mengikuti perkuliahan di kelas. Mereka juga berkesempatan mendapatkan pengalaman belajar secara langsung melalui sesi praktik, kegiatan di lapangan (on-site learning), hingga belajar dari para ahli di bidangnya. Lingkungan seperti ini dapat membantu mahasiswa memperluas pengetahuan sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dan menyelesaikan masalah.

    Hal tersebut juga bisa dirasakan oleh DA (29) yang menempuh pendidikan S1 di Universitas Airlangga (UNAIR) dan S2 di Universitas Gadjah Mada (UGM). Menurutnya, pengalaman belajar yang berkesan gak hanya berasal dari materi perkuliahan, tetapi juga kesempatan untuk mengikuti pembelajaran di luar kelas dan berinteraksi langsung dengan para ahli.

    "Lingkungan akademik yang mendukung itu gak hanya dilihat dari mata kuliahnya, tetapi juga dari pengalaman pembelajaran yang diberikan. Misalnya, kesempatan untuk belajar secara langsung di lapangan (on-site), mengikuti sesi praktik, atau mendapatkan ilmu dari para ahli," katanya.

    Selain lingkungan akademik, DA juga merasakan pentingnya lingkungan pertemanan yang saling mendukung dan mendorong satu sama lain untuk berkembang. Interaksi dengan dosen yang berpengalaman, ahli, dan suportif juga membuatnya lebih nyaman untuk berdiskusi maupun menyampaikan pendapat.

    "Lingkungan pertemanan yang saling bertumbuh dan mendukung juga penting. Begitu pula dengan interaksi bersama dosen yang berpengalaman, ahli, dan suportif," lanjut DA.

  3. 3. Memperluas relasi dan membuka kesempatan untuk masa depan

    ilustrasi kampus
    ilustrasi kampus (pexels.com/Pixabay)

    Selain mendukung perkembangan akademik, lingkungan kampus juga bisa menjadi tempat untuk membangun relasi dan mengenal berbagai peluang baru. Selama kuliah, mahasiswa berkesempatan bertemu dengan orang-orang dari latar belakang yang beragam, mengikuti program pengembangan diri, hingga terlibat dalam kegiatan yang dapat menunjang persiapan karier. Pengalaman tersebut bisa menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja setelah lulus.

    DA juga merasakan manfaat tersebut selama menempuh pendidikan di UNAIR dan UGM. Ia menyebutkan bahwa kesempatan untuk berkolaborasi dengan dosen dalam penulisan jurnal menjadi salah satu pengalaman yang dapat mendukung pengembangan kariernya. Selain itu, pengalaman internasional (international exposure) dan kesempatan bertemu teman dari berbagai latar belakang juga membantunya memperluas jaringan serta sudut pandang, bahkan di luar bidang kesehatan masyarakat (public health).

    "Peluang karier juga bisa lebih terbuka karena ada kesempatan untuk membuat jurnal bersama dosen. Selain itu, international exposure juga memberikan pengalaman dan kesempatan untuk memperluas jaringan. Kita bisa bertemu teman-teman dari berbagai latar belakang, jadi relasi dan wawasan yang didapat gak terbatas pada bidang public health saja," pungkasnya.

    Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kuliah di perguruan tinggi bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik. Ada banyak kesempatan yang bisa dimanfaatkan mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi, memperluas koneksi, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional.

Related Articles

See More