Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Tanda Pohon di Halaman Rumah Harus Ditebang Sebelum Merusak Bangunan
ilustrasi halaman rumah (pexels.com/chengxiangliao)
  • Pohon yang tampak hijau belum tentu aman; risiko tumbang dinilai dari kerusakan batang, akar, dan dahan serta dampaknya terhadap rumah, kendaraan, pagar, atau area sekitar.
  • Tanda utama yang perlu diwaspadai meliputi dahan mati, retakan batang, kemiringan baru, akar terbuka atau tanah berubah, jamur, rongga, pembusukan, serta daun dan kulit batang tidak normal.
  • Kerusakan setelah badai dapat melemahkan akar atau batang meski pohon masih berdiri. Arborist perlu mengevaluasi kondisi, karena pemangkasan atau penebangan ditentukan berdasarkan tingkat risiko.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pohon di halaman rumah bisa membuat suasana lebih teduh dan asri, tetapi kondisinya perlu diperhatikan seiring bertambahnya usia. Pohon yang tampak hijau belum tentu aman karena masalah pada batang, akar, dan dahan terkadang sulit terlihat. Jika rapuh, pohon dapat tumbang saat badai dan merusak atap, kendaraan, pagar, atau bangunan di sekitarnya.

Karena itu, penting mengenali tanda pohon mulai kehilangan kestabilannya sebelum terlambat. Menurut arborist dan panduan International Society of Arboriculture (ISA), risiko pohon dinilai dari jenis kerusakan serta dampaknya jika pohon atau dahannya tumbang. Yuk, ketahui tanda pohon di halaman rumah kamu harus ditebang sebelum menimbulkann kerusakan!

1. Banyak dahan mati atau menggantung

ilustrasi memangkas tanaman (pexels.com/gustavofring)

Dahan mati, rapuh, atau menggantung menjadi salah satu tanda kondisi pohon mulai menurun. Dahan yang masih tersangkut di tajuk juga bisa jatuh sewaktu-waktu, terutama saat angin kencang, terlebih jika berada di atas atap, teras, kendaraan, atau area yang sering dilalui.

Namun, dahan mati gak selalu berarti seluruh pohon harus ditebang. Arborist perlu menilai jumlah dahan yang mati, jenis pohon, kondisi strukturnya, dan area di bawahnya untuk menentukan risikonya, karena pemangkasan profesional mungkin sudah cukup untuk mengatasinya.

“Dua pohon dengan kerusakan yang terlihat sama persis bisa memiliki tingkat risiko yang benar-benar berbeda, tergantung pada apa yang ada di bawahnya,” ujar Katie Watkins, arborist bersertifikat di Miller’s Tree Service dan pemegang kualifikasi Tree Risk Assessment Qualified (TRAQ) dari ISA, dikutip dari Real Simple.

2. Batang atau dahan mengalami retakan

ilustrasi memangkas tanaman (pexels.com/shvetsa)

Retakan pada batang, terutama yang dalam atau berada di bagian penopang dahan besar, gak boleh dianggap sepele. Menurut Katie Watkins, ada retakan yang memanjang mengikuti batang dan ada pula yang melintang dengan tingkat risiko yang berbeda, sehingga arah dan lokasinya perlu diperiksa.

Retakan dapat menunjukkan struktur pohon mulai melemah, tetapi bukan berarti setiap retakan mengharuskan pohon ditebang. Pemeriksaan profesional tetap diperlukan untuk mengetahui apakah retakan tersebut sudah mengancam kestabilan pohon.

“Retakan melintang biasanya berarti kegagalan struktural akan segera terjadi. Retakan pada bidang geser akibat beban dahan yang berlebihan di masa lalu bisa terlihat parah, tetapi sebenarnya stabil,” ujar Katie Watkins.

3. Pohon tiba-tiba miring

ilustrasi pohon cemara laut yang tumbuh di pesisir (pexels.com/Erin Abbott)

Pohon yang baru mulai miring atau kemiringannya semakin parah bisa menandakan masalah pada akar. Kondisi ini dapat dipicu badai, erosi, atau pemadatan tanah hingga penyakit yang melemahkan akar, terlebih jika pohon berada dekat rumah atau area yang sering dilalui.

Berbeda dengan pohon yang sejak awal tumbuh miring, perubahan posisi secara tiba-tiba perlu diwaspadai. Jika disertai perubahan bentuk tanah di sekitar pangkal, sebaiknya segera minta arborist memeriksanya.

“Ketika sebuah pohon masih sangat muda, kegagalan akar mungkin sudah mulai terjadi,” ujar Katie Watkins.

4. Akar terlihat atau tanah di sekitarnya berubah

ilustrasi akar pohon yang sudah tua (pexels.com/rinas)

Akar yang muncul ke permukaan bisa menandakan masalah pada kestabilan pohon akibat erosi, pembangunan, penggalian, atau penggunaan alat berat. Akar yang melemah membuat pohon lebih rentan tumbang saat diterpa angin atau hujan deras.

Perhatikan juga tanah yang menggembung, cekungan di sisi pohon yang miring, akar penopang yang rusak, atau jamur di sekitar akar. Jika beberapa tanda muncul bersamaan, segera periksakan pohon sebelum tumbang.

5. Ada jamur, rongga, atau kayu yang membusuk

ilustrasi pohon yang sudah kehilangan daun (pexels.com/enginakyurt)

Jamur yang tumbuh pada batang atau pangkal pohon, terutama jika disertai rongga dan kayu lunak, bisa menandakan pembusukan internal. Kulit batang yang mengelupas, kayu mudah hancur, atau munculnya tubuh buah jamur juga perlu diwaspadai.

Pembusukan terkadang sulit terlihat dari luar sehingga pohon yang masih tampak hijau belum tentu aman. Menurut Watkins, sarang semut tukang kayu juga bisa menjadi tanda kayu membusuk sehingga pohon dekat bangunan sebaiknya diperiksa arborist untuk menentukan apakah masih bisa dipertahankan atau perlu ditebang.

6. Daun dan kulit batang berubah tidak normal

ilustrasi daun menguning (pexels.com/talhariaz)

Daun yang menguning, kecokelatan, atau berguguran di luar musimnya bisa menandakan pohon sedang mengalami masalah akibat kekeringan, hama, penyakit, atau kekurangan nutrisi. Jika kondisi ini disertai dahan mati atau tajuk yang menipis, pohon sebaiknya diperiksa lebih lanjut.

Kulit batang yang mengelupas atau retak juga perlu diwaspadai karena bisa menandakan serangan hama, pembusukan, atau penyakit. Semakin banyak tanda muncul bersamaan, semakin penting meminta arborist mengevaluasi kondisi pohon sebelum kerusakannya semakin parah.

7. Pohon rusak setelah badai

ilustrasi pohon yang tumbang (pexels.com/mikebird)

Badai dengan angin kencang dan hujan deras dapat menyebabkan dahan patah, batang terbelah, pohon tercabut, hingga tajuk mengalami puntiran. Meski masih berdiri, kerusakan pada akar atau batang bisa membuat pohon lebih rentan tumbang.

Jangan menunggu pohon roboh untuk memeriksa kondisinya. Jika sekitar 50 persen bagian pohon rusak, pohon kemungkinan perlu ditebang, terutama jika berada dekat rumah dan bangunan.

Jangan abaikan perubahan kecil pada pohon di halaman rumah, apalagi jika letaknya dekat bangunan. Jika menemukan beberapa tanda di atas, segera memeriksanya agar pohon bisa ditangani dengan tepat sebelum membahayakan rumah dan keluarga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article