"Bersihkan permukaan kayu menggunakan kain yang bersih dan lembut, yang terbuat dari serat alami, misalnya katun. Hindari pembersihan dengan air berlebih: air yang terlalu banyak dapat menyebabkan kayu mengembang atau melengkung. Kamu bisa menggunakan kain mikrofiber atau kain katun yang bersih dan sedikit lembap," dikutip dalam panduan perawatan furnitur dari produsen MDD.
Tidak Semua Furnitur Aman Dibersihkan dengan Air, Ini Alasannya

Membersihkan furnitur dengan kain basah sering dianggap sebagai cara paling praktis untuk menghilangkan debu dan noda. Tinggal mengambil air, membasahi lap, lalu mengusap permukaan meja, kursi, atau lemari sampai terlihat bersih. Kebiasaan ini memang terasa sederhana, tetapi ternyata tidak semua furnitur cocok dibersihkan dengan cara tersebut.
Setiap furnitur memiliki karakteristik bahan dan lapisan pelindung yang berbeda. Karena itu, sebelum mulai bersih-bersih, penting untuk mengenali jenis material furnitur agar tampilannya tetap terawat dan tidak cepat rusak.
1. Furnitur kayu bisa mengembang dan berubah bentuk

ilustrasi furnitur kayu (unsplash.com/Julian Hochgesang) Meja makan, lemari, rak buku, dan kursi kayu membutuhkan perawatan yang sesuai dengan karakteristik materialnya. Kayu merupakan bahan alami yang dapat menyerap dan melepaskan kelembapan mengikuti kondisi lingkungan. Jika terkena air secara berlebihan atau terlalu lama dalam keadaan basah, kayu dapat mengembang, melengkung, bahkan mengalami kerusakan pada lapisan akhirnya.
Risiko tersebut tidak selalu langsung terlihat setelah furnitur dibersihkan. Pada beberapa kasus, permukaan kayu bisa meninggalkan bercak air, tampak kusam, atau mengalami perubahan tekstur setelah berulang kali terkena kelembapan. Kayu yang belum dilapisi pelindung dengan baik biasanya lebih rentan dibandingkan permukaan yang sudah diberi lapisan khusus.
2. Furnitur MDF dan particle board rentan mengembang

MDF (freepik.com/freepik) Furnitur berbahan MDF (medium-density fiberboard) dan particle board banyak digunakan untuk lemari pakaian, meja belajar, rak penyimpanan, hingga meja kerja minimalis. Material ini populer karena harganya relatif terjangkau dan mudah dibentuk menjadi berbagai desain.
Namun, bagian dalamnya tersusun dari serat atau partikel kayu yang direkatkan, sehingga paparan air berlebihan dapat menimbulkan masalah. Ketika air meresap melalui sambungan, sudut, lubang sekrup, atau lapisan yang terkelupas, bagian dalam material dapat menyerap kelembapan dan mengembang.
Akibatnya, permukaan furnitur berpotensi menjadi bergelombang, lapisan dekoratif terangkat, atau sambungan melemah. Kerusakan seperti ini bisa sulit diperbaiki jika material sudah telanjur berubah bentuk.
"Furnitur berlapis veneer maupun yang bermotif kayu sama-sama dibuat dengan inti papan, biasanya berupa MDF atau papan partikel (chipboard). Papan tersebut stabil dalam kondisi normal, namun dapat membengkak dan hancur jika terkena kelembapan. Perawatan untuk furnitur jenis ini pada dasarnya bergantung pada satu aturan: jagalah agar tetap kering, terutama di bagian tepi, sudut, dan sambungan," menurut penduan How to Take Care of Your Wooden Furniture produsen furnitur Beliani.
3. Sofa dan kursi berlapis kain bisa menyimpan kelembapan

Ilustrasi membersihkan sofa (freepik.com/senivpetro) Sofa, kursi makan berlapis kain, dan bangku empuk juga tidak selalu cocok dibersihkan menggunakan air dalam jumlah banyak. Berbeda dengan permukaan keras, kain pelapis memiliki serat yang dapat menyerap cairan. Jika air meresap terlalu dalam, bagian busa dan lapisan dalamnya bisa membutuhkan waktu lama untuk mengering.
Kelembapan yang tertinggal berisiko menimbulkan bau apek, terutama jika furnitur berada di ruangan dengan sirkulasi udara buruk. Selain itu, air yang bercampur dengan kotoran dapat membuat noda melebar atau meninggalkan lingkaran pada kain tertentu.
Beberapa jenis pelapis juga berpotensi mengalami perubahan warna jika dibersihkan dengan cara yang tidak sesuai. Noda ringan pada kain pelapis dapat ditangani dengan kain lembap, tetapi permukaannya tidak boleh sampai basah kuyup.
Cara membersihkannya dengan menepuk noda secara perlahan, bukan menggosoknya, lalu menyerap sisa kelembapan dengan kain bersih. Sebelum membersihkan sofa, periksa petunjuk perawatan pada labelnya. Untuk noda membandel atau pelapis yang sensitif, pertimbangkan menggunakan jasa pembersih profesional.
4. Furnitur kulit bisa kehilangan kelenturannya

ilustrasi membersihkan furnitur kulit (freepik.com/bearfotos) Sofa kulit dan kursi kerja berlapis kulit sering dipilih karena memberikan kesan elegan serta mudah dipadukan dengan berbagai gaya interior. Meski terlihat kokoh, permukaan kulit tetap membutuhkan perawatan khusus. Penggunaan air berlebihan, sabun yang tidak sesuai, atau bahan pembersih yang terlalu keras dapat mengganggu lapisan pelindung dan kondisi permukaannya.
Pada kulit asli, perawatan yang keliru dapat membuat permukaan tampak kusam atau menimbulkan perubahan tekstur. Paparan kelembapan berulang juga tidak ideal, terutama jika cairan meresap ke bagian jahitan dan sulit dikeringkan. Sementara itu, kulit sintetis memiliki karakteristik berbeda, sehingga metode perawatannya juga perlu disesuaikan dengan petunjuk produsen.
"Sebelum membersihkan, sedot debu dan partikel kotoran kecil dari permukaan pelapis kulit menggunakan penyedot debu (vacuum cleaner) secara perlahan. Basahi sikat yang lembut atau spons dengan air hangat (tanpa deterjen), lalu peras hingga airnya benar-benar tiris. Tuangkan busa pembersih ke sikat atau spons tersebut, kemudian bersihkan permukaan kulit dengan gerakan melingkar, mulai dari satu jahitan ke jahitan lainnya. Bersihkan sisa busa menggunakan kain yang bersih dan lembut," dikutip dari panduan MDD cara membersihkan furnitur kulit.
"Gunakan hanya bahan pembersih yang dirancang khusus untuk kulit alami, sesuai dengan rekomendasi produsen. Selalu tuangkan bahan pembersih ke kain terlebih dahulu; jangan pernah menuangkannya langsung ke permukaan kulit. Untuk tahap akhir pembersihan, gunakan air bersih saja tanpa deterjen," lanjutnya.
5. Furnitur berlapis veneer dan finishing khusus perlu perlakuan berbeda

ilustrasi membersihkan furnitur (pexels.com/Polina Tankilevitch) Furnitur veneer memiliki lapisan tipis kayu asli yang ditempelkan pada material inti, sedangkan furnitur dengan finishing khusus dapat dilapisi cat, pernis, atau bahan pelindung lainnya. Sekilas, permukaannya mungkin tampak sama seperti kayu solid.
Padahal, ketahanan terhadap kelembapan sangat dipengaruhi oleh kualitas lapisan pelindung, kondisi sambungan, dan bahan dasar yang digunakan. Jika air masuk melalui tepi yang terbuka atau lapisan yang rusak, veneer berisiko menggelembung atau terangkat dari permukaan di bawahnya.
Pada furnitur dengan finishing tertentu, penggunaan cairan pembersih yang tidak cocok juga dapat meninggalkan bercak, membuat permukaan kusam, atau mengubah tingkat kilapnya. Karena itu, kain yang sangat basah maupun cairan pembersih serbaguna tidak sebaiknya digunakan secara sembarangan.
"Permukaan veneer menampilkan serat kayu asli, namun bagian tepinya memperlihatkan lapisan tipis atau pola serat yang tidak sepenuhnya selaras dengan bagian atas. Biasanya permukaan ini dilapisi pernis atau minyak; kamu bisa memeriksanya dengan melakukan tes air. Gunakan kain yang hanya sedikit lembap untuk membersihkan, lalu segera keringkan permukaannya. Jika permukaannya dilapisi minyak, kamu bisa mengoleskan kembali minyak secara tipis," dikutip dari Beliani dalam panduan perawatan veneer.
"Furnitur berlapis veneer atau yang memiliki tampilan menyerupai kayu biasanya menggunakan papan sebagai bahan dasarnya; oleh karena itu, pastikan furnitur tetap kering dan jangan pernah mengampelasnya terlalu dalam," tambahnya.
Membersihkan furnitur bukan sekadar membuat permukaannya terlihat bersih, melainkan juga menjaga materialnya agar tetap awet. Biasakan membaca petunjuk perawatan, menggunakan kain yang sesuai, menguji produk pembersih pada bagian tersembunyi, dan segera mengeringkan permukaan setelah dibersihkan.
























