Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Tips Merancang Interior Rumah Menurut Designer agar Lebih Nyaman

7 Tips Merancang Interior Rumah Menurut Designer agar Lebih Nyaman
ilustrasi couple menata ruangan (pexels.com/blue-bird)
Share Article

Rumah yang nyaman gak selalu identik dengan renovasi besar atau mengganti seluruh furnitur. Justru, perubahan kecil yang dilakukan dengan perencanaan matang sering kali bisa membuat suasana rumah terasa lebih rapi, hangat, dan menyenangkan untuk ditempati.

Menurut para desainer interior, menata rumah bukan hanya soal mengikuti tren, tetapi juga menciptakan ruang yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Kalau sedang berencana memperbarui tampilan rumah, tips-tips berikut bisa kamu jadikan inspirasi. Yuk, simak!

1. Selesaikan satu ruangan hingga tuntas

ilustrasi mengecat ruangan (pexels.com/bluebird)
ilustrasi mengecat ruangan (pexels.com/bluebird)

Saat mulai mendekorasi rumah, banyak orang ingin mengubah semua ruangan sekaligus. Sayangnya, cara ini sering membuat hasilnya setengah jadi karena perhatian dan anggaran terbagi ke banyak area.

Sebaiknya, fokuslah menyelesaikan satu ruangan terlebih dahulu sebelum berpindah ke ruang lain. Setelah semua elemen, mulai dari furnitur, pencahayaan, hingga dekorasi kecil sudah tertata, kamu akan lebih mudah menentukan konsep untuk ruangan berikutnya.

"Daripada setengah-setengah menyelesaikan seluruh rumah, pilih satu ruangan saja lalu selesaikan sampai benar-benar tuntas. Sebuah ruangan yang selesai akan mengubah cara kamu menikmati seluruh rumah dan menetapkan standar yang lebih tinggi untuk ruangan lainnya," ujar Philip Thomas Vanderford, pendiri Studio Thomas James, dikutip dari Real Simple.

2. Tentukan satu titik fokus

ilustrasi couple menata ruangan
ilustrasi couple menata ruangan (pexels.com/blue-bird)

Sebuah ruangan akan terlihat lebih menarik jika memiliki satu elemen yang langsung mencuri perhatian. Tanpa titik fokus, dekorasi justru berisiko terlihat ramai dan kurang terarah.

Kamu bisa menjadikan lukisan, lampu gantung, rak buku, atau furnitur berukuran besar sebagai pusat perhatian. Setelah itu, susun elemen lainnya agar mendukung keberadaan titik fokus tersebut, bukan saling bersaing.

"Sebelum memulai proyek renovasi atau dekorasi apa pun, saya selalu memikirkan apa yang akan menjadi titik fokus ruangan karena elemen itulah yang menentukan suasana keseluruhan ruang," kata Gemma Samuels, lead designer dan pendiri Happi Habitat, dikutip dari House Beautiful.

3. Gunakan kombinasi warna yang seimbang

ilustrasi ruangan berisi sofa warna hijau
ilustrasi ruangan berisi sofa warna hijau (pexels.com/mart-production)

Pemilihan warna berpengaruh besar terhadap suasana rumah. Warna yang dipadukan dengan tepat akan membuat interior terlihat lebih harmonis sekaligus nyaman dipandang.

Kalau masih bingung menentukan palet warna, kamu bisa menerapkan aturan 60-30-10. Gunakan warna utama untuk sebagian besar ruangan, padukan dengan warna pendukung, lalu tambahkan sedikit warna aksen agar tampilannya tidak membosankan.

"Banyak desainer interior menggunakan aturan 60-30-10, di mana sekitar 60 persen ruangan menggunakan warna dasar, 30 persen menggunakan warna sekunder, dan 10 persen sisanya diisi warna aksen. Pilihlah warna yang kamu sukai dan yang membuatmu merasa nyaman," jelas Mahnaz Heidari Orojloo, pakar desain interior IKEA, dikutip dari House Beautiful.

4. Kurangi barang yang tidak diperlukan

ilustrasi menutup sofa dengan kain (pexels.com/bluebird)
ilustrasi menutup sofa dengan kain (pexels.com/bluebird)

Keinginan membeli dekorasi baru memang sulit ditahan, apalagi setelah melihat inspirasi di media sosial. Padahal, ruangan yang terlalu penuh justru membuat rumah terasa sempit dan kurang nyaman.

Sebelum berbelanja, coba lihat kembali isi rumahmu. Menyingkirkan barang yang sudah jarang digunakan sering kali memberikan perubahan yang lebih besar daripada menambah dekorasi baru.

5. Andalkan pencahayaan berlapis

ilustrasi ruangan dengan cat putih (pexels.com/fotoaibe)
ilustrasi ruangan dengan cat putih (pexels.com/fotoaibe)

Pencahayaan sering kali menjadi elemen yang terlupakan saat menata rumah. Padahal, kombinasi beberapa sumber cahaya dapat mengubah suasana ruangan secara instan.

Selain lampu utama, tambahkan lampu meja, lampu lantai, atau lampu dinding sesuai kebutuhan. Cara ini membuat ruangan terasa lebih hangat sekaligus memberikan pencahayaan yang lebih fleksibel untuk berbagai aktivitas.

"Pencahayaan memiliki dua fungsi sekaligus, yaitu praktis dan dekoratif. Ibarat perhiasan pada sebuah rumah, pencahayaan menjadi sentuhan akhir yang menyatukan seluruh elemen di dalam ruangan," ujar Gemma Samuels.

6. Tata dekorasi secara bertahap

ilustrasi wanita berada dalam ruangan dipenuhi tanaman (pexels.com/shkrabaanthony)
ilustrasi wanita berada dalam ruangan dipenuhi tanaman (pexels.com/shkrabaanthony)

Rumah yang nyaman tidak dibangun dalam semalam. Menata interior secara bertahap justru memberi waktu untuk memilih furnitur dan dekorasi yang benar-benar sesuai kebutuhan.

Mulailah dari elemen utama, kemudian tambahkan aksesori seperti bantal dekoratif, tanaman, atau karya seni sedikit demi sedikit. Hasilnya biasanya terasa lebih natural dibanding mengisi seluruh ruangan sekaligus.

7. Dahulukan kenyamanan

ilustrasi ruangan berisikan sofa abu-abu (pexels.com/skitterphoto)
ilustrasi ruangan berisikan sofa abu-abu (pexels.com/skitterphoto)

Tren interior memang terus berubah, tetapi kenyamanan akan selalu menjadi prioritas. Jangan sampai memilih furnitur hanya karena sedang populer, padahal kurang nyaman digunakan setiap hari.

Jika memiliki anggaran lebih, prioritaskan membeli kasur, sofa, atau kursi berkualitas. Investasi pada furnitur yang sering digunakan akan memberikan manfaat dalam jangka panjang sekaligus membuat rumah terasa lebih menyenangkan untuk ditempati.

"Kasur, sofa, dan karpet bukan sekadar pelengkap dekorasi. Semua itu adalah keputusan yang menentukan kualitas hidup karena tidur yang lebih nyenyak, tempat duduk yang nyaman, dan material yang baik akan selalu memberikan manfaat dalam jangka panjang," kata Philip Thomas Vanderford.

Menata interior rumah gak harus dilakukan sekaligus atau menghabiskan biaya besar. Dengan menentukan prioritas dan memperhatikan detail-detail kecil, kamu sudah bisa menciptakan hunian yang terasa lebih nyaman dan fungsional.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More

Perbedaan Blush dan Bronzer, Jangan Sampai Salah Pakai!

30 Jun 2026, 16:15 WIBLife