Ilustrasi desain interior (unsplash.com/Clay Banks)
Denah lantai terbuka (open floor plans), kayu ek putih, hingga perlengkapan kuningan kini lebih disukai karena desainnya terasa lebih personal dan mengungkap keunikan arsitektur. Kesempurnaan yang polos mulai ditinggalkan dan kini lebih menerima ketidaksempurnaan alias bergeser ke arah tampilan yang terkesan dihuni.
Desainer yang berbasis di Berkshires, Jess Cooney, juga mengamati penolakan terhadap kesempurnaan yang polos menjelang musim gugur.
"Kita kembali pada patina yang indah dan material yang usang setelah melewati periode. Banyak pemilik rumah menginginkan barang-barang yang sepenuhnya tahan noda dan goresan di rumah dan dapur," ujarnya dalam laman ELLE Decor.
Ketidaksempurnaan menjadi tren musim ini. Menurut desainer interior Phillip Thomas, ketika sebuah karya terlalu sempurna, karya itu hampir kehilangan jiwa dan karakternya.
"Menciptakan interior dengan potongan-potongan unik dan individual yang menceritakan kisah mereka sendiri, tetapi menyatu, jadi definisi personalisasi dalam ketidaksempurnaan pada desain interior," jelasnya mengutip laman Veranda.
Itulah tren desain interior fall season 2026, di mana elemen hangat, kaya, dan gelap mendominasi nuansa. Dipadukan dengan sentuhan personal yang lebih ekspresif, tren ini fokus menciptakan hunian yang nyaman bagi penghuninya. So, kamu tertarik untuk mengikuti tren fall tahun ini?