"Nada hangat namun bersahaja ini membantu menciptakan rasa nyaman yang secara alami kita dambakan saat kita menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan, sambil tetap menjaga hubungan dengan alam," kata Lauren Kavanagh, Art Director di Hovia, mengutip laman Elle.
5 Tren Desain Interior Fall Season 2026, Nuansa Kaya nan Hangat!

- Tren interior fall 2026 mengutamakan suasana hangat dan personal lewat warna earthy kaya, seperti aubergine, cokelat tembakau, hijau zaitun gelap, serta terakota bakar.
- Maksimalisme terkurasi hadir melalui pola ekspresif, barang buatan tangan, dan kebangkitan wallpaper yang digunakan dari dinding hingga langit-langit.
- Kayu medium hingga gelap, tekstur tebal seperti beludru dan wol, serta material berpatina mendorong hunian yang terasa hidup, nyaman, dan tidak terlalu sempurna.
Desain interior khas musim gugur (fall season) biasanya ditandai dengan warna-warna hangat dan alami, tekstur yang nyaman disentuh, dan fokus yang diperbarui pada kenyamanan. Meskipun elemen-elemen timeless tersebut akan kembali tahun 2026, arah tren desain yang lebih ekspresif juga akan memberikan pengaruhnya.
Tren desain interior fall 2026 menjadi lebih personal manusiawi. Dekorasi bukan hanya tentang berdiam diri di rumah dan menciptakan suasana nyaman. Hal ini juga tentang merangkul individualitas, bereksperimen dengan tekstur dan pola, serta memilih barang-barang yang menceritakan sebuah kisah. Berikut adalah tren desain interior fall season 2026 menurut para ahli!
1. Warna-warna yang kaya

Ilustrasi desain interior (unsplash.com/Clay Banks) Salah satu tren desain interior fall season 2026 terbesar adalah menciptakan suasana nyaman melalui warna. Jika mendambakan kehangatan dan kenyamanan di musim gugur ini, warna-warna tanah yang kaya kembali menjadi tren.
Nantikan warna-warna earthy aubergines, tobacco brown, deep olive green, dan burnt terracotta yang akan menggantikan warna-warna netral yang lebih dingin. Warna-warna ini bagus untuk menambahkan cahaya ke ruangan tanpa berlebihan.
2. Beragam pola

Ilustrasi desain interior (unsplash.com/Clay Banks) Maksimalisme akan berperan besar pada tren desain interior fall season 2026. Tren rumah kini merangkul motif berpola yang mempertahankan kesan terkurasi. Idenya adalah menciptakan ruang yang terasa seperti hasil koleksi daripada desain yang berlebihan. Penekanan saat ini fokus pada keahlian dan kerajinan tangan, yang berarti lebih banyak barang buatan tangan dan buatan rumahan.
"Ada pergeseran dari desain tradisional yang aman. Pemilik rumah masih menyukai pola abadi, tetapi mereka semakin tertarik pada versi yang terasa segar dan ekspresif, alias lebih sedikit warna krem yang membosankan," ungkap Maria O'Brien, VP Global Design Ruggable, mengutip laman Elle.
Sementara itu, meskipun teknik pengecatan seperti pengecatan dua kali lipat (double drenching) telah mendominasi interior dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan wallpaper diperkirakan akan mengalami kebangkitan besar pada musim gugur ini.
"Wallpaper juga kembali populer, tidak hanya sebagai dinding aksen, tetapi juga di seluruh ruangan. Tren ini juga akan melangkah lebih jauh dengan wallpaper yang akan merambah ke 'dinding kelima', yaitu langit-langit," kata Sophie Chapman, Associate dan Desainer Interior di The Vawdrey House, mengutip House Beautiful.
3. Nuansa kayu gelap

Ilustrasi desain interior (unsplash.com/Clay Banks) Nuansa kayu menjadi tren dengan warna gelap di musim gugur tahun 2026. Kembalinya warna-warna medium dan gelap seperti walnut hingga espresso oak, memberikan kesan lebih serius, tetapi juga cocok dipadukan dengan elemen alam.
Seiring semakin banyak desainer mengintegrasikan kayu gelap ke dalam berbagai ruang, kita diingatkan akan keserbagunaannya.
“Ketika kita memadukan warna kayu gelap ini dengan material batu terang, kita mencapai kontras yang tajam dan terarah, sedangkan memadukannya dengan batu gelap memungkinkan kita menciptakan suasana intim yang sempurna untuk area lounge khusus,” kata Monica Santayana dan Ronald Alvarez dari firma desain Moniomi, mengutip laman ELLE Decor.
Desainer asal Dublin, Róisín Lafferty, juga memperkirakan warna-warna gelap ini akan merambah ke permukaan lain juga. Dan meskipun kemungkinan popularitasnya akan meningkat, warna-warna gelap memiliki daya tarik abadi yang bahkan dapat diterima oleh mereka yang paling anti-tren sekalipun.
“Cokelat tembakau, hijau mineral, dan warna tanah liat semuanya memiliki hubungan dengan alam, memberikan kesan umur panjang. Untuk paduan palet kayu gelap, warna merah tua dan merah anggur dengan kayu walnut yang kaya, ditambah beberapa aksen kuningan untuk kecerahan yang lembut, jadi paduan yang disukai," ujar Lafferty mengutip ELLE Decor.
4. Tekstur yang menonjol

Ilustrasi desain interior (unsplash.com/Clay Banks) Desainer interior, Phillip Thomas, mengatakan bahwa ia memperhatikan tekstur tebal semakin sering digunakan dalam dekorasi rumah. Alasannya adalah kemampuannya untuk memberikan kesan hidup pada suatu barang dan membuatnya tampak lebih nyata. Bahan-bahan menonjol dan agak berat seperti beludru, wol, mohair, dan sutra termasuk dalam tren fall season 2026.
"Tekstur ini juga membantu memantulkan cahaya dengan cara yang berbeda untuk mempercantik kain. Saat kita memasuki bulan-bulan dingin dan hari-hari yang lebih gelap, menemukan cara untuk menciptakan ilusi cahaya yang lebih banyak di interior kita selalu penting karena hal ini memengaruhi perasaan kita sehari-hari," ungkapnya, mengutip laman Veranda.
5. Tampilan yang terkesan dihuni

Ilustrasi desain interior (unsplash.com/Clay Banks) Denah lantai terbuka (open floor plans), kayu ek putih, hingga perlengkapan kuningan kini lebih disukai karena desainnya terasa lebih personal dan mengungkap keunikan arsitektur. Kesempurnaan yang polos mulai ditinggalkan dan kini lebih menerima ketidaksempurnaan alias bergeser ke arah tampilan yang terkesan dihuni.
Desainer yang berbasis di Berkshires, Jess Cooney, juga mengamati penolakan terhadap kesempurnaan yang polos menjelang musim gugur.
"Kita kembali pada patina yang indah dan material yang usang setelah melewati periode. Banyak pemilik rumah menginginkan barang-barang yang sepenuhnya tahan noda dan goresan di rumah dan dapur," ujarnya dalam laman ELLE Decor.
Ketidaksempurnaan menjadi tren musim ini. Menurut desainer interior Phillip Thomas, ketika sebuah karya terlalu sempurna, karya itu hampir kehilangan jiwa dan karakternya.
"Menciptakan interior dengan potongan-potongan unik dan individual yang menceritakan kisah mereka sendiri, tetapi menyatu, jadi definisi personalisasi dalam ketidaksempurnaan pada desain interior," jelasnya mengutip laman Veranda.
Itulah tren desain interior fall season 2026, di mana elemen hangat, kaya, dan gelap mendominasi nuansa. Dipadukan dengan sentuhan personal yang lebih ekspresif, tren ini fokus menciptakan hunian yang nyaman bagi penghuninya. So, kamu tertarik untuk mengikuti tren fall tahun ini?






















