potret mahasiswa akhir yang merasa cemas (pexels.com/Gustavo Fring)
Sudah hampir lulus, tetapi justru muncul pertanyaan baru, “Setelah ini aku mau apa?” Bagi sebagian mahasiswa tingkat akhir, kelulusan bukan hanya sesuatu yang ditunggu, tetapi juga menjadi tanda bahwa mereka akan memasuki fase kehidupan yang berbeda. Setelah skripsi selesai, masih ada hal lain yang perlu dipikirkan, seperti mencari pekerjaan, menentukan pilihan karier, menyesuaikan diri dengan dunia kerja, hingga mulai memiliki tanggung jawab finansial. Ketidakpastian mengenai hal-hal tersebut dapat membuat masa depan terasa penuh dengan pertanyaan.
Kecemasan juga dapat semakin terasa ketika mahasiswa merasa belum memiliki rencana yang jelas setelah lulus. Di satu sisi ingin segera menyelesaikan kuliah, tetapi di sisi lain muncul rasa takut menghadapi kehidupan setelahnya. Pertanyaan seperti “Apakah aku bisa mendapatkan pekerjaan?”, “Apakah kemampuanku cukup?”, atau “Bagaimana kalau rencana yang kubuat tidak berjalan?” dapat terus berputar di pikiran. Karena itu, tekanan mahasiswa akhir tidak selalu berhenti ketika skripsi selesai, sebab kelulusan juga menjadi awal dari berbagai perubahan dan keputusan baru yang perlu dihadapi.
Kalau kamu sedang berada di fase ini, mungkin rasanya ingin semuanya segera selesai agar bisa kembali merasa tenang. Namun, perjalanan menuju kelulusan setiap mahasiswa tidak selalu memiliki jalan yang sama. Jadi, di tengah kesibukan mengejar skripsi, jangan lupa memberikan sedikit ruang untuk beristirahat dan mendengarkan kondisi diri sendiri. Sebab, menyelesaikan kuliah memang penting, tetapi menjaga diri selama prosesnya juga tidak kalah berarti.