Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

No-Spend Weekend: Ide Aktivitas Gratis untuk Mengisi Akhir Pekan

No-Spend Weekend: Ide Aktivitas Gratis untuk Mengisi Akhir Pekan
ilustrasi bersantai membaca buku (.pexels.com/Adrienn)
Share Article

Akhir pekan sering identik dengan ajakan nongkrong, makan di restoran, jalan-jalan ke pusat perbelanjaan, atau berburu tempat yang sedang viral. Tanpa terasa, dua hari yang seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat justru membuat pengeluaran membengkak. Padahal, menikmati akhir pekan tidak selalu membutuhkan uang.

Konsep no-spend weekend bisa menjadi cara sederhana untuk memberikan jeda pada dompet sekaligus mencoba menikmati waktu luang dengan cara berbeda. Prinsipnya bukan melarang semua pengeluaran secara ekstrem, melainkan membuat akhir pekan dengan aktivitas yang tidak membutuhkan biaya tambahan.

  1. 1. Jalan kaki dan eksplorasi lingkungan sekitar

    ilustrasi jalan kaki (unsplash.com/Mahmur Marganti)
    ilustrasi jalan kaki (unsplash.com/Mahmur Marganti)

    Tidak perlu pergi jauh untuk mendapatkan suasana baru. Kamu bisa berjalan kaki di sekitar rumah, mengunjungi taman kota, menyusuri area yang jarang dilewati, atau sekadar mencari tempat yang nyaman untuk duduk dan menikmati suasana.

    Kalau biasanya akhir pekan dihabiskan di dalam rumah sambil bermain ponsel, jalan kaki bisa menjadi perubahan kecil yang cukup menyegarkan. Aktivitas berjalan di alam juga bisa membantu memperbaiki kondisi mental, termasuk suasana hati, stres, dan kecemasan.

    "Penelitian menunjukkan bahwa lingkungan alam dapat membantu menurunkan tingkat stres, memperbaiki suasana hati, dan mendukung kejernihan pikiran—terkadang, hanya dalam hitungan menit," kata psikolog Susan Albers, PsyD, dalam Cleveland Clinic.

    "Menghabiskan waktu di alam merupakan investasi besar bagi kesehatan mental. Dan hal yang luar biasa adalah kegiatan ini gratis, mudah diakses, serta dapat dilakukan hampir kapan saja," lanjutnya.

  2. 2. Baca buku yang sudah lama tidak disentuh

    Ilustrasi membaca (pexels.com/Ayşenur)
    Ilustrasi membaca (pexels.com/Ayşenur)

    No-spend weekend juga bisa menjadi waktu untuk kembali ke barang yang sudah kamu miliki. Coba lihat rak buku dan pilih satu buku yang belum selesai dibaca, novel lama yang ingin dibaca ulang, atau majalah yang pernah dibeli tetapi belum sempat dibuka.

    Kalau tidak memiliki buku fisik, kamu bisa memanfaatkan koleksi digital yang sudah tersedia atau membaca artikel panjang yang memang ingin kamu pelajari. Agar tidak terasa seperti 'tugas' atau paksaan, pilih bacaan berdasarkan suasana hati. Kamu juga bisa membuat ritual sederhana seperti membaca sambil santai minum minuman atau camilan favorit.

  3. 3. Buat hobi gratis dari barang yang sudah ada

    Ilustrasi memasak (pexels.com/Sarah Chai)
    Ilustrasi memasak (pexels.com/Sarah Chai)

    Banyak hobi sebenarnya tidak membutuhkan perlengkapan baru. Kamu bisa menggambar menggunakan alat tulis yang sudah ada, menulis jurnal, memasak dengan bahan yang tersedia di dapur, merapikan koleksi foto, mencoba resep dari bahan sisa, berkebun dengan tanaman yang sudah dimiliki, atau belajar memainkan alat musik yang lama tersimpan.

    Hobi juga tidak harus menghasilkan sesuatu yang bisa dijual atau menjadi produktif secara ekonomi. Kamu bisa menghabiskan satu sore untuk menggambar, belajar membuat origami dari kertas bekas, menulis cerita pendek, atau mengedit foto lama. Tujuannya bukan menghasilkan karya sempurna, tetapi menikmati proses tanpa harus membuka aplikasi belanja untuk mencari perlengkapan baru.

     

  4. 4. Adakan quality time bersama teman atau keluarga

    Ilustrasi pertemanan (pexels.com/cottonbro studio)
    Ilustrasi pertemanan (pexels.com/cottonbro studio)

    Kalau biasanya bertemu teman berarti makan di restoran atau nongkrong di kafe, coba ubah formatnya. Kamu bisa mengajak teman berjalan kaki, mengobrol di rumah, bermain kartu atau permainan papan yang sudah tersedia, menonton film dari koleksi yang sudah dimiliki, atau melakukan potluck dengan makanan yang ada di rumah masing-masing.

    "Melakukan aktivitas sosial yang serius memiliki hubungan prospektif dengan kebahagiaan yang lebih tinggi, skor skala kesepian yang lebih rendah, risiko penyakit Alzheimer yang lebih rendah, serta peningkatan risiko kanker. Selain itu, melakukan aktivitas sosial yang serius sesekali dikaitkan dengan optimisme yang lebih tinggi serta risiko depresi, rasa nyeri, dan keterbatasan mobilitas yang lebih rendah," dikutip dari studi Mind-stimulating leisure activities: Prospective associations with health, wellbeing, and longevity dalam PubMed National Library of Medicine.

    Kamu bahkan bisa membuat “agenda no-spend” bersama teman. Misalnya, Sabtu pagi berjalan kaki, siang memasak dari bahan yang tersedia, lalu sore bermain permainan lama. Jika dilakukan bersama, aktivitas sederhana bisa terasa jauh lebih menyenangkan.

  5. 5. Jadikan akhir pekan sebagai waktu detoks dari belanja

    ilustrasi bersantai dengan mendengarkan musik didi sofa (freepik.com/freepik)
    ilustrasi bersantai dengan mendengarkan musik didi sofa (freepik.com/freepik)

    No-spend weekend juga bisa menjadi kesempatan untuk mengamati kebiasaan belanja sendiri. Cobalah tidak membuka aplikasi e-commerce, mematikan notifikasi promo, berhenti melihat konten haul, dan tidak menyimpan barang baru ke keranjang.

    Sebagai gantinya, gunakan waktu tersebut untuk melakukan aktivitas yang selama ini tertunda. American Psychological Association (APA) menyarankan agar seseorang tidak menghilangkan aktivitas menyenangkan ketika sedang menghadapi tekanan.

    "Pertahankan aktivitas yang menyenangkan bagi kamu. Saat hidup terasa begitu berat, orang mengabaikan kegiatan santai mereka. Memutus diri dari hal-hal yang menyenangkan justru bisa berdampak kontraproduktif. Bahkan saat waktu terasa sempit, carilah kesempatan untuk melakukan sesuatu bagi diri sendiri—baik itu membaca novel, bernyanyi mengikuti lagu favorit, maupun menonton tayangan komedi kesukaan kamu di Netflix. Humor dan tawa dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental maupun fisik," demikian laporan American Psychological Association yang disusun oleh Profesor Emeritus Psikologi di Universitas Alabama, Beverly Thorn, PhD.

    Oleh karena itu, no-spend weekend sebaiknya tidak dipahami sebagai hukuman finansial. Kamu tetap boleh bersantai, tertawa, menikmati hobi, dan mencari hiburan, hanya saja sumber kesenangannya tidak selalu berasal dari transaksi.

    No-spend weekend bukan tentang membuat akhir pekan terasa membosankan atau memaksa diri untuk tidak menikmati hidup. Justru, konsep ini mengajak kamu menemukan kembali kesenangan yang tidak selalu membutuhkan uang, mulai dari jalan kaki, membaca, menekuni hobi, hingga menghabiskan waktu bersama orang terdekat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More