Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Alasan Kenapa Loud Budgeting Jauh Lebih Keren daripada Quiet Luxury
ilustrasi loud budgeting (magnific.com/wirestock)

Beberapa tahun terakhir, gaya hidup quiet luxury sempat menjadi tren yang banyak dibicarakan. Konsep ini identik dengan penampilan yang elegan, penggunaan barang berkualitas tinggi, dan kesan mewah tanpa logo yang mencolok. Di sisi lain, muncul tren loud budgeting, yaitu kebiasaan untuk secara terbuka mengutamakan kondisi keuangan daripada mengikuti gaya hidup konsumtif.

Kedua konsep tersebut sebenarnya memiliki tujuan yang berbeda. Quiet luxury lebih berfokus pada estetika dan gaya hidup, sedangkan loud budgeting menekankan pentingnya membuat keputusan finansial yang sehat tanpa merasa malu untuk mengaku sedang berhemat. Jika harus memilih di antara keduanya, berikut lima alasan mengapa loud budgeting bisa menjadi pilihan yang lebih keren daripada memaksakan diri mengikuti gaya hidup quiet luxury. Keep scrolling!

1. Kamu tidak perlu berpura-pura mampu

ilustrasi berpikir kembali untuk belanja (magnific.com/8photo)

Salah satu prinsip utama loud budgeting adalah berani mengatakan bahwa kamu memilih tidak mengeluarkan uang untuk sesuatu yang bukan prioritas. Dengan begitu, kamu tidak perlu mencari alasan atau memaksakan diri membeli barang mahal hanya agar terlihat setara dengan orang lain.

Sebaliknya, memaksakan gaya hidup quiet luxury saat kondisi keuangan belum mendukung justru berisiko membuat pengeluaran membengkak. Menjadi diri sendiri dan jujur terhadap kemampuan finansial adalah sikap yang jauh lebih sehat daripada mengejar citra semata.

2. Keuangan jadi lebih terkontrol

ilustrasi membuat rencana anggaran (freepik.com/rodnaeproduction)

Menerapkan loud budgeting akan membuatmu lebih sadar sebelum mengeluarkan uang. Setiap pembelian akan dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar keinginan atau tekanan sosial. Kebiasaan ini membantu mengurangi pengeluaran impulsif yang sering mengganggu kondisi finansial.

Sebaliknya, jika terlalu fokus mengikuti tren gaya hidup tertentu, ada kemungkinan anggaran menjadi kurang terkendali. Padahal, memiliki tabungan, dana darurat, dan investasi sering kali memberikan rasa aman yang jauh lebih berharga dibandingkan barang mewah.

3. Mengurangi tekanan dari media sosial

ilustrasi tidak tertekan dengan media sosial (Pexels.com/Tirachard Kumtanom)

Media sosial sering menampilkan gaya hidup yang terlihat sempurna, mulai dari pakaian bermerek hingga liburan mewah. Tidak sedikit orang yang akhirnya merasa harus mengikuti standar tersebut agar dianggap berhasil. Loud budgeting mengajak kita untuk melepaskan tekanan itu dan lebih percaya diri dengan keputusan finansial sendiri.

Ketika kamu berani berkata bahwa sedang menghemat atau memiliki prioritas lain, beban untuk selalu tampil sempurna pun akan berkurang. Hal ini dapat membuat hubungan dengan uang menjadi lebih sehat dan realistis. Kamu pun tidak akan tertekan dengan standar yang diciptakan media sosial.

4. Membantu mencapai tujuan finansial lebih cepat

ilustrasi perempuan yang hobi menabung (magnific.com/drobotdean)

Setiap uang yang tidak dihabiskan untuk pengeluaran yang tidak perlu bisa dialihkan ke tujuan yang lebih penting. Misalnya untuk membangun dana darurat, melunasi utang, menabung membeli rumah, atau mempersiapkan biaya pendidikan. Langkah-langkah kecil seperti ini akan memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten.

Sebaliknya, mengejar gaya hidup yang berada di luar kemampuan sering kali membuat target keuangan semakin sulit tercapai. Karena itu, memilih loud budgeting dapat menjadi investasi untuk masa depan yang lebih stabil. Kamu pun jadi bisa punya tabungan untuk masa depan yang lebih terjamin.

5. Keren karena berani punya prinsip

ilustrasi perempuan yang rajin menabung (magnific.com/lifeforstock)

Saat banyak orang berlomba mengikuti tren, memilih hidup sesuai kemampuan justru membutuhkan keberanian yang tidak sedikit. Loud budgeting menunjukkan bahwa kamu memiliki prinsip dan tidak mudah terpengaruh oleh ekspektasi orang lain. Sikap seperti ini mencerminkan kedewasaan dalam mengambil keputusan finansial.

Pada akhirnya, kesuksesan tidak diukur dari seberapa mahal barang yang dimiliki, tetapi dari kemampuan mengelola keuangan dengan bijak. Memiliki kebebasan finansial dan hidup tanpa tekanan utang tentu menjadi pencapaian yang tidak kalah membanggakan.

Loud budgeting dan quiet luxury bukanlah dua konsep yang harus saling bertentangan. Seseorang tetap bisa menyukai gaya berpakaian yang sederhana dan elegan tanpa harus memaksakan diri membeli barang di luar kemampuan. Yang terpenting adalah memastikan setiap keputusan finansial dibuat berdasarkan kebutuhan dan kondisi pribadi, bukan demi memenuhi gengsi atau mengikuti tren yang sedang populer. Siap jalani loud budgeting?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article