Beberapa tahun terakhir, gaya hidup quiet luxury sempat menjadi tren yang banyak dibicarakan. Konsep ini identik dengan penampilan yang elegan, penggunaan barang berkualitas tinggi, dan kesan mewah tanpa logo yang mencolok. Di sisi lain, muncul tren loud budgeting, yaitu kebiasaan untuk secara terbuka mengutamakan kondisi keuangan daripada mengikuti gaya hidup konsumtif.
Kedua konsep tersebut sebenarnya memiliki tujuan yang berbeda. Quiet luxury lebih berfokus pada estetika dan gaya hidup, sedangkan loud budgeting menekankan pentingnya membuat keputusan finansial yang sehat tanpa merasa malu untuk mengaku sedang berhemat. Jika harus memilih di antara keduanya, berikut lima alasan mengapa loud budgeting bisa menjadi pilihan yang lebih keren daripada memaksakan diri mengikuti gaya hidup quiet luxury. Keep scrolling!
