Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Alasan Wajan Anti Lengket Gak Selamanya Anti Lengket, Masak Enak!

ilustrasi wajan
ilustrasi wajan (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Wajan anti lengket sering dianggap penyelamat hidup di dapur. Kamu bisa goreng telur tanpa minyak banyak, bikin pancake mulus, dan masak apa pun tanpa drama gosong. Karena itulah banyak orang merasa cukup beli sekali lalu bisa dipakai selamanya. Kenyataannya, banyak yang kaget ketika beberapa bulan kemudian wajan mulai berubah sifat. Makanan mulai menempel, permukaan terasa kasar, dan masak jadi gak senyaman dulu.

Sebenarnya, wajan anti lengket memang bukan alat yang diciptakan untuk bertahan puluhan tahun. Ada banyak faktor yang membuat lapisannya perlahan menurun. Bukan selalu karena mereknya jelek, tapi biasanya karena cara pakai kita sendiri. Kamu mungkin melakukan beberapa kebiasaan yang tanpa sadar merusak lapisan itu sedikit demi sedikit. Yuk, kita bahas lima alasan paling umum kenapa wajan kamu gak lagi seajaib dulu.

1. Lapisan anti lengket memang punya umur

ilustrasi wajan
ilustrasi wajan (pixabay.com/Pexels)

Banyak orang mengira kata 'anti lengket' berarti permanen. Padahal lapisan pada wajan, baik teflon maupun keramik, tetap bisa menipis seiring waktu. Setiap kali kamu memasak, terjadi gesekan antara permukaan wajan dengan makanan dan alat masak. Proses ini pelan tapi pasti mengurangi kemampuan anti lengketnya.

Apalagi kalau wajan kamu dipakai hampir setiap hari. Panas tinggi dan perubahan suhu berulang membuat struktur lapisan melemah. Jadi ketika makanan mulai menempel, belum tentu kamu salah pakai. Bisa jadi memang usianya sudah mendekati batas wajar. Sama seperti barang lain, wajan juga butuh 'pensiun' pada waktunya.

2. Terlalu sering pakai api besar

ilustrasi seseorang memegang wajan
ilustrasi seseorang memegang wajan (freepik.com/8photo)

Siapa di sini yang kalau masak langsung memutar kompor ke api paling besar? Kebiasaan ini memang bikin masakan cepat matang, tapi musuh utama wajan anti lengket. Suhu yang terlalu tinggi bisa merusak lapisan pelindung di permukaan wajan. Lama-lama teksturnya berubah dan fungsinya menurun.

Wajan anti lengket sebenarnya lebih cocok dipakai dengan api kecil sampai sedang. Bahan masakan akan matang merata tanpa harus menyiksa lapisan wajan. Kalau kamu terbiasa menumis sambil ngebut dengan api maksimal, jangan heran kalau baru beberapa bulan sudah mulai lengket. Bukan makanannya yang bandel, tapi wajannya yang kelelahan.

3. Salah memilih alat masak

ilustrasi wajan
ilustrasi wajan (freepik.com/freepik)

Ini salah satu penyebab paling sering tapi paling disepelekan. Kamu mungkin pernah mengaduk masakan pakai spatula besi atau sendok stainless karena merasa lebih praktis. Padahal benda tajam dan keras bisa meninggalkan goresan halus di permukaan wajan. Goresan itulah awal mula makanan jadi mudah menempel.

Idealnya, wajan anti lengket hanya berteman dengan spatula silikon atau kayu. Memang kelihatannya sepele, tapi efeknya besar untuk jangka panjang. Bayangkan lapisan wajan seperti kulit, kalau sering tergores tentu perlindungannya berkurang. Jadi mulai sekarang, coba perhatikan lagi alat yang kamu pakai saat masak.

4. Cara mencuci yang terlalu ekstrem

ilustrasi seseorang mencuci wajan
ilustrasi seseorang mencuci wajan (freepik.com/freepik)

Setelah masak, banyak orang refleks menyiram wajan panas dengan air dingin. Tujuannya biar cepat bersih dan gak repot menggosok. Sayangnya, perubahan suhu mendadak bikin lapisan anti lengket mudah retak halus. Kamu mungkin gak melihatnya langsung, tapi kerusakan itu benar-benar terjadi.

Selain itu, menggosok wajan dengan sabut kawat juga termasuk kesalahan fatal. Niatnya ingin membersihkan sisa makanan, tapi yang terkikis justru lapisannya. Sebaiknya tunggu wajan agak dingin dulu, lalu cuci dengan spons lembut. Perawatan pelan seperti ini jauh lebih ramah untuk umur wajan kamu.

5. Kualitas makanan juga berpengaruh

ilustrasi wajan
ilustrasi wajan (pixabay.com/kalhh)

Mungkin kamu sudah merasa pakai wajan dengan benar, tapi tetap saja lengket. Bisa jadi penyebabnya bukan dari wajannya, melainkan dari bahan yang dimasak. Makanan tinggi gula atau tepung cenderung lebih mudah menempel, terutama jika dimasak terlalu lama. Bahkan wajan baru pun bisa kewalahan menghadapi jenis masakan tertentu.

Selain itu, memasak tanpa minyak sama sekali juga kadang kurang realistis. Meski namanya anti lengket, sedikit minyak tetap dibutuhkan sebagai pelindung. Kalau kamu sering benar-benar tanpa minyak, lapisan wajan harus bekerja ekstra keras. Akibatnya performanya menurun lebih cepat dari seharusnya.

Jadi sekarang kamu tahu, ternyata banyak faktor yang bikin wajan anti lengket berubah sifat. Bukan berarti kamu salah pilih merek, tapi mungkin ada kebiasaan yang perlu diperbaiki. Wajan juga butuh diperlakukan dengan lembut supaya bisa awet menemani aktivitas masak kamu. Sedikit perhatian bisa membuat umurnya jauh lebih panjang.

Coba mulai cek lagi cara kamu memakai wajan di rumah. Apakah sering kena api besar, dicuci saat masih panas, atau diaduk pakai sendok besi? Kalau iya, mungkin itu jawaban kenapa masakan belakangan mulai menempel. Memasak seharusnya menyenangkan, bukan bikin emosi gara-gara wajan bandel. Dengan cara pakai yang tepat, kamu bisa mengembalikan kenyamanan di dapur seperti dulu lagi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Life

See More

3 Rekomendasi Novel Karya Fyodor Dostoevsky

18 Feb 2026, 05:28 WIBLife