Dilansir Korea JoongAng Daily, lagu Arirang dipercaya sudah ada dari dinasti Joseon (1392-1910). Secara harafiah, Arirang merujuk pada "kekasih". "Ari" berarti cantik dan "rang" berarti sayang". Namun, Arirang kerap dimaknai berbeda.
Konon, "Arirang" berasal dari legenda Arang. Seorang putri hakim di Miryang, Gyeongsang Selatan yang dibunuh karena menolak rayuan juru tulis selama pemerintahan Raja Myeongjong (1545-1567). Saat itu, orang-orang meneriakkan nama Arang yang kemudian diyakini sebagai cikal bakal "Arirang".
Namun, "Arirang" juga disebut pujian dari Park Hyeokgeose (69SM hingga 4M) kepada istrinya, Lady Alyeong. Namun, ada pula yang beranggapan bahwa "Arirang" merupakan frasa yang digunakan pekerja buruh untuk memprotes pajak pada saat pembangunan istana Gyeongbok.
Salah satu asal usul yang cukup dikenal, "Arirang" menceritakan tragedi seorang pemuda yang tidak pernah bertemu kekasihnya lagi. Ia berangkat dari area pegunungan menuju Seoul dengan rakitan kayu. Namun, pemuda itu tenggelam dan hal ini memicu kekasihnya ikut menceburkan diri ke sungai untuk menyusulnya.
Lagu yang diprediksi berusia lebih dari 600 tahun dengan hampir 4000 versi ini menjadi ciri khas bangsa Korea. Selain dinyanyikan, Arirang sering menjadi tema dalam beragam kegiatan kesenian. Itulah mengapa lagu "Arirang" sering disebut lagu nasional tidak resmi.