Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Buku Favorit Emma Mackey yang Bisa Menambah Wawasan

5 Buku Favorit Emma Mackey yang Bisa Menambah Wawasan
Emma Mackey dalam Sex Education (dok. Netflix/Sex Education)
Intinya Sih
  • Emma Mackey, aktris dari serial Sex Education, memiliki selera baca beragam dari fiksi emosional hingga nonfiksi sejarah yang memperluas wawasan dan menggambarkan karakter kompleks.
  • Lima buku favoritnya meliputi The Girls, A Little Life, The Power, Sapiens, dan Harry Potter and the Philosopher’s Stone dengan tema mulai dari pencarian jati diri hingga pemberdayaan perempuan.
  • Pilihan bacaan Mackey menunjukkan minatnya pada cerita mendalam yang memadukan emosi, refleksi sosial, serta nilai-nilai persahabatan dan kemanusiaan yang relevan bagi pembaca muda masa kini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sebagai aktris yang dikenal lewat serial Sex Education (2019-2023), Emma Mackey ternyata juga memiliki selera bacaan yang menarik. Beberapa buku favoritnya datang dari berbagai genre, mulai dari novel sastra yang emosional hingga cerita tentang pemberdayaan perempuan. Pilihan bacaannya menunjukkan bahwa ia tidak hanya tertarik pada cerita yang menghibur, tetapi juga mampu membuka perspektif baru.

Menariknya, buku-buku yang Mackey sukai sering kali memiliki cerita yang kuat dan karakter yang kompleks. Jika kamu sedang mencari bacaan baru yang bisa memperluas wawasan sekaligus menyenangkan untuk dibaca, beberapa buku favorit Emma Mackey ini bisa menjadi pilihan yang menarik.

1. The Girls – Emma Cline

The Girls
The Girls (dok. Penguin Random House)

The Girls berlatar di California Utara pada akhir 1960-an, masa ketika berbagai gerakan sosial dan budaya berkembang dengan sangat kuat. Ceritanya mengikuti seorang remaja bernama Evie Boyd yang merasa kesepian dan sedikit terasing dari lingkungannya. Suatu hari ia melihat sekelompok gadis di taman dan langsung tertarik pada aura kebebasan yang mereka miliki.

Rasa penasaran itu akhirnya membuat Evie semakin dekat dengan salah satu dari mereka, Suzanne, yang karismatik dan misterius. Hubungan tersebut perlahan membawa Evie masuk ke dalam lingkaran sebuah kultus yang dipimpin oleh sosok pemimpin yang sangat memikat namun berbahaya.

Novel ini menggambarkan bagaimana seseorang bisa terseret ke dalam lingkungan yang manipulatif tanpa benar-benar menyadarinya. Emma Mackey sendiri pernah mengatakan bahwa ia sangat menikmati buku ini dan bahkan menghabiskannya hanya dalam waktu 2 hari karena ceritanya begitu memikat.

2. A Little Life – Hanya Yanagihara

A Little Life
A Little Life (dok. Goodreads)

Novel ini mengikuti kisah empat sahabat yang bertemu saat kuliah di Massachusetts dan kemudian mencoba membangun kehidupan baru di New York. Mereka adalah Willem yang bercita-cita menjadi aktor, JB yang ingin sukses sebagai pelukis, Malcolm yang bekerja sebagai arsitek, serta Jude yang jenius namun sangat tertutup.

Meskipun kehidupan mereka terus berubah seiring waktu, persahabatan mereka tetap menjadi pusat dari cerita ini. Di balik kisah persahabatan tersebut, novel ini juga menggali trauma masa lalu yang dialami oleh Jude, karakter yang menjadi inti emosional cerita.

Buku ini terkenal karena kedalaman emosinya yang sangat kuat dan sering membuat pembacanya ikut larut dalam perjalanan hidup para tokohnya. Emma Mackey sendiri pernah merekomendasikan buku ini sebagai bacaan yang benar-benar bisa membuat pembaca tenggelam dalam cerita.

3. The Power – Naomi Alderman

The Power
The Power (dok. Waterstones)

The Power menghadirkan premis yang sangat menarik, bagaimana jika tiba-tiba para remaja perempuan di seluruh dunia memiliki kekuatan listrik yang bisa melukai bahkan membunuh orang lain? Perubahan kecil dalam hukum alam ini membuat keseimbangan kekuasaan di dunia langsung berubah drastis.

Melalui beberapa karakter dari berbagai negara, cerita ini memperlihatkan bagaimana masyarakat bereaksi terhadap perubahan tersebut. Buku ini tidak hanya menyajikan cerita yang seru, tetapi juga mengangkat tema besar tentang kekuasaan dan gender.

Naomi Alderman menggunakan konsep fiksi ilmiah untuk mempertanyakan struktur sosial yang sudah lama dianggap normal. Tidak heran jika Emma Mackey menyebut buku ini sebagai bacaan yang luar biasa, terutama bagi siapa saja yang tertarik dengan tema pemberdayaan perempuan.

4. Sapiens – Yuval Noah Harari

Sapiens
Sapiens (dok. Goodreads)

Berbeda dengan buku lainnya dalam daftar ini, Sapiens adalah karya nonfiksi yang membahas sejarah panjang umat manusia. Dalam buku ini, Yuval Noah Harari menjelaskan bagaimana manusia berevolusi dari spesies kecil yang tidak terlalu menonjol hingga menjadi makhluk yang mendominasi planet ini.

Ia juga membahas berbagai revolusi besar yang membentuk peradaban, seperti revolusi kognitif, revolusi pertanian, hingga revolusi ilmiah. Yang membuat buku ini menarik adalah cara penulis menggabungkan berbagai bidang ilmu seperti biologi, antropologi, dan ekonomi untuk menjelaskan perjalanan manusia.

Banyak pembaca merasa buku ini membuka cara pandang baru tentang sejarah dan peradaban. Jika kamu ingin membaca sesuatu yang informatif sekaligus mudah dipahami, Sapiens sering dianggap sebagai salah satu buku terbaik untuk memulai.

5. Harry Potter and the Philosopher's Stone – J.K. Rowling

Harry Potter and the Philosopher's Stone
Harry Potter and the Philosopher's Stone (dok. J. K. Rowling)

Serial Harry Potter mungkin sudah sangat familiar bagi banyak orang, tetapi bagi Emma Mackey buku ini memiliki tempat khusus dalam masa kecilnya. Cerita dimulai ketika seorang anak bernama Harry Potter mengetahui bahwa dirinya sebenarnya adalah seorang penyihir. Ia kemudian masuk ke sekolah sihir Hogwarts dan memulai petualangan yang penuh keajaiban.

Melalui dunia sihir, buku ini tidak hanya menghadirkan petualangan seru, tetapi juga persahabatan dan pilihan hidup. Tak heran jika serial ini menjadi fenomena global dan dicintai oleh berbagai generasi pembaca. Emma Mackey sendiri pernah mengaku bahwa ketika masih kecil ia sangat terobsesi dengan buku-buku Harry Potter dan membacanya lebih dulu sebelum menonton adaptasi filmnya.

Buku-buku favorit Emma Mackey menunjukkan bahwa bacaan yang menarik tidak harus selalu datang dari satu genre saja. Dari daftar buku di atas, mana yang paling membuat kamu penasaran untuk dibaca lebih dulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us