Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Buku Favorit Olivia Wilde yang Bisa Mengubah Cara Pandangmu
Olivia Wilde dalam I Want Your Sex (dok. Desperate Pictures/I Want Your Sex)
  • Olivia Wilde merekomendasikan lima buku dengan gagasan kuat, mencakup memoar, fiksi spekulatif, kisah sekte, dan kritik terhadap teknologi.
  • Educated dan Unfollow menyoroti perjalanan Tara Westover serta Megan Phelps-Roper keluar dari lingkungan keluarga atau kelompok yang membatasi pandangan mereka.
  • The Power, The Girls, dan The Circle membahas perubahan relasi kuasa, pengaruh sekte, serta risiko keterbukaan digital terhadap privasi dan kebebasan individu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Buku bukan sekadar hiburan untuk mengisi waktu luang. Lewat cerita fiksi maupun pengalaman nyata, pembaca bisa mengenal sudut pandang baru hingga mempertanyakan kembali keyakinan yang selama ini dianggap benar. Tidak heran jika sejumlah selebritas juga memiliki daftar bacaan favorit yang menarik untuk dijelajahi.

Olivia Wilde dikenal sebagai aktris sekaligus sutradara yang terlibat dalam berbagai proyek film dengan tema beragam. Berikut beberapa buku favorit Olivia Wilde yang menarik untuk masuk daftar bacaan, terutama bagi kamu yang menyukai cerita dengan gagasan kuat dan perspektif yang menantang.

1. Educated — Tara Westover

Educated (dok. Tara Westover)

Educated merupakan memoar Tara Westover yang menceritakan masa kecilnya dalam keluarga dengan pandangan hidup yang sangat berbeda dari kebanyakan orang. Ia tumbuh di lingkungan terpencil tanpa pendidikan formal, akta kelahiran, maupun catatan medis yang memadai. Alih-alih belajar di sekolah, Westover menghabiskan masa kecilnya dengan membantu keluarganya bekerja di tempat rongsokan dan mempelajari berbagai keterampilan praktis.

Kehidupan yang membatasi aksesnya terhadap pendidikan membuat perjalanan Westover untuk mengenal dunia di luar keluarganya menjadi penuh tantangan. Ketika akhirnya mulai mengenyam pendidikan formal pada usia 17 tahun, Westover perlahan menemukan kesempatan untuk mempertanyakan hal-hal yang selama ini ia anggap sebagai kebenaran.

2. The Power — Naomi Alderman

The Power (dok. Waterstones)

Bagaimana jadinya jika perempuan memiliki kekuatan fisik yang mampu melukai, bahkan membunuh, orang lain hanya dengan sentuhan? Ceritanya berlangsung di dunia yang awalnya terasa akrab, dengan tokoh-tokoh dari latar belakang berbeda, mulai dari remaja yang tumbuh dalam keluarga bermasalah hingga politikus yang berusaha mempertahankan pengaruhnya.

Kehidupan mereka mulai saling terhubung ketika perempuan muda di berbagai belahan dunia mendadak memiliki kemampuan untuk menghasilkan sengatan listrik melalui tubuh mereka. Perubahan tersebut perlahan mengguncang tatanan sosial dan mengubah hubungan kekuasaan antara perempuan dan laki-laki.

3. Unfollow — Megan Phelps-Roper

Unfollow (dok. Mac Millan)

Dalam memoar Unfollow, Megan Phelps-Roper menceritakan perjalanannya meninggalkan Westboro Baptist Church, kelompok keagamaan yang dikenal karena pandangan ekstrem dan aksi protes kontroversialnya. Phelps-Roper dibesarkan dalam lingkungan yang mengajarkan keyakinan secara mutlak, sehingga ia terbiasa melihat dunia melalui batasan yang tegas antara pihak yang dianggap benar dan pihak yang dianggap salah.

Selama bertahun-tahun, pandangan tersebut membentuk cara ia memahami agama, masyarakat, dan orang-orang di luar kelompoknya. Keputusan untuk meninggalkan kelompok tersebut bukanlah proses yang mudah karena ia harus menghadapi perubahan besar dalam kehidupan pribadi sekaligus hubungannya dengan keluarga.

4. The Girls — Emma Cline

The Girls (dok. Penguin Random House)

Berlatar di California Utara pada akhir 1960-an, The Girls mengikuti Evie Boyd, remaja yang kesepian dan sedang mencari tempat untuk merasa diterima. Suatu hari, ia melihat sekelompok perempuan muda di taman dan langsung tertarik pada kebebasan serta sikap mereka yang tampak tidak peduli terhadap aturan sosial.

Evie kemudian semakin dekat dengan Suzanne, perempuan lebih tua yang memiliki daya tarik kuat dan membawanya masuk ke lingkaran sebuah sekte. Kelompok tersebut dipimpin oleh seorang pria karismatik yang perlahan memperlihatkan sisi gelap di balik pengaruhnya terhadap para pengikut.

5. The Circle — Dave Eggers

The Circle (dok. Goodreads)

The Circle mengisahkan Mae Holland, perempuan yang mendapat kesempatan bekerja di Circle, perusahaan internet paling berpengaruh di dunia. Awalnya, Mae melihat pekerjaan itu sebagai peluang besar untuk mengembangkan karier sekaligus menjadi bagian dari perubahan teknologi. Namun, seiring berjalannya waktu, ia mulai berhadapan dengan konsekuensi dari sistem yang menjadikan keterbukaan informasi sebagai prinsip utama.

Eggers mengajak pembaca mempertanyakan batas antara kemudahan teknologi dan hilangnya privasi. Novel ini juga mengeksplorasi bagaimana tuntutan untuk selalu terbuka dapat memengaruhi kebebasan individu, demokrasi, hingga cara manusia memahami dunia. The Circle terasa relevan di tengah kehidupan modern yang semakin bergantung pada platform digital dan kebiasaan membagikan informasi pribadi di internet.

Buku-buku bertema kuat seperti ini menawarkan lebih dari sekadar cerita yang menarik. Dari kelima buku favorit Olivia Wilde tersebut, mana yang paling membuatmu penasaran untuk dibaca terlebih dahulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article